Calvin berjalan menuju parkiran mobilnya. Langkahnya sesekali terhenti saat sekitarnya sepi. Di sandarkannya tubuhnya di dinding rumah sakit itu, memukul dinding itu dengan kuat. Teriakannya tertahan di mulutnya. Terdengar isakan tangis dan air mata mengalir di kedua pipinya. Tubuhnya meluruh di sisi dinding. Calvin menangisi segala hal yang terjadi di hari itu. “Aruna, jangan lakukan ini padaku Aruna.” Aruna, wanita yang puluhan tahun dikenalnya. Wanita yang selalu berkata ‘iya’ untuk segala hal yang Calvin katakan. Wanita yang berjanji tidak akan pernah meninggalkan Calvin kecuali Calvin yang memintanya. Wanita yang siap melakukan apapun demi Calvin. Namun kini semua berubah. Aruna yang tadi ditemuinya benar-benar bukan Aruna yang dulu bersamanya. Aruna yang lembut dan penurut berubah

