TZT-14

1873 Kata

Gavin mematung. Ia tak menyangka, perbuatannya akan mengakibatkan darah mengalir dari pelipisnya. Namun, ia merasa senang. Meskipun, ada perasaan bersalah yang menyusup ke dalam hatinya. "Kenapa lo nangis, jalang! Ayo sini, lawan kita berdua!!" pekik Davin membuat tangisnya berhenti. Ellinda menatap Abang kembarnya dengan tatapan terluka. Ia yakin, jika mereka tak memiliki hati nurani. Buktinya, mereka tega menyakiti adik perempuannya sendiri. Demi membela si gadis munafik itu. "Erin!!" teriak Bianca yang baru tiba di kantin. Ia terkejut melihat sahabatnya yang bersimpuh di lantai dengan darah yang mengalir di pelipisnya. Segera, ia melangkah mendekatinya. Tepat saat melewati Farel dan Natasha, ia berdecih sinis. "Biby..." Ellinda memeluk tubuhnya. Ia merasa takut, jika mereka akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN