Noni mencoba bersikap biasa saja begitu Jio keluar dari kamar Renata. ia sudah menduganya ketika melihat di ruang tengah tidak ada Jio tidur di sana. Jio sendiri tampak canggung begitu bersitatap dengan Noni. Lagi pula Noni tidak bisa tidur. Sedari kecil ia susah tidur jika menginap di tempat asing, apalagi jika harus tidur sendirian. Noni juga bisa merasakan hal-hal mistis. Ia selalu melihat sekelebat makhluk halus ketika mengalami ketindihan. Dan di tempat seperti villa ini, ia seringkali mengalaminya. Jadi Noni memutuskan untuk duduk di ruang tengah sambil menikmati secangkir cokelat panas.
Ia tidak mau jika harus tidur dengan Dixie ataupun Renata.
Jio tampak mengambil minuman dari kulkas. Di supermarket tadi, Noni dan Wiggy memang membeli beberapa minuman kaleng. Jio membukanya sembari mengjhampiri Noni di sofa. "Belum tidur apa kebangun, Non?"
"Kebangun. Baru aja tidur sejaman, kayaknya," jawab Noni sambil menengadah di sandaran kursi menatap atap.
"Kenapa? Ketindihan lagi?"
Noni mengangguk. "Iya. Males tidur lagi gue. Takut kalo sendirian."
"Tidur sama si Renata aja, sana."
"Nggak, deh, gue lagi pewe di sini. Lo aja gih tidur, udah hampir subuh."
Jio mengangguk. "Oke, lo gapapa sendiri?"
"Gapapa, nyantai aja. Gue mau nonton, paling nanti ketiduran juga."
"Ya udah usahain tidur. Kalo emang ga bisa tidur, besok kita balik lagi aja ke kantor."
"Oke,"
Jio meneguk lagi minumannya di dalam kaleng, lalu menaruhnya kembali di atas meja. Ia pun pergi ke kasur di samping Revo. Noni sendiri menyalakan ponsel, hendak menonton konten di YouTube yang menghibur. Matanya sudah terlalu berat, namun ia takut jatuh tertidur. Andai saja ada Sashi, ia akan tidur di dekat temannya itu tanpa rasa takut.
Ketika sedang ayik menonton, tiba-tiba Wiggy terbangun, lalu menghampiri Noni sambil membawa bantal dan selimutnya. "Non, tidur, gih."
Noni mengalihkan pandangan dari ponsel. "Gue ga bisa tidur. Takut ketindihan."
"Gapapa, ada gue. Tidur di sofa aja. Gue temenin."
Rupanya Wiggy mendengar percakapannya dengan Jio tadi.
"T-tapi emangnya lo ga akan tidur?" tanya Noni.
"Nggak, barusan gue udah tidur bentar. Matiin ponselnya, cepet tidur," ujar Wiggy sambil menyerahkan bantal dan selimutnya.
Noni pun menerima kedua benda tersebut, lalu mematkan ponsel. "Tapi beneran, kan, lo ga akan kemana-mana? Jangan ninggalin gue, loh."
"Iya, gue ga kemana-mana. Mau maen game di sini," jawab Wiggy menenangkan.
Betapa Noni merasa senang, karena Wiggy bersedia menemaninya. "By the way, lo keberatan ga, kalo lima belas menit sekali tepuk tepuk telapak kaki gue pelan. Takutnya gue ketindihan, harus ditepuk gitu biar sadar."
"Oke."
Noni pun memposisikan bantalnya dan menyelimuti diri. Hatinya merasa lebih tenang. Dalam beberapa menit, ia pun langsung jatuh tertidur nyenyak di samping Wiggy.
***
Pagi hari di Rosie & Riley's Cottage disambut oleh kicauan burung kenari. Ayah dan Ibunya Jeff baru saja menikmati teh hangat di balkon belakang dengan pemnadnagan sawah yang membentang luas. Ibunya Jeff juga sudah menelepon Bu Putu untuk menjemputnya sarapan di restoran.
"Nggak dibawa ke sini aja makanannya?" kata Ayahnya Jeff.
"Ih jangan dong, mama kan mau lihat suasana di sekeliling cottage. Kita dateng malem-malem, kurang jelas. Mama juga pengen tahu restorannya kayak gimana. Kata si Soni menu-menunya enak banget. Jeff kan ga pernah sembarangan memperkerjakan orang. Kalo ini cottage punya orang, sih, mama juga males ke restoran, mending makan di kamar aja."
"Oh betul betul."
Tidak lama kemudian, suara bel berbunyi.
"Tuh kayaknya bu Putu udah dateng. Ayo, Pap, kita turun."
Mereka pun menuruni tangga. Ayahnya Jeff sudah tidak bisa berjalan secepat dulu semenjak mempunyai asam urat. Jadi ibunya harus mengimbangi.
"Pagi, Pak, Bu... mau langsung ke restoran aja buat sarapan?" tanya Bu Putu.
"Iya, ayok. Kita udah laper."
Mereka pun berjalan beriringan sambil menghirup udara segar. Suasana cottage masih tampak sepi, hanya ada beberapa pelayan yang mondar mandir menyapu halaman, membersihkan pondok dan mengantarkan sarapan ke pondok lain.
"Jeff sama temen-temennya belum pada bangun, ya?"
"Belum, Bu. Orang tadi aja saya bangun subuh, suara musik dari kolam renang masih kedengeran. Pasti si Pak Franky yang kuat bergdang sampe pagi," jawab Bu Putu. "Nah itu restorannya. Ibu sama Bapak mau sarapan apa?"
"Kata Soni nasi goreng di sini enak banget. Pake wagyu gitu, ya?"
"Oh iyaaa... Pak Soni tiap makan di sini ya pesennya itu. Legendaris, katanya. Sampe rekomendasiin ke semua orang."
"Saya juga pesan itu deh, Bu Putu," kata ayahnya Jeff.
"Buat bapak tanpa wagyu, ya," timpal Ibunya Jeff.
"Loh kok ga pake wagyu?"
"Udah de, Pa, jangan bandel. Itu nanti kakinya bengkak lagi gimana? Bisa bisa kita ga bisa pulang ke Australia sesuai jadwal. Mama sih seneng-seneng aja stay di sini lamaan, terus meeting papa gimana?"
"Iya iyaa.. ya sudah, saya nasi goreng aja, sama dessertnya."
"Dessertnya mau apa, pak, Bu? Biar sekalian dipesenin." tanya Bu Putu.
"Apa ya? Dari kemaren udah kebanyakan makan buah kita."
"Ooohh... dessert yang dibikin sama Sashi aja. Enak banget itu. malah Pak Soni kabarnya kecanduan, sampe dia nyuruh Sashi bikin di sini. Masih banyak kok di kulkas."
"Dessert apa?"
"Keler apa, ya? Susah namanya bahasa asing. Saya bawain ke sini aja ya?"
"Iya boleh deh. Sash itu perempuan yang tinggal di rumah belakang Jeff, kan?"
"Iya, Bu. Dia pandai bikin dessert. Saya ambilin dulu, ya, sekalian bilang sama chef minta dibuatin nasi gorengnya."
Sepeninggal Bu Putu, Ibunya Jeff melirik suaminya. "Pap, cantik ya si Sashi itu. Pantes aja Jeff mau kasih rumah belakangnya buat sementara."
"Terus kalo cantik, kenapa? Mau mama jodohkan sama Jeff?"
"Iiih... ya nggak, dong. Jeff kan udah punya Alina. Kayaknya sama Jamie cocok juga deh, Pap."
"Ga usah ikut campur buat pilihin pasangan anak-anak, biar mereka yang pilih sendiri mau berhubungan sama siapa. Lagian kok baru ketemu sekali, lihat wajahnya aja udah muji-muji. Lihat dulu karakternya bagaimana."
"Hadeeh.. papap ini selalu aja kalo mama ngajak ngobrol dibawa serius terus. Ya ga akan langsung dijodohin juga kali, Paaaa...kan mama cuman kasih tahu doang kalo Sashi itu cantik dan kelihatannya baik juga tuh."
"Ajak ngobrol lah kalau begitu. Biasanya kalo kita ngobrol sama orang, baru deh ketauan karakternya kayak gimana."
"Ah ngajak ngobrol apaan. Tapi ntar juga pasti ketemu lagi, mama mau ngajak ngobrol. Abisnya sama Alina kadang mama suka canggung kalo ngobrol."
"Nah kan, kenapa bandingin sama Alina. Katanya mau dijodohin sama Jamie."