Aaarrrghhhh
“ Aku tidak bisa mengontrol energinya, seperti meminum lautan sekali teguk,” batin Dou Jin sambil terus menutup rapat mulutnya, menahan rasa sakit yang teramat sangat.
Dantian yang kecil itu dialiri aliran energi yang begitu besar, perlahan memaksa dengan cepat untuk melebarkan kapasitas Dantian di dalam tubuhnya.
Dou Jin yang tidak memiliki akar roh sudah pasti hanya mempunyai Dantian yang kecil, keberadaan akar roh beriringan dengan kualitas Dantian.
Semakin baik dan tinggi kualitas akar roh, maka semakin besar luas Dantian yang dimiliki seorang pendekar.
Dan sekarang Dou Jin tengah menjalani proses pelebaran Dantian. Proses yang begitu menyakitkan karena energi yang begitu besar terus sahaja menyeruak memperlebar dan memperluas Dantian dalam tubuh.
Cahaya menyilaukan bersinar begitu terang pada tubuh Dou Jin, Dantian yang melebar itu sepertinya sudah mencapai batas maksimal pelebarannya.
Dengan sakit yang terus menyiksa tubuh Dou Jin, seluruh meridiannya sepertinya akan meledak karena intens energi yang melonjak begitu besar pada Dentianya.
Seluruh meridiannya bendeyut keras, beriringan dengan meridian yang berdeyut, rasa sakit seperti melebarnya Dantian bertambah berkali-kali lipat Dou Jin rasakan.
Aaarrghhhh
Dou Jin terus sahaja berteriak kesakitan, ia berusaha menahan lonjakan energi yang begitu besar itu untuk tidak menghancurkan meridiannya.
Dengan mengalirkan seluruh energi tersebut menuju ke dalam sungsum tulang. Dou Jin berusaha menekan lonjakan energi yang besar dalam tubuhnya.
Mengalirnya Chi masuk ke dalam sungsum tulang itu dinamakan proses pembersihan tulang. Suatu proses yang berguna untuk pendekar ketika kenaikan tahap di tingkat Pendekar Suci.
Proses yang tidak kalah menyakitkan dari pelebaran Dantian, karena sungsum tulang itu akan dikeluarkan secara paksa dan menggantinya dengan tenaga dalam untuk pembuatan sungsum baru yang lebih kuat.
Dan sekarang Dou Jin merasakan sakit yang bertambah ribuan kali lipat karena penyerapan energi pada sumber daya kelas ilahi itu memaksa Dou Jin untuk melakukan pembersihan sungsum tulang, secara paksa.
Aarrrghhh
Energi dalam tumbuhan kelas ilahi itu masih sahaja belum habis, sekarang Dou Jin sudah kehabisan akal untuk mengalirkan energi yang terkadung dalam tumbuhan tersebut agar tidak meledakan tubuhnya.
“ Sepertinya inilah akhir hidupku, mati dalam keadaan menyerap sumber daya kelas ilahi,” batin Dou Jin penuh penyesalan dengan air mata yang mengalir deras dari kedua bola matanya.
Rasa sakit yang Dou Jin rasakan saat ini jauh lebih menyakitkan dibandingkan lukanya sebelumnya.
Memang luka fisik yang Dou Jin rasakan telah sembuh sebab penyerapan sumber daya kelas ilahi, tetapi luka dalam karena penyerapan sumber daya itu jauh lebih menyakitkan lagi.
Dou Jin sudah tidak sanggup lagi menahan lonjakan energi chi dari tumbuhan kelas ilahi, ia juga sudah kehabisan akal untuk mengatasinya.
Terlebih lagi rasa sakit yang begitu menyiksa, membuatnya tidak tahan dan berniat untuk menyerah.
Perlahan Dou Jin menutup kedua matanya, ia merapatkan giginya dan melepaskan semua chi dari tumbuhan kelas ilahi yang ia tahan.
Akhirnya Dou Jin membiarkan lonjakan itu mengalir sebebasnya, seperti banjir yang menjebol semua penghalang.
Tubuh Dou Jin menyala terang , seperti ada cahaya yang menyinari tubuh itu dari dalam, lonjakan energi yang begitu kuat itu sekarang sudah tidak bisa memperlebar Dentian pada tubuh Dou Jin.
Menyebabkan chi dari tumbuhan kelas ilahi akan meledakan tubuh Dou Jin karena tidak mampu menampung kapasitas chi yang dimiliki sumber daya tersebut.
Ketika energi dalam sumber daya kelas ilahi itu hendak meledakan tubuhnya, telur sebesar buah kelapa itu tiba-tiba bergetar dan retak. Memaksa sosok mahluk kecil keluar dari retakan tersebut.
Pyarrr
Cangkang telur itu akhirnya pecah dan menampakan sosok naga kecil yang menatap heran tubuh Dou Jin yang bercahaya, mengira itu adalah ibunya karena memiliki warna yang sama yaitu kuning keemasan.
Mahluk siluman itu berbentuk seperti Naga, hanya sahaja postur tubuhnya lebih mirip seperti seekor anak kucing.
Naga Kecil itu menghampiri Dou Jin dan langsung mengigit tangannya sampai darah mengalir deras pada tubuhnya, darah yang menetes itu dengan segera naga kecil hisap.
Kratakkk
Aarrghhh
Ujung jari telunjuk Dou Jin putus dan dengan sigapnya Naga Kecil menghisap darah menetes itu seperti seorang bayi yang menghisap p$ut*ing ibunya.
Dou Jin berteriak kesakitan lagi, ujung jari telunjuknya sedikit putus karena di gigit Naga Kecil.
Dari jari telunjuk itu energi yang akan meledakan tubuh Dou Jin , tiba-tiba terhisap oleh isapan Naga Kecil.
Dou Jin terseyum simpul merasakan rasa sakitnya yang perlahan berkurang karena kelakuan Naga Kecil itu.
Hal tersebut terjadi untuk beberapa waktu.
Belum habis, sudah hampir setengah hari proses itu berjalan, tapi energi dalam tumbuhan kelas ilahi itu hanya berkurang sedikit.
Merasakan lonjakan energi yang begitu kuat itu tidak habis, Naga Kecil berubah menjadi seberakas cahya dan masuk ke dalam tubuh Dou Jin untuk menyerap secara langsung energi pada tumbuhan kelas ilahi tersebut.
Wussss
Seberkas cahaya yang masuk ke dalam tubuh Dou Jin membuat sebuah tato berbentuk naga di punggung tangan kanannya.
Tato tersebut menyala terang dan terus melakukan penyerapan pada lonjakan energi yang akan meledakan tubuh Dou Jin.
Tanpa Dou Jin sadari ia telah menjadi orang pertama di Benua Dataran Tengah yang melakukan kontrak jiwa dengan mahluk siluman legendaris.
Dou Jin yang ingin mengetahui apa yang sedang terjadi di ranah jiwanya, bergegas melakukan meditasi dan menenangkan pikirannya agar bisa segera masuk kedalam ranah jiwanya.
Ranah jiwa disini seperti tempat kusus yang dimiliki setiap pendekar, tempat tersebut berada dalam tubuh setiap pendekar.
Dari dalam ranah jiwa, seorang pendekar mampu melihat keseluruhan akar roh, meridian, Dantian dan organ tubuh.
Wusss
Tidak semudah para pendekar tingkat tinggi yang masuk ke dalam ranah jiwanya, Dou Jin yang masih merasakan sakit akibat penyerapan sumber daya secara manual, sedikit kesulitan untuk masuk ke dalam ranah jiwanya
Dengan adanya Naga kecil yang masuk ke dalam ranah jiwanya menyerap langsung sumberdaya kelas ilahi itu, Dou Jin merasakan rasa sakitnya berangsur-angsur berkurang.
Butuh kurang lebih satu jam lebih bagi Dou Jin agar bisa masuk ke dalam ranah jiwanya. Sebenarnya Dou Jin tahu hanya kelas pendekar yang telah berada di tingkat pendekar Suci sahaja yang bisa masuk ke dalam ranah jiwa.
Mengingat tingkatan Pendekar Suci sahaja lah yang telah melewati banyak proses agar bisa naik ketahap ini.
Namun berbeda kasus dengan yang Dou Jin alami, menurut penjelasan yang pernah ibunya berikan.
Apabila seorang pendekar telah menyerap sumber daya kelas ilahi maka ia dapat dengan sendirinya masuk untuk melihat ranah jiwanya sendiri.
“ I..ini bagaimana bisa,” dalam ranah jiwanya Dou Jin melihat lebar Dentiannya yang sudah selebar sungai kecil.
Ini adalah pengalaman pertamanya masuk kedalam ranah jiwa. Menyaksikan semua komponen yang berada dalam tubuhnya, Dou terpanjat dan membuka mulutnya lebar.
Naga kecil yang berbentuk seperti kucing lucu, tapi bersisik seperti bulu sedang berdiri menghisap energi dari tanaman berbentuk mawar yang masih menyala terang.
