Eps. 26 Menuju kota terdekat

1175 Kata
Li Mubai bergegas mencari keberadaan sang Kaisar untuk menyampaikan apa yang baru ia saksikan di dalam hutan. Setelah cukup lama berkeliling istana dan bertanya kesana-kemari akhirnya ia dapat mengetahui keberadaan sang Kaisar. Kaisar yang ternyata ada urusan di luar kota, hal itu membuat Li Mubai harus menyimpan dulu informasi yang baru sahaja ia dapatkan. Ia tidak ingin memberitahukan apa yang ia saksikan selain kepada Sang Kaisar dan Tuan Putri, berkat didikan keras gurunya, Li Mubai menjadi sosok pengawal yang berintegritas, setia dan berjiwa besar. Ia telah berjanji dalam hidupnya untuk mengabdikan seluruh jiwa raganya untuk Kaisar dan Tuan Putri, sebab bantuan Kaisarlah Li Mubai bisa menjadi seroang pengawal istana dan mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. “ Aku harus menunggu sampai Yang Mulia pulang…” ucap kecewa Li Mubai sambil menghembuskan nafas pelan ******* “ Mulai sekarang, nama kelompok bandit ini aku ganti menjadi kelompok Bandit Naga Emas. Apa ada yang keberatan lagi dengan keputusanku?” Setelah mematikan api yang menyala karena membakar kursi dan meja di ruang rapat, ketiga pemimpin ini di kagetkan kembali dengan permintaan Dou Jin untuk mengganti nama kelompok bandit mereka. Ketiga pemimpin itu saling bertukar pandang, merasa tidak cukup berani mengutarakan perasan tidak setujunya, “ Aku tanya, apa ada yang keberatan! ” seru Dou Jin sedikit menaikan nada bicaranya. “ Anu, Tuan Muda…” ujar Lang Lie mencoba angkat bicara, tapi keringat dingin yang mengucur keluar dari wajanya membuatnya kesulitan untuk menyelesaikan ucapannya. “ Laksanakan, perintah Boss besar,” suara tegas dan keras terucap dari pimpinan pertama Su Quan, ia yang memiliki jiwa yang loyal dengan kekuatan terkuat tidak memiliki keraguan apa pun atas keputusan Dou Jin. “ Bagus. Tidak sia-sia kau menjadi pimpinan pertama. Setelah ini selesai aku ingin berbicara empat mata dengan mu, ketua Su Quan. Kumpulkan seluruh anggota bandit di satu tempat. Detik ini juga kita akan menganti nama kelompok kita.” “ Sesuai keinginan, Boss besar.” “ Sesuai keinginan, Boss besar.” Keenam orang tersebut menekukan kakinya memberikan hormat kepada Dou Jin, sebenarnya masih ada titik-titik ketidaksukaan atas keputusan Dou Jin dari beberapa orang tersebut. Mengingat nama bandit itu telah lama berkibar puluhan tahun dan sudah dikenang seluruh masyarat, membuat sebagian ketua bandit dan anggota sedikit tidak terima. Namun ingatan segar yang baru mereka saksikan atas kematian pendekar Suci yang begitu mudah hanya dengan satu kali pukulan, menyiutkan nyali dan menggagapkan lisan mereka. Begitu selesai keluar dari ruang rapat, Dou Jin menuju kebelakang markas para bandit. Di belakang markas ternyata terdapat sebuah lapangan luas yang mampu menampung ratusan orang. Dengan para pemimpin yang mengumpulkan setiap anggotanya, sekarang sudah ada sekitar dua ratusan orang sedang berbaris bersama pimpinannya masing-masing. Dou Jin melangkah dengan santai bersama naga kecil, sesekali naga kecil akan bertanya seperti anak kecil yang polos penasaran. " Ayah.... " Dou jin membalas setiap pertanyaan dengan antusias dan senang seperti seorang ayah yang menjawab pertanyaan anak kecilnya. Semua orang nampak terkejut melihat Dou Jin bersama sesosok naga sedang berjalan santai, dan yang lebih mengejutkanya lagi adalah naga itu berbicara layaknya manusia. Melirik, seperti manusia dan kadang menangapi omongan yang ditunjukan kepadanya. “ Apa... apa yang kau lihat,” ucap datar Naga kecil saat menyaksikan ratusan mata memandangnya dengan tatapan terkejut dan heran. “ Sudah jangan ditanggapi, jika mereka menghinamu atau menyakitimu, ayah tidak akan melarangmu untuk menghajar mereka,” ungkap Dou Jin sambil mengelus Naga kecil. “ Hmm,” angguk Naga kecil. Sekarang ratusan orang itu lagi dikejutkan kembali dengan ungkapan ayah dari dari mulut Dou Jin, semua orang bertanya-tanya dalam batin mereka masing-masing apa hubungan boss besar mereka dengan siluman naga itu. “ Kali ini aku kumpulkan kalian kembali disini untuk pergantian nama kelompok bandit kita, Bandit Serigala Hitam akan berganti nama menjadi Bandit Naga Emas. Hanya itu sahaja untuk saat ini. Oh, iya. Untuk ketua Lang Lie sebaiknya kau harus merekrut kembali beberapa anggota. Untuk ketua Su Quan dan para anggotanya bisa tinggal sebentar di sini, selainnya boleh pergi dan lakukan aktifitasnya masing-masing,” kata Dou Jin dihadapan seluruh anggota bandit. Tidak nampak keraguan ataupun katakutan saat berbicara dihadapan semua orang, keingianan besarnya untuk memenuhi pesan sang ibu membuat mental Dou Jin semakin kuat dan tidak kenal takut. Saat semua orang telah pergi, tinggal menyisakan Su Quan dengan beberapa anggotnya sahaja. Dou Jin mulai berbicara, “ Ketua Su Quan, aku sudah sangat lama tidak pergi ke kota, kau temani aku ke kota terdekat dan bantu aku mencari informasi.” Menurut pertimbangan Dou Jin, Su Quan adalah orang yang setia dan loyal kepada siapa pun pemimpinnya dengan dasar itulah Dou Jin memilihnya untuk menemaninya menuju kota terdekat. Menimbang dari berbagi sisi dan aspek.Su Quan lebih baik dibandingkan pimpinanan bandit kedua dan ketiga. “ Siang hari kita akan langsung berangkat.” “ Laksanan. Boss.” Begitu mendapatkan mandat baru, Su Quan langsung mengintruksikan tangan kanannya, Tang Zihao agar mengambil alih kepemimpinan dan menggantikannya saat ia pergi menemani Dou Jin menuju kota terdekat. **** Waktu tidak terasa sudah siang, Dou Jin yang mendapatkan tempat istirahat sendiri, dengan tenda dan tikar anyaman bambu sebagai alasnya, ia merebahkan tubuhnya bersama Naga kecil yang berada disampinnya. Teringat akan janjinya kepada Su Quan untuk pergi ke kota terdekat, Dou Jin membuka matanya dan menyadarkan dirinya agar tidak terlelap oleh rasa malasnya untuk tidak bergerak. Lebih dari yang Dou Jin pikirkan, ternyata Su Quan sudah menunggunya tepat di depan tendanya, Su Quan yang sekarang terlihat begitu segan dan terlihat sangat menghormati Dou Jin. Hampir lebih sedikit seperti mengagungkan Dou Jin sebagai pimpinannya. Ia seperti telah menjadikan Dou Jin sebagai salah satu figur orang yang layak di hormati dalam hidupnya. Melihat hal tersebut Dou Jin biasa sahaja, mengingat para pengawal ibunya juga bersikap jauh lebih hormat, ia seperti menyaksikan sebuah ingatan masa lalunya dimana para pengawal yang terlihat setia itu ternyata adalah orang yang akan berhianat. “ Ketua Su Quan, ayo berangkat. Tunjukan jalannya menuju ke kota terdekat.” Mereka bertiga meninggalkan markas di waktu siang hari, Dou Jin meminta naga kecil untuk segera masuk ke dalam ranah jiwanya agar tidak membuat terkejut warga kota. Dengan dalih mengkhawtirkan kondisinya, Dou Jin merayu Naga kecil yang baru pulih untuk beristirahat kembali dalam ranah jiwanya. Seperti seorang ayah yang membujuk seorang anak ketika tidak sanggup menuruti keinginannya, Dou Jin akhirnya berhasil membujuk Naga kecil untuk masuk ke dalam ranah jiwanya. Perjalanan mereka yang tidak jauh dari kota terdekat membuat kedua orang ini telah sampai di dalam kota sebelum hari menjadi gelap. Selesai melakukan administrasi pembayaran masuk ke dalam kota, Dou Jin bersama Su Quan masuk ke dalam kota Zordan. Pemandangan yang riuh dengan berbagai pasukan yang terus hilir mudik, bersama dengan beberapa pedangan yang mengangkut barangnya masuk ke dalam kota. Dou Jin menampakan wajah terkejut dengan sorot mata yang berbianar-binar takjub menyaksikan kermaian kota. " Kita harus membeli Kitab dan Senjata Pusaka Boss, supaya kita mengetahui informasi yang dibutuhkan mengenai barang Boss cari," kata Su Quan memberikan saran. Dengan masukan yang diberikan Su Quan, Dou Jin memasuki salah satu toko kitab dan pusaka. Begitu Dou Jin masuk ke dalam toko, tiba-tiba Naga kecil kembali keluar dan menunjukan wajah tidak senangnya kepada Dou Jin.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN