Jogging

1008 Kata
Suasana hati Noni masih buruk hingga keesokan harinya. Ia bangun tidur pagi untuk olahraga di jogging track dengan telinga dipasangi headset yang memutar lagu-lagu up beat. Sepertinya hari ini ia akan pulang ke rumah dan menenangkan diri selama satu minggu. Noni tidak tahan jika Dixie terus-terusan datang ke kantor karena moodnya untuk bekerja akan hancur. Noni menghabiskan waktu selama satu jam lebih untuk lari. Setelah tubuhnya lumayan berkeringat, ia pun mencari sarapan dan memilih untuk memasuki tenda penjual kupat tahu. Ketika sedang menunggu pesanan, ia mengecek w******p dan melihat Sashi sedang online. Noni pun segera meneleponnya.Temannya itu mengangkat pada deringan kedua. [Haloo... gue belum tidur, Noooon,] kata Sashi dengan suaranya yang seperti mengantuk. "Ini udah jam setengah tujuh, emang lo balik kerja jam berapa?" [Jam lima, tapi ga bisa tidur. Ni baru aja udah mulai nguap-nguap. Lo ngapain telpon?] "Aduh gue kesel banget deh beneran sama adik tiri lo. Dia dateng mulu ke kantor. Kalo gini caranya gimana gue bisa kerja. Lo tahu sendiri kalo mood gue jelek dikit, kerjaan bakalan terbengkalai." [Hmm... emang dia ngapain aja di sana?] "Nyebelin pokoknya! Suaranya itu annoying, cempreng sok-sok manja. Mana deketin si Wiggy mulu. Caper!" [Ohohohoh... maksudnya lo cemburu?] Noni berdecak sambil menerima sepiring kupat tahu yang masih panas. "Eh tau ga, gue lagi makan kupat tahu," katanya mengalihkan pembicaraan. {Duh, ga sopan! Orang udah mau tidur, malah lo bikin ngiler.] Noni tertawa, dan meneruskan ocehannya sambil menikmati sarapan. Sashi sudah sering direcoki seperti itu. Jika sedang kesal, marah atau badmood, Noni kerap menghubunginya hanya untuk menumpahkan emosi. Ia akan berbicara tanpa spasi, tanpa rem. Dengan begitu, biasanya moodnya akan menjadi lebih baik. "Gue ga mau tahu, kalo sampe tuh cewek terus-terusan dateng ke kantor tanpa ada kontribusi sedikit[un buat ngembangin House of Skills, gue bakalan dengan tegas ngusir dia. Kalo perlu gue bikin petisi supaya anak-anak kantor tandatangan atas ketidaksetujuan kalo si Dixie jadi bagian dari kami. Lagian pede bener ya dia mau gantiin lo, sama semua orang SKSD. Gimana kalo jadi direktur beneran, udah pasti congkak banget dah! Dia umur berapa sih sebenrnya? Kuliahnya udah semester berapa?" tanya Noni, namun tidak ada jawaban. "Haloo... Sas?" Namun yang terdengar hanya napas Sashi yang sangat tertaur. Noni menduga temannya itu sudah tertidur. "Haduuuh... jadi dari tadi gue ngomong sendiri?" Noni segera menghabiskan kupat tahu dengan segelas teh manis panas dengan cepat. Perutnya merasa kenyang dan moodnya kembali lagi setelah menumpahkan ocehannya pada Sashi. Ia merindukan temannya itu. DI kantor tidak ada lagi teman wanita yang bisa diganggunya. Noni masih tidak mau berdekatan dengan Renata. Hubungan pertemanan mereka semakin renggang. "Bu, ini uangnya. Kembaliannya ambil aja," ujar Noni sambil menyerahkan uang dua puluh ribuan pada si penjual kupat tahu. "Oh iya, makasih, Neng." Matahari sudah mulai naik. Noni memutuskan untuk pulang berjalan kaki karena kantornya tidak begitu jauh. Ia akan segera mengepak barang, mungkin beberapa baju dan alat skincare untuk dibawa ke rumahnya. Mumpung pekerjaan di House of Skills tidak begitu banyak dan beberapa bisa dikerjakan online alias di mana saja. Sesampainya di kantor, ternyata di meja makan sudah ada Wiggy sedang menikmati sereal. pria itu memang tipe orang yang sangat disiplin. Jika sedang tidak ada dealine, Wiggy akan tidur cepat sekitar jam 10 malam dan akan bangun pada jam lima pagi. Seperti saat ini, ia sudah tampak segar dengan rambutnya yang basah. "Morning," sapa Wiggy. "Morning." Noni mengambil minuman isotonik di kulkas, lalu duduk di hadapan Wiggy. "Mau?" tanya Wiggy sambil menunjuk boks sereal. Noni menggeleng. "Gue udah sarapan kupat tahu," jawabnya dan hanya dibalas dengan anggukan. "Ada jadwal apa hari ini?" "Photoshoot kayak biasa. Kata Shaki mau cari tempat outdoor, tapi belum tahu di mana." "Si Dixie ikut?" tanya Noni tanpa tedeng aling-aling. Wiggy hanya mengedikkan sebelah bahu. "Mana gue tahu. Kenapa?" "Ga ada. Nanya doang gue. Kalo misalkan dia dateng, terus pengen ikut, gimana? Mau lo bawa?" Wiggy menatap Noni sambil mengunyah perlahan. "Ya bebas aja. Kalo emang mau ikut, mobil kan masih muat. Asal ga ganggu." Mendengar jawaban itu, noni pun menghela napas. Dixie tidak akan merasa sungkan jika orang-orang kantor, terutama Wiggy terlalu menerimanya. "Dia kan belum resmi jadi bagian dari House of Skills. Mestinya ga usah ikut sama acara intern kayak gini. Kecuali dia ada tugas apa, kek. Kalo cuman sekadar buntutin lo doang, buat apa?" "Ya coba aja lo ngomong gitu sama dia," jawab Wiggy. "Kok gue? Ya lo lah... kan elu yang dibuntutin sama si Dixie. Kita harus tegas sama orang luar. Dia cuman sekadar fans doang, jangan dibukain pintu terlalu lebar. Kalo kata orang Korea, nih, dia itu macam sasaeng. Jangan mentang-mentang dia adiknya Sashi terus bisa seenaknya gitu. Toh dia cuman adik tiri yang ga pernah peduliin Sashi juga sewaktu kakaknya itu masih hidup." Wiggy tersenyum miring, hingga Noni tersadar ia sudah terlalu banyak berbicara. Dirinya merasa seperti orang yang sedang kepanasan. Pipi Noni pun memerah. Ia meraih botol isotoniknya, hendak pergi ke kamar atas. "Sorry, bukan maksud ngatur lo. Tapi gue sendiri sih risih kalo diikutin kayak itu. Lagian ngaruh ke orang sekitar juga, termasuk gue. Denger suara dia ga tahu kenapa bikin mood gue jelek," kata Noni, lalu melarikan diri dari hadapan Wiggy. Ketika sudah berada di kamarnya, Noni pun langsung menaiki tempat tidur dan menutupi kepalanya dengan bantal. "Sialan! Bikin malu aja nih gue, astagaaa!" Noni berjanji pada dirinya sendiri untuk bisa mengontrol emosi dan mengendalikan diri. Jika Emil saja bisa tahu bahwa dirinya menyukai Wiggy, bagaimana dengan Wiggy sendiri? Sedari dulu Noni bagaikan buku terbuka. Teman-temannya selalu menebak apa yang sedang ia rasakan. Akan sangat memalukan jika Wiggy sudah tahu bahwa Noni menyukainya, itu sebabnya pria itu sedari tadi hanya tersenyum miring. Noni kembali mengetuk2ngetukan tangan pada kepalanya. Ingin rasanya menampar diri. Tangannya pun dengan cepat meraih ponsel untuk mengalihkan pikiran. Ia membuka i********:, lalu dengan otomasti mencari akun milik Dixie. Di postingan terbarunya, Dixie Menggugah foto berdua dengan Wiggy ketika sedang makan di rest area. Wanita itu menyamai ekspresinya dengan Wiggy yang selalu tampak cool, hingga membuat Noni semakin panas. Sementara di kolom komentar teman-temannya pada nge-hype kebersamaan mereka berdua. Salah satunya bertanya, "Kalian pacaran, ya?"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN