Istana kekaisaran
Kaisar Tang yang bernama Tang San sedang duduk di singasananya, ia sedang membaca beberapa gulungan persetujuan akan pembanguan infrastruktur dari berbagai daerah.
Tepat di bawah singgahsana Kaisar, terdapat puluhan orang berdiri dengan sedikit membungkukkan badan.
Puluhan orang ini adalah pejabat kerajaan yang membawahi berbagi posisi di pemerintahan.
Para pejabat ini adalah ketua sekte atau salah satu tetua yang menjadi perwakilan dari masing-masing sekte, baik itu sekte aliran hitam maupun putih yang sejak dari dulu mendukung Kaisar.
Mereka sedang menunggu keputusan Kaisar atas berbagai pengajuan pembangunan yang akan direncanakan tahun depan.
Ketika Kaisar ingin menyatakan persetujuannya tiba-tiba dari arah pintu masuk datang seorang Kasim dengan tergesa-gesa.
Kasim itu memberikan sebuah kode kusus untuk Kaisar agar mengikutinya. Mendapatkan sebuah informasi yang menurutnya penting dan mendesak, membuat acara rapat harus ditunda beberapa waktu sampai Kaisar kembali.
Setelah pergi meninggalkan ruang rapat, sang Kaisar mendapatkan informasi yang sangat penting dari Kasim.
" Mohon ampun, Yang Mulia...... " ucap sang Kasim memberitahukan informasi.
Menurut informasi yang Kasim berikan, puluhan pengawal kepercayaan Kaisar telah di bantai habis di Desa Perbatasan.
Dengan menyisakan satu orang yang selamat, pendekar yang menjalani misi kusus untuk menjaga dan mengawasi Permaisuri dan Putra Mahkota berhasil melarikan diri, namun saat ini pendekar tersebut mengalami luka parah dan membutuhkan perawatan kusus.
Mendengar hal tersebut Tang San memerah matanya, sudut matanya menegang dan hatinya benar-benar geram.
Pasukan kusus yang ia kirim tanpa sepengetahuan istrinya adalah pasukan elit dengan tingkat kultivasi Pendekar Suci gerbang lima keatas bahkan sebagian dari mereka telah mencapai Pendekar Suci tahap Bumi.
Puluhan Pendekar Suci hanya biasa dibantai habis jika bertempur dengan sesama Pendekar Suci.
Dan yang pasti kelompok yang membantai seluruh pasukannya adalah salah satu kelompok yang berhianat dalam kubunya sendiri.
Mengingat hanya orang-orang di istanalah yang tahu sekecil apa pun pergerakan yang ia lakukan.
Tang San memijat kepalanya yang mulai terasa sakit. Dengan ini semakin jelas siapa musuh dalam selimut yang ia cari beberapa tahun yang lalu.
Pergerakan mereka sekarang menjadi masif dan tidak lagi bergerak dibalik layar, namun siapa dalang dibalik itu semua masih belum Tang San ketahui.
Sisi baik untuk Tang San karena bisa menangkap dan mengeksekusi langsung para penghianat dalam kelompoknya, tetapi sisi buruknya Pangeran Mahkota dan Permaisuri akan menjadi sandra untuk Kitab tanpa tanding yang saat ini mereka pegang.
“ Yang Mulia, langkah apa selanjutnya yang akan Anda ambil.”
“ Ikuti aku ke singgahsana.”
Kasim tidak mengejar lebih jauh, ia menunduk dan langsung mengikuti dari belakang setiap langkah yang diambil orang nomor satu di kekaisaran Tang ini.
***********
Tang San duduk dengan tegap diatas singasanannya, matanya menyapu puluhan pejabat pemerintahan yang saat ini sedang berdiri dihadapnnya.
Sesekali ia menghela nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar, perlahan aura pendekar ia keluarkan dan semua orang merasakan hawa yang begitu berat di dalam ruang aula rapat.
Semua orang tahu, bila Kaisar mereka membocorkan auranya berarti akan ada sebuah ancaman atau sesuatu hal yang tidak sesuai dengan keinginannya terjadi yang menyebabkan suasana hatinya buruk.
“ Aku langsung sahaja keintinya, ini mengenai Putra Mahkota dan Permiasuri.” seru sang kaisar dengan sorot mata tajam yang sekali lagi menyapu seluruh pejabat kerajaan.
Semua orang berkeringat dingin, bagaimana pun juga mereka tahu Permaisuri dan Putra Mahkota saat ini telah Kaisar sembunyikan di sebuah tempat yang mereka sendiri tidaklah tahu.
Tang San mengamati dengan saksama seluruh orang di ruang aula, ia melihat apakah ada salah satu dari mereka yang menunjukan gerak-gerik mencurigakan dengan pernyataannya yang mengejutkan.
Semua orang di dalam ruang aula itu pucat pasih dan tidak sedikit dari mereka yang merasakan sesak nafasnya karena aura pendekar kelas Legenda yang bocor dari tubuh Kaisar.
Reaksi yang ditunjukan semua orang dalam ruangan tersebut membuat Tang San kesulitan menemukan sesuatu yang mencurigakan dalam kelompoknya.
“ Tidak ada seseorang pun dalam istana ini yang tahu akan keberadaan Putra Mahkota dan Permaisuriku berada, tetapi sekarang ada puluhan bahkan lebih pendekar kelas tinggi yang sedang mengancam nyawa mereka.
Bila dalam aula ini ada seseorang atau sekelompok yang terlibat dalam rencana para pembelot saat ini.
Aku pastikan kepala kalian dan anggota-anggota sekte kalian akan terlepas dari tempatnya.”
Tang San menatap tajam semua orang, aura pendekar yang ia keluarkan semakin intens keluar dari dalam tubuhnya.
Aura keemasan pekat yang sangat mendominasi, semua orang sekarang berubah posisi dari berdiri menjadi berlutut. Saking beratnya aura petarung yang di miliki Kaisar.
Kasim yang berdiri dekat dengan posisi Kaisar, berlutut sampai hampir jatuh tidur tengkurap, merasakan aura pendekar yang begitu berat.
Dan kenyataan ia adalah orang yang paling rendah tingkat kultivasi pendekarnya membuat pria bertubuh gemuk ini tidak kuasa menahan beban yang ia rasakan.
“ Setelah semua pembelot tertangkap, kalian semua yang berada disini akan mendapatkan pemeriksaan kusus. Setiap sekte yang yang terlibat dengan aksi pembelot, aku pastikan detik itu juga sekte kalian akan menjadi sekedar nama tanpa anggota!!! ” ucap sang Kaisar dengan intonasi yang tegas dan keras.
Perjalanan Tang San untuk dapat menduduki posisi sekarang memang tidaklah mudah, ia sendiri yang anak selir sebenarnya tidak pantas menduduki posisi Kasiar, mengingat ada seorang Putra Mahkota yang lebih berhak.
Namun karena suatu sebab, Putra Mahkota tidak mendapatkan restu dari Kaisar sebelumnya, hal ini tentu memicu berbagi konfik internal bagi setiap kubu yang mendukung Putra Mahkota dengan pendukung Pangeran anak selir.
Konfik terus terjadi, sampai Kaisar yang sebelumnya meminta sebuah kotribusi besar dari setiap Pangeran yang mencalonkan diri sebagai Kaisar selanjutnya.
Lebih dari sebuah kontribusi belaka, Kaisar sebelumnya juga meminta mereka untuk memimpin pasukan dan menghadapi gelombang serangan mahluk siluman yang meresahkan kekaisaran.
Tidak ada yang menyangka bahwa anak selir itu akan memberikan kontribusi paling besar dalam peperangan melawan gelombang siluman, dan membuat Kaisar sebelumnya memberikan jabatannya.
Dengan mendapatkan dukungan penuh dari Penasehat kerajaan, semua sekte berbondong-bondong mendukung perjuangan Tang San melawan bangsa Siluman.
Sebenarnya ada alasan kusus mengapa Penasehat kerajaan mendukung Tang San, alasan itu baru terungakap beberapa tahun kemudian.
Terungkapnya kekuatan Tang San sebagai seorang Kaisar yang mampu menerobas tingkat tertinggi dalam dunia pendekar, menjadi sorotan semua pihak.
Setelah berbagai pihak mencari tahu kebenarannya, kenyataan dapat mereka ketahui dengan jenis ilmu silat yang Kaisar saat ini gunakan.
Penyerapan Chi, pergerakan setiap jurus, dan pengolahan tenaga dalam yang begitu kentara perbedaanya dengan ilmu silat yang saat ini berkembang di dunia persilatan.
Menimbulkan isu yang berlebihan mengenai Kaisar yang mendapatkan Kitab silat tanpa tanding dari Dewa, walaupun isu tersebut terkesan berlebihan, tetapi kenyataanya memang benar.
Di mulai semenjak itulah berbagai oraganisasi di kekaisaran Tang berusaha mencari tahu bahkan mencoba meminta secara terang-terangan ilmu silat seperti apa yang digunakan sang Kaisar.
Dari situlah muncul para pembelot, dengan mendapat dukungan dari Putra Mahkota yang gagal menjadi seorang Kaisar, para pembelot ini berusaha mencuri Kitab silat tanpa tanding yang di miliki Kaisar saat ini.
Pergerakan mereka sebelumnya sangat gencar dan terang-terangan. Baru setelah Tang San menghancurkan satu organisasi pembelot sampai keakar-akarnya sendirian, setiap organisasi yang mau bergabung dengan fraksi pembelot mengurungkan niatnya.
Fraksi pembelot merasa ngeri dengan aksi seorang diri Tang San yang mampu membunuh ribuan orang sekejap mata hanya dalam waktu kurang dari satu hari.
Aula rapat menjadi hening seketika, aura berat yang menekan semua orang membuat sebagian dari mereka jatuh pingsan.
Menyaksikan sebagian dari kelompok mereka jatuh pingsan, semua pejabat kerajaan serempak memohon ampun.
“ Ampuni kami Yang Mulia, kami sungguh tidak berani berbuat sekeji itu.”
“ Ampuni kami Yang Mulia.”
“ Ampuni kami Yang Mulia.”
Sekarang semua orang tidak menahan aura menekan yang menimpa tubuh mereka, mereka menarik tenaga dalam mereka dan membiarkan tubuh mereka jatuh bersujud di depan Kaisar.
“ Ck, dasar serigala berbulu domba” gumam lirih sang Kaisar.
Reaksi tersebut hanya medapatkan decakan kesal dari Tang San sebelum pergi meninggalkan ruang rapat dan menarik semua aura bertarungnya.
Kepergiaan Kaisar dari ruang rapat membuat semua orang bernafas lega dan meriniding secara bersamaan.
Ancaman Kaisar bukan isapan jempol belaka, setelah para pembelot itu tertangkap. Semua yang terlibat dalam fraksi pembelot akan mendapatkan hukuman mati.
Semua orang dalam ruang rapat menjadi gaduh dan riuh, membahas serta mendiskusikan para fraksi pembelot yang bersembuyi dalam kelompok mereka.
*********
Di tempat Dou Jin.
Ibu dan anak ini tidak merasa telah jatuh di perangkap musuh, mereka sedang menikmati malam berdua dengan sang Ibu yang menceritakan sosok suaminya yang begitu gagah, dan berani sebagai seorang Kaisar yang memimpin kekaisaran.