Eps. 22 Mengamuk

1439 Kata
Insting dan ketajaman indra yang saat ini Dou Jin miliki semakin tajam, ia sekarang mampu merasakan berbagai aura dan mencium baunya darah dari jarak yang sangat jauh. Keberadaan Naga kecil dalam ranah jiwa meningkatkan indra penciumannya, dengan adanya Naga kecil dalam ranah jiwanya sekarang ia bisa mengendus keberadaan orang baik itu aura atau pun bau amis darah di tempat yang jauh. Merasakan ada bau amis darah dan beberapa aura pertarungan, Dou Jin merasa penasaran dan berniat menuju sumbernya. Kurang lebih sepuluh menit berlalu, Dou Jin akhirnya dapat sampai di lokasi yang ia tuju. Begitu sampai di lokasi Dou Jin melebarkan matanya, ia melihat ada kerumunan orang dengan sebagian orang yang telah mati tergelatak tanpa busana. Pandangannya menyapu sekitar dan ia menyaksikan kerumunan orang berpakaian hitam itu kurang lebih berjumlah lima puluhan, dengan beberapa mayat yang tergeletak mati disekelilingnya. Dou Jin yang melihat pakaian orang-orang itu tersentak kaget, bukan karena kematian para wanita yang mengenaskan, melainkan pakaian orang-orang itu yang berwarna hitam membuatnya teringat kejadian pelarian dengan sang ibu. Degg Jantung Fahmi seperti tersentak, semua ingatan masa lalu dengan sang ibu tiba-tiba masuk ke dalam pikirannya. Memori-memori itu memenuhi isi kepalanya, "Aaarrrghhhh." Dou Jin berteriak sambil memegang kepalanya yang terasa pening. Semua kejadian sewaktu ibunya meledakan tubuhnya terkenang kembali. Pakaian yang dikenakan orang-orang ini memicu ingatan lama dalam otak Dou Jin yang sempat terpendam karena kedatangan Naga kecil dan Tanaman kelas ilahi dalam ranah jiwanya. Begitu kenangan itu muncul, perasaan hatinya begitu sakit. Bukan hanya hatinya sahaja yang sakit, banyaknya ingatan yang terlupakan tiba-tiba kembali terkenang membuat Dou Jin merasa pusing. Kehilangan seorang ibu untuk seorang anak tentu sangat menyakitkan. Anak mana yang tidak sakit hatinya bila, melihat orang yang paling disayanginya di dunia ini meledakkan tubuhnya sendiri untuk melindunginya. Dou Jin yang merasakan kepedihan itu menitikan air matanya. Tidak ada suara tangisan, hanya air mata yang keluar dari kedua bola matanya begitu deras sampai-sampai sebagian bajunya basah. Tidak jauh dari tempat Dou Jin berdiri, sekelompok orang itu menatapnya dengan heran sekaligus tekejut. Dalam pandangan mereka Dou Jin seperti anak berusia dua puluh tahunan yang menyedihkan. “ Hahahha, anak muda jangan bersedih. Wanita-wanita itu sudah berjasa memuaskan kami. Apa salah satu orang yang di sana itu orang yang dekat denganmu sehingga kau menangisi mereka?” tanya salah satu orang berpawakan besar menunjuk beberapa wanita yang mati tanpa busana. “ Ketua, dia bukan pendekar, aku sama sekali tidak merasakan aura petarung dalam tubunya. Mungkin dia tersesat karena tidak bisa menemukan jalan pulang, makanya dia menangis. Hahhahahah.” “ Ketua, dia sudah tahu lokasi keberadaan kelompok kita, kita tidak bisa membiarkannya hidup begitu sahaja.” “ Aku setuju denganmu, bunuh sahaja lelaki itu. Buat dia bertemu dengan orang yang ingin ia jumpai,” ucap ketua kelompok sambil melangkah pergi meninggalkan kelompoknya tanpa peduli nasib pemuda di hadapannya. Dou Jin sendiri tidak mempedulikan apa pun yang diucapkan orang-orang dihadapnnya, ia tetap menangis karena kesedihannya. Di saat Dou Jin tengah menangis, salah satu orang dari kelompok itu mulai menyerangnya. Satu orang pendekar mengawali serangan dengan pukulan bertenaga dalam tinggi, merasa ada orang yang melesat ingin menyerangnya. Dou Jin dengan santai menghindar tanpa memberikan serangan balasan. Tingkatan pendekar yang berada dibawah pendekar suci membuat Dou Jin mampu dengan mudahnya membaca serangan lawan. “ Sial, ternyata dia begitu cepat. Kawan-kawan cepat bantu aku. Sepertinya pemuda ini bukan orang sembarangan.” Bertambah lagi orang yang menyerang Dou Jin, sekarang ada lima orang mengeroyok Dou Jin secara bersamaan. Tiga melakukan serang jarak dekat dan dua melakukan serangan jarak jauh.. Melihat semua serangan tertuju kepadanya, Dou Jin menghela nafas panjang kemudian ia menyeka air mata pada wajahnua. Sekarang ia menatap semua orang di hadapannya dengan tatapan tajam penuh kebencian. Bukan sebab kesadisannya, Dou Jin membenci orang-orang ini. Melainkan baju yang berwarna hitam yang memicu emosinya yang membuat Dou Jin berniat membunuh semua orang yang berada dalam lokasi. Booom Krakkkk Duaarrr Serangan jarak jauh dengan mudahnya Dou Jin hindari, ia melesat memukul kepala salah satu diantara mereka, ledakan keras terjadi saat kepala orang tersebut hancur seperti bubur. Tidak ingin memberikan kesemptan kepada yang lainnya, Dou Jin memberikan tendangan memutar dengan kaki kirinya menghantam leher salah satu lawan terdekatnya dan mematahkan leher tersebut. Menyisakan satu lagi orang yang paling dekat dengan Dou Jin, ia menghantam dengan tangan kanannya tepat mengenai ulu hati lawannya. Pukulan yang terlihat samar tidak memiliki tenaga dalam itu ternyata memiliki tenaga dalam yang tinggi, dengan cepat menghempaskan tubuh pria tersebut menabrak pohon besar. “ Pendekar Suci!!!!” “ Ketua, dia Pendekar Suci.” “ Ketua, apa yang harus kami lakukan?” Pukulan yang Dou Jin berikan langsung menewaskan ketiga lawannya, dengan satu pukulannya sahaja orang-orang yang menjadi lawannya bisa memastiakan bahwa tingkatan Dou Jin adalah pendekar Suci. Melihat hal tersebut ketua kelompok tersebut menghentikan langkahnya dan memandang Dou Jin dengan tatapan ngeri. Arrrrrghhhhh Teriakan Dou Jin memecah keheningan, ia yang tersulut emosi dan benci akibat kenangan menyedihkan yang muncul kembali, bergerak cepat membunuh semua orang. Dou Jin melesat begitu cepat menerjang semua orang yang berada di hadapannya. Gerakan Dou Jin yang tidak terlihat membuat semua orang yang menatapnya dengan pandangan ngeri dan takut. Semua orang yang ada di tempat itu berada di tingkat pendekar Ahli, Pendekar Bergelar dengan ketua mereka yang telah mencapai pendekar Raja. Merasakan tekanan yang luar biasa atas aura yang tiba-tiba merembes dari tubuh Dou Jin, semua orang bergetar kakinya tanpa terkecuali ketua mereka. Bomm Bomm Bomm Duarrr Hanya dengan satu kali pukulan semua lawan Dou Jin hancur kepalnya, beberapa kali juga ia menendang dengan kaki menghantam perut yang menyebabkan tubuh lawanya terhempas jauh menabrak pohoh. Ketua kelompok memaku tubuhnya, merasakan ngeri dan takut secara bersamaan, ia yang semula kejam terhadap semua lawan-lawannya seperti seekor bintang buas yang kehilangan taringnya. Tidak berdaya. Dari puluhan orang sekarang tersisa belasan orang, Dou Jin terus memukul semua orang dengan satu pukulan yang mematikan seperti Dewa kematian. Tidak ada yang bisa menghindar apa lagi melakukan serangan balasan. Kerasnya tubuh Dou Jin yang sekarang setara dengan tubuh seorang Pendekar Kaisar Suci, membuatnya memiliki kekeraasan tertinggi di tingkatan seorang pendekar yang dengan mudahnya menghancurkan tubuh seorang pendekar. Belum lagi keberadaan tanaman kelas ilahi dalam ranah jiwanya, adanya tanaman kelas ilahi dalam ranah jiwanya membuatnya memiliki setamina tidak terbatas. Bila Dou Jin merasakan kelelahan, tanaman tersebut akan langsung menyupali enegri dalam tubuhya dalam bentuk Chi muri yang akan memulihkan tenaga dan menghilangkan sakit dalam tubunya. Dou Jin bergerak seperti mesin pembunuh, penjagal atau pun Dewa kematian yang mengerikan, tidak ada satu pun musuh yang berhasil menghadangnya, dengan satu pulukan atau tendangan semua ibarat semut yang mudah dimatiakan. Pembantaian yang terjadi membekukan seluruh anggota kelompok ini, mereka merasakan takut yang teramat besar dalam hidupnya, ini adalah kali pertama dalam hidup mereka menyaksikan p*********n orang dengan mudah hanya dengan satu kali pukulan. Puluhan tahun mereka berkicambuk dalam dunia kekerasan, kekejian bahkan kesadisan, namun baru kali ini mereka menyaksikan ada seorang manusia yang mampu membunuh lawanya hanya dengan satu kali serangan. Bahkan ketua mereka yang pernah sekali bertarung melawan seorang Pendeka Suci tidak pernah merasakan sebegitu ngeri saat merasakan auranya. Menyisakan tiga orang yang tersisa. Ketua dan dua orang tangan kanannya bergetar keras kakinya, nafas mereka berat dan jantung mereka berdetak keras, ngeri dan cemas secara bersamaan. Bukk Ketiga orang ini bersujud memohon ampun, mereka meminta pengampuan dari Dou Jin, mereka benar-benar tidak menyangka ada anak semuda Dou Jin yang memiliki kekuatan, dan teknik yang sangat tinggi, bahkan baru kali ini ada pemuda seumuran Dou Jin dapat membunuh lima puluh lima orang pendekar Bergelar dan Ahli hanya dengan satu kali serangan. “ Tuan muda, mohon maafkan kami. Berikan kami kesempatan, kami berjanji seluruh hidup kami akan kami berikan kepada tuan muda,” ucap ketua kelompok ini dengan keringan bercucuran dengan nada memelas. ****** Tuan putri Xiao Mei yang tidak jauh dari lokasi tempat bertarunganya Dou Jin merasakan ngeri juga, ini juga baru pertama kalinya ia menyaksikan ada seorang anak muda yang dengan mudahnya membantai puluhan pendekar Bergelar dan puluhan pendekar Ahli hanya dengan sekali pukulan. “ Sepertinya pemuda itu tidak berasal dari kekaisaran Han, dari motif pakaiannya sepertinya ia berasal dari kekaisaran Tang. Tidak heran bila seumuranku ia bisa membantai dengan mudah pendekar kalas menengah.” Xiao Mei tahu orang-orang dari kekaisaran Tang memiliki tingkat kultivasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang-orang yang berada di kekaisaran Han. Jumlah pendekar tingkat Suci di kekaisaran Tang sudah mencapai ratusana ribu, sedangkan di kekaisaran Han, pendekar Suci bisa di hitung dengan jari. “ Sepertinya aku akan mengamati sebentar, sebelum pergi ke istana. Ini bisa menjadi kabar buruk untuk kekaisaran bila lelaki itu mengunakan kekuatannya untuk mengacaukan kekaisaran,” batin Xiao Mei. Tanpa Xiao Mei sadari keputusan yang diambilnya akan berujung pada penyesalan yang teramat besar dalam hidupnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN