Eps. 25 Dia anakku

1218 Kata
Istana kekaisaran Han Beberapa hari kemudian Tuan putri Xiao Mei telah sampai di istana, beruntung ayahnya berada di luar ibu kota, bila tidak ia sudah kena marah lantaran pulang terlambat dan sempat tersesat di dalam hutan. Bebeda dengan ayahnya yang over protektif, ibunya lebih bersikap tidak peduli. Mengingat Permaisuri saat ini bukanlah ibu kandung asli Xiao Mei, jadi ia hanya bersikap biasa sahaja. Ibu kandung Tuan Putri sebenarnya sudah meninggal semenjak melahirkannya, ia sudah terbiasa hidup tanpa perhatian dari seorang ibu. Xiao Mei menjadi seorang wanita yang memiliki kebiasaan dan hobi layaknya lelaki, sebut sahaja contohnya berburu. Sesampainya ia di istana, ia duduk menunggu salah satu pengawalnya yang ia tugaskan untuk mencari tahu siapa sosok pria yang baru ia temui di dalam hutan. Dengan memerintahkannya mengikuti secara sembunyi-sembunyi ia berharap pengawal tersebut dapat memberikan informasi yang dapat memuaskannya. Selang beberapa waktu berlalu, akhirnya pengawal yang bernama Li Mubai itu menghadap tuan putri, ia memberikan laporannya. Dalam laporannya ia mengatakan bahwa ia melihat sosok pria yang terlihat berusia dua puluhan tahun membunuh dengan mudah Pendekar Suci. Bukan hanya itu sahaja, ia juga mengatakan bahwa pria tersebut telah menjadi pemimpin besar bandit Serigala Hitam, “ Itu sahaja Taun Putri yang aku saksikan, aku tidak berani mengikuti lebih jauh karena mereka sudah kembali ke markas besar mereka,” tutup Li Mubai dengan kaki yang di tekuk sebelah dan wajah menunduk melaporkan apa yang ia saksikan. Mendengar laporan tersebut Tuan Putri tersenyum lebar, masih jelas dalam ingatanya sosok lelaki yang berhasil menggetarkan hatinya dan terlebih lagi ia masih penasaran akan ramalan yang mengatakan bahwa ia akan menemukan apa yang paling di cari semua orang bila, ia terikat dengan pria tersebut. Selesai mengucapkan laporanya, pengawal Li bergegas mencari sang Kaisar, dengan keberadaan Dou Jin yang dengan mudahnya membunuh seorang dengan tingkat pendekar Suci bisa menjadi sebuah kabar buruk bagi kekaisaran. Mengingat hal tersebut pria berpawakan sedang dengan ramput kriting panjang yang diikat sebahu itu bergegas pergi. “ Apa ini yang disebut cinta,” ucap Xiao Mei memegang d**a kirinya yang berdetak kencang saat membayangkan wajah Dou Jin dalam ingatannya. ***** Dou Jin telah sampai di dalam sebuah tenda yang besar, di dalam tenda besar itu terdapat meja panjang dengan beberapa kursi kayu yang mengelilinginya, tempat itu lebih rapih dari pada tempat-tempat yang lain. Hanya sedikit debu dan beberapa daun kering sahaja di meja dan kurisnya. Semua orang mengambil tempat duduknya masing-masing, Dou Jin duduk di tempat paling ujung meja panjang tersebut, sementara para pemimpin bandit duduk disisi kiri dan kanannya. Jumlah orang yang memasuki tenda besar itu ada enam orang. Tiga pemimpin utama dan tiga lagi adalah tangan kanan para pemimpin tersebut. Kematian Siong Ba selaku pemimpin pertama langsung digantikan oleh tangan kanannya Su Quan, dan Su Quan yang menggantikan posisi pimpinan pertama mengangkat Tang Zihao sebagai tangan kanannya. Sudah menjadi kebiasan para bandit bila, salah satu pimpinan mereka mati maka tangan kanan pimpinan tersebut akan langsung mengantikannya. " Perkenankanlah diri kalian masing-masing," ucap Dou Jin membuka pembicaraan. " Saya..." " Aku...." Pemimpin kedua bernama Xiao Lin dengan tangan kanannya yang bernama Lai Gen, sedangkan pemimpin ketiga bernama Lang Lie dengan tangan kanannya yang bernama Ye Yuan. Pemimpin pertama dan kedua masing-masing memiliki seratusan anggota bandit, sedangkan pemimpin ketiga paling sedikit jumlah anggota bandit yaitu lima puluhan. Dengan p*********n yang dilakukan oleh Dou Jin sekarang pemimpin ketiga hanya memiliki dua orang anggota bandit yang tersisa itu pun masih teringat jelas dalam ingatan ketiga orang tersebut p*********n yang dilakukan Dou Jin. Dari ketiga pemimpin yang ada di ruang rapat tersebut, hanya pemimpin ketiga dan tangan kananya sahaja yang masih belum berani menatap wajah Dou Jin. " Aku ingin tahu seperti apa kebiasaan kalian?" tanya Dou Jin. Setelah selesai memperkenalkan diri mereka masing-masing para pemimpin bandit menjawab pertanyaan Dou Jin atas kebiasaan mereka sehari-hari, “ Hal menyenang tentunya, mabuk, mencuri dan bersenang-senang dengan wanita tentunya. Hanya itu yang kami lakukan.” ucap pemimpin kedua Xiao Lin dengan wajah sumringah tanpa malu menjelaskan tujuan dan kebiasaan para bandit. “ Hmm. Apa kalian tidak berniat memiliki kekuatan luar biasa, menguasai dunia dan memiliki segalanya?” tanya Dou Jin memandang satu per satu para pemimpin bandit. Semua pemimpin bandit terdiam, kebiasaan mereka sudah cukup membuat mereka bahagia dalam menjalani kehidupan, perihal kekuasaan dan menguasai dunia itu sama sekali tidak terbesit dalam pikiran mereka. Namun di samping kebiasaan bersenang-senang mereka, para pemimpin bandit tetap berkultivasi menaikan tingkatan pendekar mereka, namun dari tujuh hari yang mereka miliki hanya satu hari sahaja yang mereka gunaka untuk berkultivasi. “ Kami tetap berkultivasi, menaikan tingkatan kami dengan hasil sumberdaya yang kami miliki, pembagian merata sesuai dengan kontribusi yang setiap anggota berikan. Namun masih tetap ada di antara kami yang malas berkembang hanya demi bersenang senang demi beberapa wanita kotor,” ucap pemimpin bandit pertama merujuk kepada orang di sampingnya yaitu pemimpin bandit kedua dan ketiga. Di saat pemimpin bandit kedua Xiao Lin yang ingin menanggapi perkataan Su Quan, sebuah cahaya yang terang tiba-tiba menyala di punggung tangan Dou Jin. Sesosok Naga bertubuh emas, sepanjang satu meter muncul di dalam ruang rapat tersebut. Dou Jin langsung berdiri, begitu pula seluruh pemimpin para bandit yang ada di lokasi. “ Ayah..” Ucap Naga kecil yang mengosokan wajahnya di kaki Dou Jin, Dou Jin sendiri merasa hangat salah satu sudut hatinya, sekarang ia tidak ingin lagi menolak sosok tersebut yang mengangapnya sebagai seorang ayah. “ Iya, aku disini,” seru Dou Jin seraya memeluk kepala Naga kecil. Kepala yang besarnya hampir satu bahu itu terasa hangat dalam dekapan Dou Jin. Tubuh yang berwarna emas itu seakan tidak terasa kasar dan keras begitu Dou Jin menyentuhnya, terasa lembut dan ringan seperti bulu rambut yang lebat. Semua orang terperangah menyaksikan sosok siluman naga tiba-tiba keluar dari tubuh Dou Jin, mereka semua meraskan aura berat yang sangat kuat dari naga kecil itu. Mulut mereka semua terbuka lebar dan mata mereka melotot tidak percaya menyaksikan apa yang saat ini mereka saksikan, siluman bisa berbicara dengan bahasa manusia adalah baru dalam hidup mereka, “ Apa jangan-janagn boss besar adalah siluman naga,” batin Xiao Lin bertanya-tanya. “ Ayah, apa mereka mahluk yang akan menyakiti ayah lagi,” tanya Naga kecil dengan nada polos. “ Tidak, meraka mahluk baik. Mereka adalah teman ayahmu,” ucap Dou Jin seraya mengelus lembut kepala naga kecil dengan manja. “ Apa kau sudah baikan, bagaimana dengan lukamu. Apa masih terasa sakit,” tanya Dou Jin seraya memeriksa setiap tubuh naga kecil yang pernah terluka. “ Aku sembuh, Ayah harus makan energi dari alam lagi supaya aku bisa makan lagi. Tumbuhan dalam tubuh Ayah tidak mau memberi aku makan gara-gara kehabisan energi,” seru naga kecil sambil menjilat wajah Dou Jin dengan lidahnya. Lidah Naga kecil yang menyala terang seperti bara api itu menjilat wajah Dou Jin, namun wajah putih itu tidak terbakar atau pun gosong saat terkena jilatan tersbut. Percikan ludah yang menyebar kemana-mana itu pun langsung dengan mudahnya membuat kayu dan kursi di sekitar Dou Jin langsung terbakar, tetapi yang membuat semua orang kembali di buat tidak berkedip adalah wajah putih dan mulus pemimpin besar mereka seperti hanya terkena air ludah biasa. “ Apa yang kalian perhatikan, cepat padamkan apinya!!!” bentak Dou Jin melihat seluruh orang menatapnya dengan tetapan terkejut dan penasaran. “ Mulai sekarang, nama kelompok bandit ini aku ganti menjadi kelompok Bandit Naga Emas. Apa ada yang keberatan kembali dengan keputusanku?”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN