Eps. 23 Pemimpin Baru Boss Bandit Serigala Hitam

1276 Kata
“ Tuan muda, mohon maafkan kami. Berikan kami kesempatan, kami berjanji seluruh hidup kami akan kami berikan kepada Tuan muda, ” ucap ketua kelompok ini dengan keringat bercucuran dan nada memelas. Mendengar pernyataan tersebut Dou Jin menghela nafas pelan. Perlahan ia mencoba untuk mengontrol emosinya, bagaimana pun juga sekarang ia berada di sebuah tempat yang baru, tidak mengetahui petunjuk arah dan belum memiliki pandangan apa pun akan bagaimana ia mewujudkan pesan terakhir ibunya. Setelah mempertimbangkan banyak hal dan pilihan, akhirnya Dou jin memiliki sebuah rencana dengan ketiga orang yang telah berjanji mengabdikan hidupnya untuk Dou Jin. Huhhh “ Pertama ganti baju kalian terlebih dahulu, aku tidak menyukai orang yang berpakaian hitam,” printah Dou Jin dengan nada tegas. Mereka bertiga langsung melakukan intruksi yang Dou Jin berikan, setelah berganti baju Dou Jin meminta salah satu dari ketiga orang itu untuk menjelaskan apa pun yang Dou Jin tanyakan. " Kalian sebenarnya kelompok apa...." " Kami adalah.... " Yang pertama Dou Jin tanyakan adalah siapa mereka, salah satu dari mereka menjawab bahwa sekelompok orang ini adalah sekumpulan bandit Serigala hitam. Kelompok bandit yang berada di wilayah kekasiaran Han. Jumlah anggota kelompok bandit ini adalah tiga ratusan orang dengan tiga pemimpin yang berbeda-beda, salah satu pemimpin telah tunduk dan patuh kepada Dou Jin sedangkan sisanya masih berpencar menjalankan kebiasaan mereka, yaitu merampok. Setelah mendapatkan penjelasan dari mereka, Dou Jin bisa menyimpulkan sekarang. Ia sudah tahu ternyata ia berada di wilayah kekaisaran Han, sungai yang menghanyutkan Dou Jin ternyata menghantarkannya sampai ke kekaisaran lain. “ Kumpulan seluruh pemimpin dan seluruh anggota, aku ingin berbicara dengan mereka semua,” seru Dou Jin dengan jelas, menampakkan aura kepemimpinan terpancar dari nada bicaranya. “ Laksanakan, Ketua.” Ketiga orang itu melesat pergi untuk mengumpulkan seluruh anggota bandit yang berbencar melakuakan kebiasaanya masing-masing. Tidak ada keraguan dalam wajah ketiga orang tersebut. Yang tampak dalam wajah mereka sekarang adalah wajah senang dan bangga, entah mengapa kematian anggota mereka tidak membuat mereka berasedih. Dengan kedatangan Dou Jin yang memiliki kekuatan setara pendekar Suci dan bahkan lebih, membuat mereka merasa antusias, sebab mereka yakin sebentar lagi kelompok bandit mereka akan memiliki pengaruh yang besar di kekaisaran Han. Mengingat kekuatan yang Dou Jin miliki tentu ketiga orang ini percaya, masa depan kelompok bandit mereka lebih terjamin untuk kedepannya. Kedudukan kelompok bandit mereka jelas mendapatkan tempat yang disegani di seluruh kekaisaran Han. Saat semua orang telah pergi Dou Jin pun ikut melesat pergi, ia melesat begitu cepatnya sampai hanya terlihat sekelebat bayangan sahaja yang terlihat. Dou Jin pergi menuju ke tempat seorang wanita remaja berusia delapan belas tahun yang sejak dari awal terus mengamatinya. “ Nona muda, apa Nona punya masalah dengan sekelompok bandit itu,” tanya Dou Jin dengan pandangan menyelidik. “ Ehmm. Maaf tuan muda. Sepertinya aku tersesat dan tidak sengaja sampai di lokasi ini,” jawab Xiao Mei yang menatap Dou Jin dengan tatapan kagum dan jatungnya berdetak cepat. Kesan mengerikan dan sadisnya p*********n yang Dou Jin lakukan tiba-tiba menghilang begitu Xiao melihat langsung paras wajahnya Dou Jin. Dalam pandangan Xiao Mei, ia melihat sosok lelaki idamanya. Wajah putih bersih, rambut lurus dengan hidug agak mancung yang serasi dengan dangu lancip menampakan sosok lelaki yang tampan. Bibir yang merah hampir seperti seorang wanita yang memakai gincu, menunjukan wajah yang cantik, namun sangat luwes dengan sorot mata yang tajam, yang semakin menambah karisma ketampanan Dou Jin. Xiao Mei yang dari jauh memandang pertarungan Dou Jin tidak menyadari bahawa wajah Dou Jin akan sangat tampan bila, dilihat dari jarak yang sangat dekat. Gambar kekerasan dan kekuatan besar yang semula Xiao Mei saksikan tiba-tiba terlupakan lantaran pesona Dou Jin yang begitu memikat. Dou Jin sendiri biasa sahaja melihat kecantikan Xiao Mei, ini adalah kali pertamanya ia bertemu dan mengobrol dengan wanita, sebelum-sebelumhya hanya sang ibu sahaja yang menjadi teman bicaranya. Dalam pikiran Dou Jin ia sama