Tanaman itu seperti hidup, mengalirkan energi keberbagi penjuru dan memberikan energi pada Naga Kecil yang sedang menghisapnya.
Tidak jauh di tempat tumbuhan kelas ilahi itu, Dou Jin melihat ada lingkaran bulat berwarna hitam dan putih, unsur Yin dan Yang sebesar dua kepalan tangan dan satu lagi lingkaran hitam, unsur Yang seukuran satu bahu pria dewasa.
Dou Jin benar-benar terkejut melihatnya, selama ini ia menduga ia tidak memiliki akar Roh { Yin dan Yang } dalam tubuhnya karena menurut penejasan sang ibu, mengatakan ia tidak bisa melihat akar roh dalam tubunya.
Dan sekarang ia tahu ternyata akar rohnya tertutupi oleh unsur Yang, unsur itu menutupi akar rohnya dan membuatnya kesulitan untuk menyerap Chi dari alam.
" Ternyata semua orang memiliki potensi untuk menjadi pendekar. " ucap Dou Jin dengan mata yang melebar.
Menyaksikan sendiri kebradaan akar roh, Dantian secara langsung tentu sangat mengejutkan Dou Jin.
Dan terlebih lagi ia tahu, ternyata ia memiliki potensi menjadi seorang pendekar, sebab ia bisa melihat sendiri akar rohnya tetutupi unsur Yang.
Dari sisi yang lain, Dou Jin tidak bisa berhenti untuk kagum. Ia yang melihat sendiri kehebatan sumber daya kelas ilahi hanya terseyum puas.
“ Benar-benar sumberdaya yang luar biasa,” ucap Dou Jin berdecak kagum.
Masih belum berhenti rasa terkejutnya, ia melihat Naga kecil bertambah besar saat menyerap sumber daya tersebut, ukurannya sekarang sudah lima puluh senti lebih dan sumber daya itu masih belum menunjukan kehabisan energinya.
Waktu berlalu, tidak terasa sudah setengah hari lagi Dou Jin di dalam Gua, ia masih bermeditasi dan kesadarnnya masih berada di dalam ranah Jiwa.
Melihat tumbuhan berbentuk mawar itu sudah kehabisan energi. Tumbuhan tersebut melakukan tindakan aneh.
Tumbuhan itu langsung membuat sebuah prisai pelindung agar Naga Kecil tidak lagi menghisap energinya.
“ Tumbuhan itu seperti hidup,” batin Dou Jin yang terus berdecak kagum.
Naga kecil itu sekarang sudah sepanjang satu meter, hampir menyami tinggi Dou Jin, tujuh puluhan senti lagi Dou Jin sudah kalah tinggi oleh naga kecil.
Bersamaan dengan tumbuhan kelas ilahi yang melindungi dirinya dengan perisai pelindung, naga kecil tertidur karena terlalu kenyang menyerap energi.
Melihat hal tersebut Dou Jin membalikan kesadarnnya dan membuka matanya, sebuah tato berbentuk bunga mawar terpatri jelas dipunggung tangan kirinya.
Dengan ini Dou Jin adalah salah satu dari sekian banyak orang, setelah ayahnya, para ketua organisasi dan pendekar kuat di kekaisaran Tang yang telah menyerap sumber daya kelas ilahi.
Dou Jin yang sudah kembali dalam kesadarannya sekarang berusaha bermeditasi lagi untuk menyerap energy Chi dari alam. “ Aku akhirnya bisa menjadi seorang pendekar. ” gumam Dou Jin senang karena merasakan energi Chi dari alam berangsur-angsur terserap oleh tubuhnya.
Ketika energi itu terserap, anehnya semua Chi yang masuk dalam tubuhnya langsung terhisap oleh tumbuhan ilahi yang berbentuk mawar.
Wussss
Semua tumbuhan di sekitar gua menjadi kering dan layu saat Dou Jin melakukan penyerapan energi Chi dari alam, semua tumbuhan yang telah kehilangan energinya langsung mati dan mengering.
Dou Jin tidak tahu akan hal itu, yang ia rasa saat ini adalah sebuah tekanan hisap energi yang begitu besar di dalam tubuhnya, tekana hisap itu sangat besar, semua Chi dari alam langsung masuk ke dalam tubuh dan memperbesar tumbuhan kelas ilahi di dalam ranah jiwanya.
Merasakan ada keganjalan akan energi yang terhisap dengan tidak normal di sekitar jurang, Siluman Naga membuka matanya dan menuju ke gua tempat telurnya berada dan tempat makanannya berada.
Wusssss