Eps. 21 Arch 1 end

1145 Kata
Kaisar Tang, Tang San bergerak ke Barat mengikuti jejak terakhir dari dua pendekar yang melarikan diri. Kurang lebih setengah jam kemudian, mereka akhirnya sampai di lokasi terakhir dari jejak kedua pendekar tersebut. Dengan bercak darah yang membasahi tanah disekitarnya, dan pepohonan yang tumbang menampakkan pemandangan lokasi bekas terjadinya pertarungan. " I...Ini, apa pendekar itu meledakan Dantiannya?" batin Tang San bertanya-tanya. Pandangan Tang San teralihkan oleh sebuah kawah yang cukup besar. Kawah itu terletak tidak jauh dari lokasi pertarungan itu. Menurut pengalamannya di dunia persilatan, kawah sebesar itu bisa tercipta sebab lonjakan tekanan tenaga dalam tingkat tinggi yang dihancurkan. Terbentuklah sebuah ledakan. Lonjakan energi yang di hancurkan akan meledak dan mampu untuk menghancurkan segalanya, seperti bom yang meledak. " Cepat periksa area itu. Cari apa ada sesuatu petunjuk, " perintah Tang San kepada pasukannya. " Laksanakan, Yang Mulia. " Semua orang bergerak menyebar, mencari petunjuk yang bisa membantu mereka untuk menemukan Putra Mahkota dan Permaisuri. Tang San sebagai Kaisar tidak berpangku tangan begitu sahaja, ia ikut mencari petunjuk dan mengamati dengan saksama lokasi pertarungan. " Benar, sepertinya pendekar itu telah meledakkan tubuhnya," seru Tang San yang sudah berhasil menarik sebuah kesimpulan. Bukti tanah gersang dengan bau tanah yang seperti terbakar itu menandakan bahwa kawah yang Tang San priksa memang tercipta dari sebuah ledakan Dantian. Tiga jam kemudian Tang San beserta pasukannya tidak mendapatkan apa pun dalam pencariannya. Mereka tidak mendapatkan informasi yang berguna. Jejak terakhir yang mereka temukan juga seperti telah di hapus, membuat sepasukan ini beserta Tang San tidak mendapatkan apa pun dalam pencariannya. " Sial, sepertinya mereka telah menghapus jejaknya, " umpat Tang San setelah kehilangan petunjuk. **** Akhirnya pasukan kekaisaran Tang kembali dengan tangan kosong, mereka sama sekali tidak dapat menemukan keberadaan Putra Mahkota dan Permaisauri yang mereka cari. Meskipun mereka menemukan lokasi terakhir pertempuran. Bekas darah yang berceceran dan beberapa bukti yang menunjukan tempat tersebut telah terjadi pertarungan. Namun mereka sama sekali tidak menemukan jejak atu pun petunjuk yang bisa membantu mereka dalam pencariannya. Walaupun mereka berhasil menemukan kawah yang terbentuk sebab meledaknya Dantian, namun kawah itu tidak memberikan informasi apa pun. Dengan tidak ditemukannya petunjuk itu, sepasukan ini kembali ke istana. Kaisar Tang San merasakan sedih yang teramat sangat dalam, ia menyesali segela keputusan yang diambilnya. Dia menyangka dengan kepergian istri dan anaknya akan memperlambat bencana besar yang akan terjadi. Namun kenyataannya berbanding terbalik, kepergian Istri dan anaknya justru menjadi awal konflik yang sebenarnya, ia sangat bersedih bila mengingat kembali keputusannya. Keberadaan Putra Mahkota sebagai kunci atas kemunculannya Kitab tanpa tanding dan Pusaka penguasa Dunia, sekarang telah menghilang. Hilangnya Putra Mahkota tentu akan membuat gempar seluruh kelompok di kekaisaran. Tang San hanya bisa mengigit bibirnya geram. Ia bisa menebak beberapa kelompok yang tahu akan hilangnya Putra Mahkota pasti akan segera bertindak. Mengingat ambisi mereka dengan Kitab tanpa tanding dan Pusaka penguasa Dunia tentu tidak membiarkan kesempatan ini lepas. Untuk memastikan apakah Putra Mahkota dan Permaisauri masih hidup, Tang San bertanya kepada Penasehat kerajaan. Penasehat kerajaan mencoba menerawang keberadaan Permaisuri dan Putra Mahkota dengan batu Kristal. Hasilnya benar-benar mengecewakan dan sebagian lagi mengejutkan. Untuk Permaisaruri, Penasehat kerajaan sudah mengatakan bahwa Permaisuri sudah meninggal, batu Kristal menunjukan warna hitam, warna yang tidak menunjukan tanda-tanda kehidpan. Dengan menarik kesimpulan tersebut, Penasehat Kerajaan mengatakan permaisuri telah meninggal, sedangkan untuk putra Mahkota, masa depanya tidak bisa diperkirakan. Cahaya yang menyala begitu menyilaukan ketika bola Kristral membaca masa depan Putra Mahkota menandakan Putra mahkota memiliki masa depan yang baik dan bagus. Bahkan penasehat kerajaan berani mengatakan Putra Mahkota memiliki masa depan yang besar seperti ayahnya. Atas dasar bukti tersebut, Penasehat Kerajaan mengatakan bahwa Putra Mahkota masihlah hidup dan belum mati. Pernyataan tersebut membuat Tang San terkejut dan ia merasa masih memiliki harapan untuk bertemu dengan anak kandungnya sendiri. Walaupun rasa sesak dihatinya tetap ada lantaran telah kehilangan istri tercinta. Tetapi ia mencoba untuk tetap tegar. Dengan kabar hidupnya Putra Mahkota, Tang San memiliki tujuan untuk hidup lebih lama lagi dan aktif kembali mencari pembunuh istrinya. ***** Sesuai dengan instruksi yang Penasehat kerajaan itu berikan, sepasukannya telah berhasil menghilangkan jejak terakhir hilangnya Putra Mahkota. Sepasukan yang telah berpengalaman di dunia hitam ini pandai sekali dalam melakukan pengalihan dan penghilangan jejak. Mereka berhasil menipu Tang San beserta pasukannya. Dengan menyamarkan jejak dan sedikit menambahkan pengalihan. Tang San beserta pasukannya tidak bisa menemukan informasi atau petunjuk apa pun di lokasi pertarungan. Begitu melihat sepasukan Kaisar Tang pergi ke istana, Penasehat kerajaan mengumpulkan semua pentinginya untuk melakukan rapat. Penasehat kerajaan, Liu Kang mengumpulkan seluruh anggotanya untuk membahas rencana mereka. Dengan misi yang tidak bisa mereka selesaikan, berbagai target yang harusnya dapat tercapai tahun depan menjadi tidak terlaksana. “ Masih ada harapan, kita harus menemukan Putra Mahkota. Cari di seluruh wilayah kekaisaran Han karena jejak terakhir sepertinya ia akan berada di wilayah kekaisaran Han. Kali ini jangan sampai gagal, perkembangan organisasi kita bergantung pada hasil misi kali ini, ” seru Penasehat kerajaan dengan penuh semangat. Penasehat kerajaan satu langkah lebih maju dibandingkan Tang San, kemampuannya yang bisa meramal masa depan membuatnya mampu melihat jejak terakhir Dou Jin. Ia sekarang mengerahkan seluruh pasukannya menuju Kekaisaran Han, tempat terakhir Putra Mahkota yang terlihat dalam batu kristal. ***** Tidak hanya Penasehat kerajaan yang ingin melakukan pencarian terhadap putra Mahkota, Kaisar saat ini juga tengah melakukan hal yang sama. Di samping ia mencari Putra Mahkota ia juga tetap mencari keberadaan kitab Tanpa tanding dan Pusaka pengusa dunia agar keseimbangan tetap terjaga. Semula ia bersedih dan hampir kehilangan tujuan hidup karena harus kehilangan dua orang terpenting dalam hidupnya, namun begitu ia mendengar anaknya masih hidup, sedikit semangat hidup perlahan kembali muncul. Meskipun semangat itu tidak sebesar sebelumnya, tetapi itu sudah cukup memberikan sepercik harapan untuknya agar tetap berjuang untuk menjaga visi dan misinya. Kaisar juga sudah membentuk satuan pasukan elit yang sudah ia cipatakan sepuluh tahun yang lalu. Pasukan elit kusus ini adalah satuan kusus yang murni Kaisar perintahkan untuk mencari keberadaan Kitab Tanpa tanding dan Pusaka penguasa dunia. Mereka sudah berpencar ke seluruh dunia, dengan kultivasi yang berada di pucak Pendekar Suci tahap surga. Kelompok berisikan tiga orang di setiap anggotanya ini memiliki misi kusus tambahan selain untuk mencari keberadaan Kitab tanpa tanding, mereka juga di perintahakan untuk mencari Putra Mahkota yang masih hidup. Sekarang Kaisar sudah bisa memfokuskan pikirannya untuk menghadapi serangan gelombang bangsa Siluman yang sebentar lagi akan menyerang kekaisaran Tang. Kekaisarang Tang memang terkenal kekaisaran terkuat dalan benua Dataran Tangah, setiap beberapa tahun sekali akan terjadi serangan dari bangsa Siluman yang berniat memperebutkan wilayahnya. Bangsa Siluman yang memiliki lebih dari tujuh puluh persen wilyah kekaisaran Tang membuat mereka ingin sepenuhnya menguasi dataran manusia. Walaupun luas dataran manusa di kekaisaran Tang hanya berkisaran dua puluhan persen, tetapi dua puluh persen itu luasnya hampir sama dengan dua kekiasaran Han dan Wei jika disatukan. Tidak heran bila, kekaisaran Tang adalah kekaisaran terkuat di Benua Dataran Tengah, jumlah sumber daya yang melimpah dengan batu Kristal siluman yang mudah didapatkan membuat ratusan ribu Pendekar Suci terlahir setiap tahunnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN