Lelaki itu?

1937 Kata
I miss us before, but a sense of prestige has overcome the relationship between us both_Hidden Fajar kembali menunjukkan sinarnya yang indah. Tidak seperti biasanya, kali ini Cleyrin bangun lebih awal,bukan karena ingin mengubah kebiasaan buruknya tetapi karena mendengar perbincangan hangat di ruang tamu, tentu masih bisa menusuk pendengar Cleyrin karena malam ini Cleyrin tidur tanpa menutup pintu kamarnya. Namun lebih jelasnya karena suara teriakan Bik Sur dari dapur juga sih,haha. Cleyrin paling anti dengan keributan makanya mendengar suara sedikit saja adrenalin Cleyrin meronta-ronta hingga ke saraf sehingga bisa terbangun dalam keadaan seperti ini. Cleyrin duduk didepan meja riasnya untuk kesekian kalinya dia memuji kecantikannya. Siapa lagi yang akan memuji kita selain diri kita sendiri bukan? Apalagi, tidak dapat dipungkiri Cleyrin memang sangat cantik. Jauh lebih cantik dari Clayrin tentunya, haha. Kantung matanya semakin menghitam saja namun Cleyrin tampak tidak memperdulikannya. Se-lelah apapun hari yang Cleyrin lewatkan, kebiasaan untuk begadang sudah menjadi bagian yang melekat dalam dirinya. Rutinitas sehari-hari dari begadang yang tidak bisa Cleyrin dilewatkan walau semalam saja. Sebenarnya Cleyrin cukup tau akibat dari kebiasaan buruk itu namun apa boleh buat? Nasi sudah menjadi bubur. Softlens grey yang biasa dipake oleh Cleyrin kembali dipasang dikedua bola matanya. Bukan sekedar gaya-gayaan, Cleyrin melakukan hal itu karena memang matanya sudah minus. Terakhir diperiksa mata Cleyrin sudah minus satu,tidak tahu sekarang, seperti nya sudah semakin parah dalam setiap waktu yang terlewatkan. Cleyrin malas harus mengetahui kabar buruk mengenai matanya,intinya penglihatan Cleyrin semakin buruk saja. Daripada menggunakan kacamata, Cleyrin lebih suka menggunakan softlens dan hal ini sudah berlangsung sejak lama. Begitulah sedikit cerita mengenai Cleyrin dan matanya yang indah, indah namun buram seperti cara Cleyrin menilai seseorang. Cleyrin mengoleskan bedak tipis diwajahnya setelah selesai dengan rambut yang butuh asupan catokan,mendengar suara motor melaju keluar, Cleyrin berlari menuju balkon dengan gerak cepat. Bersembunyi dibalik tembok, menatap dari kejauhan. Dan apa yang Cleyrin lihat? Sudah dipastikan yang dibelakang adalah Clayrin dan yang membonceng nya? Cleyrin bertanya-tanya dalam hati. Apa itu orang yang sama, orang yang menganggu tidur Cleyrin tadi pagi? Tapi bukan itu permasalahannya sekarang tapi sejak kapan Clayrin mempunyai teman laki-laki? Dan siapa laki-laki itu? Apa hubungannya dengan Clayrin? Cleyrin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ga mungkin orang tadi cewek dari belakang tubuhnya kayak cowok gitu!! tapi sejak kapan Clayrin mempunyai teman seorang cowok?" Cleyrin berpikir keras, menggaruk kepalanya yang sudah di catok tadi. "Ah, ngapain gue peduli" Ucap Cleyrin kemudian. "Cewek juga bisa bawa motor,bisa saja orang tadi cewek. Sama kayak gue kan hahah" Cleyrin tertawa canggung "Tapi kayaknya ga mungkin deh, postur tubuhnya sudah mengatakan bahwa dia itu cowok. Ini tidak bisa dibiarkan!!" Cleyrin mengumpat. "Ngapain gue peduli sih," Cleyrin kembali meruntuki pikirin nya. Masuk kembali ke kamar dan mengambil tasnya hendak berangkat ke sekolah. Cleyrin sudah sangat terlambat. Secara Cleyrin dan Cleyrin sudah lama tidak dekat,mungkin saja kan? Apa peduli Cleyrin? Apa jangan-jangan Cleyrin khawatir kalau Clayrin mendapatkan sosok cowok yang tidak bisa menjaganya sama seperti kejadian dulu? Ah,hal itu tidak mungkin. Cleyrin tidak peduli pada Clayrin, sedikitpun tidak. Gila saja! ****** Beberapa menit yang lalu. "Putri Clayrin yang cantik siap berangkat sayang?" Pak Bani selaku supir pribadi Clayrin menyapa manis gadis yang baru saja keluar dari rumah. Clayrin menunduk memberi hormat sembari membalas dengan senyuman. "Ga usah pak, Darel jemput Clayrin hari ini," Jawab Clayrin lembut dan sopan. Pak Bani menghela nafas sedih,rasanya sangat sedih jika gadis yang sudah di anggap seperti anaknya sendiri itu menolak untuk diantar olehnya. "Yaudah, nanti pulang bapak jemput ya," pak Bani memberi tawaran. Clayrin menggeleng cepat. "Ga usah pak, bapak libur hari ini. Clayrin pulang nya sama Darel saja," Tolak Clayrin lagi. Merasa sudah kalah debat,pak Bani akhirnya pasrah. "Yaudah hati-hati ya,kabari sama bapak kalau sudah sampai." Ucap pak Bani. "Darel kamu jangan ngebut ya bawa motornya,jagain Putri Clayrin. Kalau sampai lecet, bapak ga akan segan-segan---" "Siap Pak?!" Darel memberi hormat dari balik helm nya. "Percayakan Clayrin kepada saya,hehe." "Kita berangkat dulu ya pak," Pamit Clayrin sembari menyalami pak Bani. Tak butuh waktu lama keduanya meninggalkan pekarangan rumah. Setelah enam bulan akhirnya anak itu kembali lagi dan pak Bani harus pasrah kalau Clayrin kesayangannya tidak akan mau di antar-jemput olehnya lagi. Pak Bani mulai Posesif akan Clayrin, Clayrin sudah dipercayakan padanya jadi wajar saja pak Bani begitu khawatir kepada Clayrin. Disaat pak Bani sedang galau-galau nya,dari arah belakang Cleyrin datang dengan gaya songong. "Pak!!" Panggil Cleyrin dengan suara lantang seperti biasanya. Pak Bani sontak terkejut mendengar nya "Suara nya dikecilin Cleyrin," Tegur Pak Bani. Tidak merasa bersalah, Cleyrin malah terkekeh kecil. "Udah kenal sama gue? Biasanya ga bisa bedain yang mana Cleyrin dan yang mana Clayrin," Jengkel Cleyrin dengan bahasa anak muda. Melupakan tujuan utamanya yaitu untuk menanyakan siapa orang yang bersama Clayrin tadi. "Udah dong bro! Secara gue itu hebat, haha" Balas Pak Bani tak kalah jengkel. Keduanya tertawa setelah nya. "Eh lupa," Kekeh Cleyrin kembali dalam alam sadarnya. "Yang tadi siapa ya pak? Cowok or cewek?" Tanya Cleyrin kepo. Pak Bani tertawa keras spontan,merasa lucu dengan pertanyaan Cleyrin. "Ganteng gitu dibilang cewek, hahaha" Ucap Pak Bani tak kunjung berhenti dari tawanya. Ada-ada aja Cleyrin ini,pak Bani jadi keselek karena tertawa. "Bisa serius ga pak!" Kesal Cleyrin merasa dipermalukan oleh tawa jenaka pak Bani. Pak Bani menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya. Selera humornya sangat rendah, pantas saja Cleyrin tidak suka bergaul dengan pak Bani seperti yang sering dilakukan Clayrin. Secara selera humor seorang Cleyrin itu diatas rata-rata,pak Bani sampai jarang sekali melihat seorang Cleyrin tertawa. Jika tidak ada hal yang penting, boro-boro mau bicara, palingan senyum-senyum-an aja. "Namanya Darel,pacar nya Non Clayrin. Memangnya non Cleyrin ga tau?" "APA!!" Suara Cleyrin naik satu oktaf. Matanya membulat sempurna, mulut nya sedikit terbuka. Gadis itu sangat dramatis secara tiba-tiba, mendadak saja. Pak Bani menutup telinganya cepat, seakan tau akan terjadi bencana yang akan melukai fungsi telinga nya. "Sejak kapan pak?" Cleyrin kembali bertanya. "Pak!! Sejak kapan seorang Clayrin pacaran? OMG!!" Cleyrin kelewat lebay. Pak Bani menatap Cleyrin heran. "Saudara sendiri masa ga tahu sih Putri Cleyrin!! Mereka udah menjalin hubungan selam---" "Cukup-cukup" Tahan Cleyrin tidak mau mendengar kelanjutan nya. Cleyrin merasa terhianati diposisi ini,tidak penting juga. Cleyrin mencari tau sendiri tentang lelaki itu, tidak dari pak Bani karena pak Bani adalah bestie dari pak Bani. Bayangkan saja jika pak Bani bercerita kalau Cleyrin kepo dengan hubungan nya? Memikirkan itu saja Cleyrin hampir sesak nafas. "Gue udah telat,duluan ya pak Bani," Pamit Cleyrin lalu pergi menuju motornya yang sudah selesai dipanaskan tadi. ***** "Jadi Lo pindah kesini karena sering melanggar peraturan sekolah? Dan ini bukan yang pertama kalinya tapi yang kesekian kalinya?" Shery menatap Cleyrin tidak percaya. Memasukkan bakso ke dalam mulutnya dengan mata yang tidak lepas dari Cleyrin. Cleyrin mengangguk santai sebagai jawaban atas pertanyaan Shery,mengambil tissue lalu membersihkan mulutnya. "Santai aja kali,hal ini udah sangat biasa buat gue," Ujar Cleyrin. Karyne sebagai penikmat cerita keduanya hanya bisa diam. "Pantas saja tadi Lo telat. Mantap!!" Karyne bersuara. Memberikan jempol kepada Cleyrin yang langsung dibalas dengan senyuman bangga dari Cleyrin. "Bisa-bisanya gue punya temen yang masa lalu nya sangat menyedihkan," Empat mata menatap Shery layaknya singa yang ingin menerkam. Shery yang sadar akan tatapan itu, hanya bisa tersenyum kikuk. "I'm sorry girls,hehe" "Maksudnya gimana sih?" Cleyrin balik bertanya. "Si Karyne belum cerita emangnya?" Cleyrin mengangguk sebagai jawaban tidak,menunggu ucapan selanjutnya dari Shery dengan sabar. "Karyne itu juga sama kayak Lo tapi kayaknya lebih parah Lo juga sih,Cley hehe. Karyne akhirnya stay di sekolah ini tapi otaknya masih busuk,belum pulih total," Jelas Shery ngaur, dia langsung mendapatkan bogeman mentah nan pelan di kepalanya dari karyne. "Jaga mulut loh," Dramatis Karyne. "Jangan percaya Cley,gue ga seburuk itu kalau bukan karena tekanan," Jelas Karyne pedih. "Papa sama Mama selalu ngekang gue,hidup gue layaknya boneka yang selalu diatur sesuka hatinya. Mau jadi inilah, itulah dan apapun yang gue lakuin selalu salah buat mereka. Tapi yaudahlah namanya juga takdir. Gue terima segalanya dan sekarang gue masih baik-baik saja kan? I'm okey," Ujar Karyne tidak terlalu ngambil pusing. "Masuk OSIS saja Karyne dipaksa sama bokap nya,sedih banget ga tuh!!" Kali ini Shery angkat bicara setelah penuturan Karyne barusan. Cleyrin tertegun mendengar penuturan barusan ternyata bukan cuma dia sendiri yang mengalami fase ini tetapi juga seseorang yang ada didekatnya juga memasang topeng sama seperti nya. Mereka memang berbeda tapi dengan luka yang sama. Cleyrin tidak dikekang, lebih tepatnya Cleyrin diabaikan. Seperti yang Karyne ucapakan"masih baik-baik saja kan?" Dari hal ini Cleyrin belajar jangan pernah merasa menjadi orang yang paling tersakiti,di luar sana masih banyak mereka yang lebih berat darimu tapi topeng yang mereka gunakan mampu menutupi identitasnya. "Eh btw,kenapa Lo ga masuk sains saja kayak kembaran Lo?" Karyne mengalihkan pembicaraan. Cleyrin mengangkat bahu acuh untuk pertanyaan kali ini, "Untuk apa? Harus sama emang nya? Sekolah aja gue ga minat," ucap Cleyrin malas-malasan. "Savage girl,haha. Memang benar,Lo sama kembaran Lo beda seratus persen. Cuman muka nya aja yang mirip," "Gue juga ga mau sama," "Udah-udah btw Cleyrin, kapan gue bisa kenalan sama kembaran Lo? Gue pengen banget, selama ini gue ga berani secara dia sangat famous,cerdas, body goals,dan terkenal ramah. Insecure gue sama dia," Karyne menatap ke langit-langit kantin membayangkan betapa bahagianya bisa berkenalan dengan kembaran Cleyrin apalagi sampai menjadi sahabatnya. Seterkenal itukah Clayrin sampai teman-temannya saja ingin lebih dekat dengannya? Padahal disini ada Cleyrin yang menjauh dan sangat ilfeel pada kembarannya itu. Sepertinya dimana-mana Clayrin akan selalu disukai banyak orang. Di rumah, sekolah, tetangga komplek, bahkan teman kantor Papa. Sedangkan Cleyrin? Tak jarang banyak yang tidak mengenal Cleyrin, yang mereka tahu seorang Clayrin adalah Putri tunggal tanpa kembaran. Sedikit cerita, menyedihkan sekali bukan? "Lo bisa lihat gue kan?" Tanya Cleyrin menunjukkan wajahnya dengan ekspresi kesal. Mengerti dengan ucapan Cleyrin, Karyne menghela nafas kesal. "Beda lah! Gue mau nya Clayrin yang asli, bukan kembarannya," "Yaudah! Kenalan sendiri sana," Jutek Cleyrin. Padahal ini hanya bercanda entah kenapa ada rasa iri seperti biasanya terhadap Clayrin. Clayrin, Clayrin dan Clayrin!! Tidak adakah sedikit cerita mengenai Cleyrin? Kenapa harus Clayrin!! "Eh Cley,Lo punya album nggak? Pernah fansign? And beli Bubble?" Cleyrin beralih menatap Shery,senyumnya mengembang begitu saja. "Punya dong, semua yang berhubungan dengan Nct gue punya. Gue juga pernah ikut fansign online," semangat Cleyrin. Genre pembicaraan seperti inilah kesukaan gadis berambut panjang itu daripada harus mendengar nama Clayrin. "Oh ya? Iri gue. Gue Mulfand sih tapi gue lebih ke EXO. Pokoknya bahagia banget lah setelah mengenal mereka tapi tahun ini lagi Hiatus," Wajah Shery di buat sesedih mungkin. "Yaudah oleng aja dulu nanti kalau comeback, jangan lupa kembali ke rumah," Saran Cleyrin dengan mudahnya. Disisi lain seorang gadis hanya bisa pasrah mendengar obrolan yang tidak masuk dalam akalnya. "Karyne itu Gamers, jadi ga penting," Ucap Shery menjelaskan mengenai Karyne. "Oh ya? Pantesan, Cleyrin masih jengkel. "OMG... bisa-bisanya gue punya temen yang ga sefrekuensi tapi gue nyaman!!" Karyne berteriak. "Makanya STAN Nct sebelum member nya melebihi kapasitas," Ucap Cleyrin tak kalah keras. "Gue lupa,kita juga punya temen yang suka banget sama Nct tapi lagi ngikutin program pertukaran pelajar ke Korea. Harusnya sih mereka udah balik semalam tapi kayaknya dia masih ngorok di rumah," Shery menceritakan salah seorang dari mereka. "Wow! Pintar dong ya? Nctzen itu mem--" "Enggak! Dia di paksa sama bokap nya," Potong Karyne. Cleyrin kembali menganga dibuat. Dia telah menemukan teman-teman yang bernasib sama seperti nya. "Tapi bohong, hehe. Dia pintar kok, sejujurnya memang dipaksa tapi karena program pertukaran pelajarnya ke Korea dia jadi mau," Ucap Shery meluruskan ucapan Karyne yang setengah-setengah. "Besok gue kenalin deh,yang pasti Lo bakal senang. Orang nya asik banget, tapi kadang nyebelin sih," ucap Shery. "Sama kayak loh, nyebelin" Cleyrin memajukan kepalanya mendekati Shery kemudian menjulurkan lidahnya tanda mengejek. Bersamaan dengan bel masuk berbunyi. Cleyrin berlari meninggalkan mereka berdua. "CLEYRIN ANAK KURANG AJAR!!" Umpat Shery lancang sehingga menjadi perhatian publik.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN