Hari ini adalah hari dimana mereka akan wisuda, hari yang merupakan hari paling membahagiakan setelah empat tahun menempuh pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Bukan hal mudah tentunya untuk melewati empat tahun yang begitu banyak kenangan manis dan juga pahit, tapi tentu saja itu semua bisa di lewati jika mau bertahan sampai akhir.
Saat ini Bianca berpenamilan sangat cantik dengan kebaya yang membungkus tubuhnya serta di lapis dengan toga. Rona bahagia dapat terlihat dengan jelas di wajah Bianca, dan tentu pemandangan itu tidak luput dari Alexandro yang setia menemaninya hingga selesainya acara berlangsung. Setelah acaranya selesai berlangsung, kini mereka berkumpul di suatu tempat untuk berfoto dan melempar topi yang mereka gunakan bersama-sama.
“Selamat sayang,” ucap Alexandro langsung membawa Bianca kedalam pelukannya.
“Selamat juga buat kamu Andro, kamu dapat nilai paling terbaik di angkatan kita.” Ucap Bianca membalas pelukan dari Alexandro.
“Pelukan aja terus, yang lain di anggap patung yang cuma bisa diam.” Ucap Reno salah satu teman seangkatan mereka.
“Iya nih, umbar kemesraan terus nih dua orang.” Ucap Dini menambahkan.
“Biasalah guys, mereka kan lagi di mabuk cinta. Kita bisa apa untuk melarang mereka? Kita cukup diam aja deh.” Ucap Sendi.
Baik Bianca dan juga Alexandro hanya bisa tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh teman-teman mereka itu.
“Makanya biar nggak makan hati liat gue sama Bianca, cari pacar sono kalian.” Ucap Alexandro sambil merangkul bahu Bianca dengan posesif, ia memang tidak akan melepaskan Bianca seinci pun darinya jika sedang ada teman-temannya yang berlawanan jenis dengan sang kekasih yang berada dekat dengan mereka.
“Gue kalo pacar skip dulu, capek gue sama yang namanya pacaran.” Ucap Andi, pria yang baru beberapa bulan di putusi oleh pacarnya tanpa sebab.
“Cepat move on bro, ngapain harus menutup diri karena satu cewek sih. Lo pasti dapat yang lebih baik kok.” Ucap Alexandro menepuk bahu Andi untuk memberikan semangat.
“Thanks bro,” ucap Andi tersenyum tipis.
“Andro, aku mau ke Mama dulu.” Bisik Bianca pada Alexandro sambil menunjuk ke arah dimana Ibunya berada dan sedang tersenyum bahagia ke arahnya.
“Aku ikut,” ucap Alexandro yang iyakan oleh Bianca.
“Dasar bucin, pacar nggak boleh jauh sejengkal pun.” Teriak Lani yang membuat teman-teman yang lain tertawa dan tidak heran lagi dengan Alexandro.
“Mama, Bianca kangen banget tau sama Mama.” Bianca langsung memeluk Ibunya yang sudah sangat ia rindukan itu. Ibunya sangat sibuk bekerja hingga jarang ada waktu untuk bersamanya.
“Mama juga kangen sama kamu sayang, selamat ya sekarang kamu udah wisuda.” Ucap Yuni sang Ibu.
“Iya Ma, makasih.” Ucap Bianca dan melepaskan pelukannya pada sang Ibu.
“Halo Tante, lama nggak ketemu.” Ucap Alexandro dengan sopan, karen ia memang telah mengenal Ibu dari kekasihnya itu semenjak awal ia dan juga Bianca berpacaran.
“Halo Andro, kabar Tante baik kok. Kamu gimana?” Tanya Yuni dengan nada keibuannya.
“Baik juga kok Tante, apalagi anak Tante yang cantik ini selalu menjadi penyemangat buat Andro setiap harinya.”
“Andro kamu ngomong apaan sih, Mama jangan di dengerin Andro yang cuma gombal aja.” Ucap Bianca yang membuat Yuni tertawa.
“Oh iya mending Tante sama Bianca foto dulu, biar nanti aku yang fotoin.” Ucap Andro memberikan penawaran karena ia memang sengaja membawa kamera hari ini untuk mengabadikan moment bersama sang kekasih.
“Oh tentu boleh,” ucap Yuni, ia dan juga sang anak Bianca langsung berpose dengan berbagai gaya. Mereka bertiga tertawa saat pengambilan foto tersebut.
“Tante, aku boleh foto bareng Tante dan juga Bianca kan?” Tanya Alexandro yang hanya sekedar basa basi saja.
“Ayo sini sayang,” Yuni langsung memanggil Alexandro untuk berdiri di sampingnya itu.
Setelah mendapatkan lampu hijau dari sang calon ibu mertua, Alexandro memanggil salah satu temannya untuk memotret mereka dan juga memotretnya bersama sang kekasih. Selesai mereka berfoto, Yuni menatap serius ke arah Bianca.
“Bianca,” panggil Yuni.
“Iya Ma, kenapa?” Tanya Bianca yang melihat raut serius di wajah Ibunya itu.
“Mama minta maaf banget nggak bisa lama-lama disini, hari ini Mama harus berangkat ke Bandung tiba-tiba ada masalah sama perusahaan yang ada disana.” Ucap Yuni merasa sangat bersalah, karena di hari bahagia sang putri, ia harus pergi meninggalkan sang putri karena pekerjaan.
“Ih nggak apa-apa kok. Bianca nggak akan marah sama Mama, karena biarpun Mama lagi sibuk tapi Mama masih berusaha buat luangin waktu buat aku.” Ucap Bianca dengan senyuman manisnya.
“Anak Mama memang udah dewasa,” Ucap Yuni membalas senyuman Bianca, ia mengangkat satu telapak tangannya untuk mengusap sayang kepala Bianca.
“Iya dong aku udah dewasa. Oh iya Ma aku mau minta izin belum akan pulang ke rumah besok, aku ada acara sama angkatan aku besok sampai lusa.” Ucap Bianca meminta izin sang Ibu.
“Oh yaudah kalo belum mau pulang besok. Tapi ingat satu pesan Mama nggak ada katanya n*****a sama minum minuman keras ya?” Ucap Yuni memberikan peringatan pada sang anak.
“Siap Bu Bos.” Ucap Bianca melakukan gerakan memberikan hormat pada sang Ibu.
“Yaudah Mama mau langsung berangkat ya. Andro, Tante titip anak Tante selama di acara angkatan ya, tolong jaga dia jangan sampe dia ngelakuin yang aneh-aneh.” Pesan Yuni pada Alexandro.
“Siap Tante, Andro akan jaga Bianca dengan baik, Tante hati-hati di jalan ya.” Ucap Andro dengan senang hati menerima permintaan sang calon Ibu mertua walaupun tanpa di suruh sama sekali ia tetap akan melakukannya.
“Mama ih aku bukan anak kecil yang harus di titip segala.” Cemberut Bianca yang membuat Yuni tersenyum. “Mama hati-hati di jalan, jaga kesehatan sama jangan lupa sama makan yang teratur disana ya.” Pesan Bianca yang di angguki oleh Yuni.
Setelah selesai berpamitan kini Yuni telah masuk kedalam mobil yang di antarkan oleh Bianca dan juga Alexandro sampai di tempat parkiran.
“Kita mau langsung pulang?” Tanya Alexandro ketika tinggal mereka berdua yang berada disana.
“Iya kita pulang aja, kan kita harus packing buat besok.” Ucap Bianca yang di angguki oleh Alexandro.
***
Mereka berdua memasuki apartement dengan raut wajah yang bahagia, Bianca berjalan terlebih dahulu menuju ke kamar untuk mengganti pakaiannya, sedangkan Alexandro harus mengunci ganda pintu apartementnya itu terlebih dahulu karena kadang Ibunya itu suka mendadak datang ke apartementnya tanpa mengatakan terlebih dahulu padanya. Apalagi hari ini merupakan hari di mana ia di wisuda tapi keluarganya sama sekali tidak ada yang datang untuk dirinya, dan tentu Alexandro berjaga-jaga saja siapa tahu Ibunya itu berniat ingin datang ke apartementnya. Seteleh ia selesai mengunci ganda pintu apartementnya, Alexandro langsung menyusul Bianca ke kamar.
“Sayang,” ucap Alexandro dengan suara seraknya karena melihat Bianca yang saat ini hanya menggunakan pakaian dalam. Ia langsung memeluk Bianca dari belakang dan memberikan kecupan- kecupan basah di leher dan juga bahu Bianca.
“Apa si Andro, aku mau ganti baju dulu.” Ucap Bianca yang belum menyadari jika saat ini mata Alexandro telah menggelap dan ingin segera menerkam Bianca saat ini juga.
“Aku mau kamu,” ucap Alexandro, ia langsung membalikkan tubuh Bianca dan langsung mencium Bianca dengan lembut tapi menuntut. Bianca mengalungkan kedua tangannya di leher Alexandro dan mulai membalas ciuman Alexandro. Dan entah bagaimana caranya kini mereka telah berada di tempat tidur dengan Bianca yang berada di bawa kuasa Alexandro.
“I love you,” ucap Alexandro sebelum ia kembali mencium bibir Bianca.