sekali tidak mengerti tentang asmara, lawan jenis dan cinta. Yang ia ingin tahu dan pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya agar ia bisa mewujudkan impian sang ibu. Dou Jin tersenyum cangung mendengar jawaban Xiao Mei, ia tahu wanita itu berbohong, sedari awal Dou Jin sudah merasakan Xiao Mei membuntutinya dari belakang. Lantaran merasa Xiao Mei tidak memilki aura jahat, bahkan tidak memiliki aura pembunuh, Dou Jin memilih membiarkan Xiao Mei mengamatinya dari jauh. “ Oh begitu rupanya, jika seperti itu bolehkah aku mengantar nona kembali kerombongan?” “ Jika itu tidak merepotkan tuan muda, aku mohon pertolongannya,” ucap Xiao Mei seraya terseyum tipis dengan mata yang melirik genit, mencoba menunjukan kecantikannya kepada Dou Jin. “ Ikutilah aku, akan aku antarkan nona menuju rombongan nona, ” seru Dou Jin datar tanpa sekalipun tertartik untuk selalu menatap lawan bicaranya. Meskipun putri seorang Kaisar, Xiao Mei belum pernah beretemu dengan seorang lelaki setampan Dou Jin di dalam istana mau pun di sekte-sekte besar yang pernah ia kunjungi. Semua orang memuji kecantikannya, tidak jarang para bujangan akan menatap Xiao Mei dengan padangan liar sebab kecantikan yang ia miliki benar-benar membuat semua lelaki ingin berusaha memilikinya. Namun semua itu berbeda saat berhadapan dengan Dou Jin, ia merasa terabaikan dan kecantikannya yang semula ia percaya dapat menarik hati Dou Jin ternyata sama sekali tidak memberikan kesan apapun kepadanya. Wussss Dou Jin yang memiliki penciuman tajam dan indra perasa yang kuat membuatnya mampu merasakan keberadaan rombongan Xiao Mei dari jarak yang sangat jauh. Xiao Mei dari belakang punggung Dou Jin merasa sedikit kecewa, ia merasa seperti terabaikan dengan respon yang Dou Jin berikan. Ini adalah kali pertamanya dalam hidupnya mendapatkan perlakuan sangat dingin oleh lawan jenis yang sesusia dengannya. Setelah berjalan sekian lama akhirnya Dou Jin berhasil sampai menuju rombongan pasukan Xiao Mei. Begitu sampai di tempat tujuan Dou Jin tidak mengantarkan Xiao Mei sampai kepada rombongan tersebut, ia mengambil jarak saat akan sampai di lokasi. Dou Jin sendiri tidak ingin terlibat lebih jauh lagi dengan Xiao Mei, pikirannya saat ini sedang sibuk memikirkan tentang rencana kedepannya dengan sekelompok bandit. “ Kita sudah sampai, tepat di seratus meter kedepan ada beberapa pasukan yang sedang mencari seseorang, mungkin itu adalah pasukan Nona. Oh, iya ada pesan terakhir untuk Nona, ‘ jangan bekata bohong di depan orang yang kuat, masih beruntung nona bertemu dengan orang baik, jika tidak, mungkin Nona sudah tidak memiliki nyawa lagi’,” ucap Dou Jin memberi nasehat sebelum melangkah pergi tanpa peduli Xiao Mei akan menerima ucapan terima kasih atau tidak. Deggg Xiao Mei seperti tersambar petir, jantungnya tersentak kaget. Ia tidak menyangka bahawa sejak dari awal ia sudah tercium keberadaanya. Sebelumnya ia menduga Dou Jin tidak mengetahui keberadaanya. Lantaran Ia selalu menjaga jarak aman saat mengikutinya, “ Benar-benar lelaki yang menarik, aku menjadi semakin penasaran akan seperti apa yang akan aku dapatkan bila mengindahkan lagi pesan Penasehat kerajaan,” ucap Xiao Mei berdecak kagum. Pesan yang sesepuh kerajaan semakin membuat Xiao Mei penasaran, akan seperti apa bila ia terus mengindahkan pesan tersebut. Apakah Xiao Mei akan mendapatkan sesuatu sesuai harapannya, ia hanya bisa mengandai-andai. Begitu Xiao Mei sampai di rombongan pasukannya, ia langsung memerintahkan ketua pasukannya untuk mengikuti Dou Jin dan mencari tahu siapa identitas Dou Jin sebenarnya sebenarnya. ****** Dou Jin kembali ke lokasi sebelumnya, tempat dimana ia berserta ketua bandit berjanji untuk bertemu. Setelah sampai di lokasi ternyata sudah terkumpul semua anggota bandit dan para ketuanya. Pandangan Dou Jin menyapu seluruh anggota bandit, ia hanya merasakan hanya ada satu pendekar Suci dan itu pun baru membuka gerbang pertama diantara delapan gerbang yang harus ia buka. Dou Jin berdiri dihadapan seluruh anggota bandit, dan sekarang semua orang menatap Dou Jin dengan pandangan penasaran, mereka mengetahui Dou Jin tidak memilki aura pendekar. Dan mereka tidak bisa membaca berada ditingkat mana Dou Jin sekarang. “ Apa ada yang keberatan jika aku menjadi pemimpin utama Bandit Serigala hitam?”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN