TZT-18

2061 Kata

Tatapan tajam masih menyoroti Ellinda yang masih terisak. Mereka adalah Gavin dan Davin. Jika sudah seperti ini, menandakan Papi mereka sudah marah besar. "Awas lo! Gue bales!!" bisik Gavin saat hendak melewatinya. Ellinda mendongakkan kepalanya. Kemudian, memandang punggung Abang ketiganya yang menaiki undakan tangga. Ada rasa sakit yang menyelinap masuk ke dalam hatinya. Dan, dirinya hanya bisa tersenyum miris, menerima kenyataan, bahwa Abang kembarnya begitu membenci sosok Erinna—saudari kembarnya. Gavin menggeram kesal. Ia mengkhawatirkan nasib saudara kembarnya. Oleh karena itu, ia berlari menyusul. Tetapi, langkahnya berhenti, tepat berhadapan dengan Ellinda. "Selamat, drama lo berhasil buat Papi marah sama Davin!" ujarnya, lalu kembali melangkah. Meninggalkan Ellinda yang memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN