Romantic

1001 Kata
Wiggy menyerahkan kartu debitnya kepada kasir mendahului Noni yang baru saja membuka dompet. Padahal selain membeli bahan masakan, Noni juga membeli camilan untuk tiga hari ke depan, membeli masker wajah dan juga beberapa kutek. Ketika Noni hendak menolak, Wiggy keburu memasang wajah dingin, jadi apa boleh buat. Di sisi lain Noni senang, karena tadi memberitahu Sashi bahwa ia dan Wiggy layaknya suami istri yang hendak belanja bulanan. Dan sekarang menjadi kenyataan, Wiggy layaknya suami yang membayarkan seluruh belanjaan istrinya, alias Noni. Semua kantung plastik dijinjing oleh Wiggy, sementara Noni hanya membawa bungkusan donat kentang yang masih hangat. "I never leave this place without the donuts," ujar Noni sambil menggigit donat yang penuh tepung gula tersebut. "Enak, ya?" tanya Wiggy. "Enak banget! Mau nyoba?" Wiggy memperlihatkan kedua tangannya yang sedang menjinjing plastik belanjaan, sehingga Noni pun berinisiatif menyuapinya. Wiggy sendiri tidak menyangka Noni akan melakukan hal tersebut, tapi mau tidak mau, ia menggigigtnya juga. "Gimana?" tanya Noni. Wiggy hanya mengangguk kaku. "Enak." Noni tahu Wiggy bukan tipe orang yang banyak interaksi seperti itu, apalagi melakukan skinship. Namun Noni suka menggodanya seperti barusan. Orang-orang kantor pasti akan tertawa jika tahu Noni baru saja menyuapi Wiggy sambil berjalan kaki di area mall. Setelah memasukkan semua belanjaan ke bagasi, mereka langsung memasuki mobil. Di luar cuaca tampak mendung. Hujan sudah mulai jarang, karena dari kemarin hanya mnedung tanpa ada hujan. Noni berharap hari ini hujan. Karena menurutnya melakukan perjalanan memakai mobil sambil diiringi hujan itu terkesan romantis. Apalagi jika mereka mendengarkan lagu-lagu cinta zaman 2000an. "Semoga ga hujan, deh," kata Wiggy tiba-tiba seolah bisa membaca pikiran Noni. "Kenapa?" tanya Noni setelah syok selama beberapa saat. "Males aja. Suaranya ganggu." Kadang Noni tidak bisa mencerna jalan pikiran Wiggy. Kebanyakan orang menyukai suara hujan karena bisa mnejadi penghantar tidur yang baik. Suara hujan juga sering dijadikan sound therapy. Kenapa Wiggy menganggapnya pengganggu? "Lo punya trauma sama hujan atau gimana?" "Hah? Nggak ada. Ga suka aja sama suaranya." Noni hanya bisa menggelengkan kepala. Ia pun memutuskan untuk mendengarkan lagu di radio. "Duh sebenernya pengen tiduran bentar, tapi sayang jarak ke kantor deket banget. Tanggung." "Mau keliling-keliling dulu?" tanya Wiggy serius. "Nggak deh... kasian anak-anak di kantor udah pada kelaperan." "Tidur ajaa... mereka kan udah paa gedee. Lo masak buat makan malem aja, makan siang biar mereka beli sendiri. Nanti kalo udah sampe kantor gue bangunin." "Hhh... ya juga ya. Ya udah gue tiduran.Beneran capek banget." Wiggy mengangguk. Ia membantu Noni memundurkan kursi dan menidurkan sandarannya hingga Noni bisa tertidur lebih nyaman. Sementara penyiar di radio sedang memutar lagu Boyzone berjudul You Needed Me. Noni menyukai lagu tersebut dan berharap hujan turun sehingga ia bisa tertidur nyenyak meskipun sebentar. Beberapa menitkemudian, Noni akhirnya jatuh tertidur. Ia tidak tahu bahwa Wiggy mengajaknya berkeliling entah ke mana, hingga Noni terbangun hampir satu jam kemudian. "Gy, belum nyampe? Gue tidur lama banget perasaan." "Mau balik ke kantor sekarang?" "Ini kita di mana?" tanya Noni dengan mata masih menyipit. "Entah," jawab Wiggy sambil tertawa singkat. "Kasian aja kalo bangunin lo lagi nyenyak gitu, jadi gue keliling aja." *** Sesampainya di kantor, semua protes kepada Noni karena pergi terlalu lama. Meskipun perutnya sudah pada lapar, semua memtuskan untuk tetap menunggu Noni datang dan memasak untuk mereka. "Duh oon banget sih kalian bukannya langsung pesen makan dulu. Masakan gue buat makan malem aja." Revo langsung protes. "Ya lo kan tadi bilangnya buat makan siang. Gimana sih kalo ngomong ga konsisten? Lagian abis ke mana belanja gitu doang sampe berjam-jam?" "KEPO!! Emangnya ga boleh gue punya urusan di luar?" Noni sewot. "Udah sana pesen makanan dulu di online, gue masih lama masaknya." Revo, Jio, Shaki dan Emil pun kecewa. Tapi perkataan Noni tidak bisa dibantah, makan mereka pun mencari makanan melalui applikasi online untuk mengganjal perut. Noni terpaksa melakukan hal tersebut karena ia ingin mendengarkan cerita Sashi yang sepertinya sedang ada sedikit masalah. Ia naik ke lantai atas dan mengunci pintunya. Biarkan saja teman-temannya itu ngambek, Noni akan membayarnya nanti malam dengan memasak makanan yang sangat enak. Sashi mengangkat video call Noni pada deringan ke dua. Ia sedang berada di kamar, baru saja selesai mandi dengan rambut yang masih ditutupi handuk dan wajah yang sedang diolesi serum. Sashi menyandarkan ponsel di meja, sehingga ia bisa leluasa bersiap-siap untuk bekerja. [Ya, Non.] {Are you okay?] tanya Noni memastikan. Yang ditanya hanya tertawa sambil mengeringkan rambut dengan handuknya. [I'm okay. Tadi cuman lagi mellow dan overthinking aja.] [Soal apa? Sini cerita sama gue.] [Panjang ceritanya, lagian gue udah mau pergi gawe juga. Besok deh gue telpon lo jam sebelasan yaa." [Oke deh kalo gitu... hhh padahal udah gue bela-belain nyuri waktu buat nelpon, sampe tuh bocah-bocah di bawah ngambek.] [Lah ngambek kenapa?] Noni menceritakan semua kejadian tadi. Mulai dari ia diantar oleh Wiggy, dibayarkan seluruh belanjaannya, dibawa berkeliling selama dia tertidur di mobil, dan bagaimana anak-anak kantor kecewa karena Noni mengundurkan jadwal memasaknya jadi untuk nanti malam. [Tapi intinya hari ini gue happy banget. Si Wiggy meskipun keliatannya kayak ice price, ternyata bisa romantis juga. apa yang dia lakuin tadi bikin gue ngaish dia seribu point.] [Jangan seneng dulu. Dia bakalan ngelakuin kayak gitu kalo gue juga bilang kayak lo. Dia akan memperlakukan sama pada gue. Jadi lo harus berusaha lebih keras lagi dan bikin dia ngelakuin satu hal yang dikhususkan buat lo sendiri. Bisa?] Noni langsung merengut. [Ih jahat banget lo mah, gue lagi happy happy malah dijatohin lagi.] Sashi pun tertawa. [Gue bilang gini buat motivasi lo supaya lo bsia lebih berusaha keras. Ayo dong, jangan sampe ketikung si Dixie.] [Haiissh... Should I ask him to kiss me or what?] tanya Noni bercanda. [Nah ide bagus tuh.] Mereka pun tertawa. [Ngaco lu mah malah di-iya-in. Dah ah, sana lo siap-siap kerja aja. Beneran besok telpon gue ya. Kalo ada apa-apa jangan pendem sendiri. Pokoknya ceritain semuanya sama gue, ga mau tahu.] [Iya gue pasti cerita seklaian mau minta masukan dari lo juga. Oke deh... gue tinggal catokan bentar, terus berangkat. Lo juga selamat masak... bikinin yang enak buat si Wiggy.] [Okay! Happy working and take care.]
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN