TZT-20

1847 Kata

Erinna meminum jus alpukat pesanannya. Sekarang, ia duduk seorang diri. Karena Keenan dan yang lainnya sudah pergi. Padahal, ia belum melampiaskan kemarahannya. Ia baru menggebrak meja, setelah itu Gino, Vito, dan Hema mengibrit lari. Sedangkan Keenan, pemuda itu lebih dulu bayar pesanan mereka semua. Kemudian, ia berpamitan pergi meninggalkan Erinna yang berusaha meredam amarahnya. "Ellinda mana sih? Gue cabut juga lama-lama." ujar Erinna sambil merogoh saku mengambil ponsel berwarna pink itu. Ia amat terpaksa membawa ponsel tersebut, karena untuk menghubungi saudari kembarnya. "Erin... Hiks..." Erinna mendongak. Ia mendapati saudari kembarnya yang sudah berlinang air mata. Segera, ia bangkit dari duduknya dan menyuruh Ellinda untuk duduk. Tetapi, Ellinda malah memeluknya. "Hikss...

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN