Aruna masih terus sibuk memeriksa file-file mengenai apa yang terjadi di perusahaan selama ini. “Leona, bisa ke ruangan saya sekarang?” Aruna memanggil sekretaris Calvin melalui telepon paralel yang ada di meja kerjanya. “Baik, Bu,” ucap Leona. Beberapa saat kemudian pintu ruangan Aruna di ketuk oleh seseorang. “Masuk.” Leona masuk dan berjalan mendekati meja kerja Aruna. “Ibu memanggil saya?” tanya Leona. “Leona, bisakah kamu merekrut satu orang yang sangat berkompeten untuk menjadi sekretaris saya? Saya butuh minggu ini juga,” ucap Aruna. “Baik, Bu.” Leona menganggukkan kepalanya. “Satu lagi, tolong bawakan laporan keuangan perusahaan setahun terakhir ini ya,” ucap Aruna lagi. “Baik, Bu.” “Oke. Kamu sudah boleh kembali ke ruangan kamu.” “Saya permisi, Bu,” ucap Leona berpami

