Malam mulai turun perlahan, menyelimuti rumah itu dengan suasana yang lebih sunyi dibanding siang tadi. Lampu ruang keluarga meenyala lembut, sementara suara kertas yang dibalik terdengar jelas dari meja kerja kecil di sudut ruangan. Jevan duduk di sana. Fokus. Matanya menatap berkas-berkas di tangannya, sesekali menulis sesuatu, lalu berpindah ke halaman berikutnya. Dunia seolah hanya berisi pekerjaannya saat itu. Di sisi lain ruangan… Vania berjalan pelan. Langkahnya jauh lebih berat dari biasanya. Perutnya yang sudah sangat besar membuat setiap gerakan terasa tidak nyaman. Punggungnya pegal, kakinya sedikit bengkak, dan napasnya lebih pendek. Ia berhenti di tengah jalan. Menghela napas panjang. “Aduh…” Tangannya otomatis memegang pinggangnya. Namun matanya langsung tertuju

