Dalam ranah jiwa Dou Jin, Naga kecil melihat dengan jelas sosok Naga besar yang terus melakukan serangan kepada Dou Jin.
Merasa Dou Jin adalah ayahnya dan memiliki ikatan tersendiri karena pada awal kelahirannya ia telah menyerap energinya Dou Jin, membuat Naga kecil tidak terima ketika melihat perlakukan Naga besar.
“ Hentikan, jika kau terus melakukan hal itu kepada ayahku, kau akan berhadapan denganku!!” ucap Naga kecil dengan intonasi tinggi.
Di dunia siluman tidak seperti di dunia manusia, setiap anak bangsa Siluman tidaklah dekat dengan ibunya. Mereka jauh lebih dekat dengan ayahnya.
Mengingat peranan sang ayah yang menjaga telur dari awal sampai menetas, membuat ikatan antara ayah dan anak jauh lebih dekat. Dibandingkan dengan ibunya sendiri.
Dou Jin sendiri terkejut mendengar ucapan Naga kecil, ia tidak menduga ternyata Naga itu akan menganggapnya sebagai seorang ayah.
Ia yang tahu bahwa Naga kecil adalah mahluk roh siluman legendaris tidak terkejut bila Naga kecil juga bisa berbicara.
Yang ia benar-benar tidak menyangka adalah ia dianggap sebagai ayah oleh mahluk siluman itu.
“ Sejak kapan aku menjadi ayahmu?” batin Dou Jin yang bertanya-tanya.
Berbeda dengan Dou Jin yang terkejut, Naga besar terlihat sangat geram dengan perkataan anaknya sendiri.
Ia adalah ayah asli bagaimana pun juga, ayah mana yang tidak marah dan kesal saat mendengar anaknya tidak menganggapnya.
Terlebih lagi dia sudah puluhan tahun menjaga dan memberikan chi untuknya agar cepat menetas.
Dan ketika menetas Naga besar dianggap orang lain. Hal ini tentu membuat Naga besar sangat geram.
“ Kau!!!! Apa matamu buta, aku ini ayahmu. Apa kau tidak bisa membedakan tubuhmu dan tubuhku itu sama.
Dan cobalah lihat, bagaimana mahluk rendahan itu bisa kau anggap sebagai seorang ayah!” dengus kesal Naga besar yang tidak terima dengan pernyataan Naga kecil.
Siapa pun tahu, Naga besar dan Naga kecil itu mirip. Tubuh dan rupa mereka juga sama. Hanya sahaja, Naga kecil sudah mengangap Dou Jin sebagai ayahnya.
“ Tidakk!! Dia tetap ayahku. Lihatlah tubuhnya itu lebih mirip denganku, kau sendiri yang tidak bisa melihat kemiripanku dengan ayahku,” bantah Naga kecil yang tidak mau mengalah.
“ Arrghh, Dasar anak tidak tahu diri!!!!” ucap kesal Naga besar.
Padahal sangat jelas bahwa Dou Jin dan Naga kecil itu tidak mirip. Tetapi Naga kecil tetap sahaja kekeh menganggap mereka itu mirip.
Wussss
Duaaarr
Ucap marah dengan penuh kekesal itu bersamaan dengan sabetan pukulan ekor panjang yang langsung menghantam tubuh Naga kecil.
Pukulan yang begitu cepat itu membuat tubuh Naga kecil menabrak dinding tebing dan memberikan sedikit rasa sakit pada Dou Jin.
“ Arrghhhh”
Uhhuuukk
Seteguk darah keluar dari mulut Dou Jin, ia merasakan sakit yang dirasakan Naga kecil.
Walaupun serangan itu tidak mengenainya, akan tetapi karena kontrak jiwa yang ia miliki membuatnya merasakan sakit yang sama atas luka yang di derita Naga kecil.
Naga kecil yang baru berusia beberapa hari masih belum memiliki ketahan fisik yang tinggi, serangan fisik yang ia terima memberikan luka dalam yang cukup parah.
Wussss
Bommmm
Bola energi dengan ukuran yang lebih besar kembali mengarah menuju Naga kecil, Dou Jin yang menyaksikan hal itu bergegas menuju Naga kecil berusaha melindunginya.
Namun karena kecepatan Dou Jin yang kalah cepat, bola energi itu sudah mendarat tepat mengenai Naga kecil.
Ledakan keras terjadi, tubuh Naga kecil menabrak dinding jurang lagi. Menciptakan lubang yang cukup besar pada dindng tersebut. Dou Jin yang memiliki kontak jiwa, meronta-ronta kesakitan.
Arrrgghhh
Uhukkk
Uhuuuk
Dou Jin batuk darah, darah segar tidak henti-hentinya keluar dari mulut Dou Jin, luka dalam yang dimiliki Naga kecil memberikan rasa sakit yang teramat dalam di seluruh tubuhnya.
Melihat Naga kecil yang hampir mati karena serangan yang ia berikan, Naga besar merasakan rasa bersalah.
Bagaimana pun juga Naga kecil tetap anaknya, sudut hatinya merasakan sakit saat Naga kecil mendapatkan banyak luka.
Siluman roh legendaris memang seperti manusia, mereka memiliki pikiran sendiri, dan untuk siluman sekelas Naga ini memang memiliki hati seperti manusia.
Mengingat siluman naga adalah satu ras siluman yang memimpin seluruh ras siluman di dunia.
“ Ayah macam apa kau, melindungi anaknya sendiri sahaja tidak becus,” dengus kesal naga besar.
Mendengar seruan itu Dou Jin hanya terseyum pahit, saat ini ia kesulitan untuk bicara. Seluruh organ dalam tubuhnya hampir hancur akibat serangan yang Naga kecil terima.
“ Aya..hhh….’
Naga kecil berusaha berbicara dengan nafas yang terputus-putus. Sakit yang ia terima hampir sahaja mehilangkan kesadarnnya.
Namun karena rasa tidak terima atas perlakukan Naga besar kepada Dou Jin, membuatnya tidak ingin mengatupkan kedua matanya.
Dou Jin sendiri merasakan hangat di salah satu sisi hatinya, entah mengapa perkataan Naga kecil seperti menusuk salah satu sudut ruang hatinya. Ia tiba-tiba merasa menjadi benci kepada Naga besar.
“ Sial!! Aarrrghhh.”
Dou Jin melesat terbang menuju Naga besar mencoba mendaratkan sebuah serangan, namun karena serangan Dou Jin yang begitu lemah Naga besar dengan mudahnya mengelaknya.
Sebenarnya Dou Jin tidak bisa terbang, mengingat ia belum bisa mengontrol tenaga dalamnya membuat tidak bisa terbang.
Akan tetapi, lain lagi ceritanya sekarang. Dou Jin yang tersulut emosi dengan sendiri bisa terbang dan mengontrol tenaga dalamnya.
Naga besar kembali menyerang Naga kecil, melihat hal itu Dou Jin berusaha menuju naga kecil mencoba melindunginya, “ Tidakkk!! Jangan!!”
Dou Jin sendiri tidak menyadari ia bisa terbang, tekad yang ia miliki untuk melindungi Naga kecil membuatnya mampu dengan reflek mengendalikan chi dari tubuhnya untuk terbang.
Boom
Arrrghhhh
Uhuuukk
Hanya dengan serangan fisik terakhir yang mendarat pada Naga kecil membuat Naga kecil kehilangan kesadarannya dan kembali masuk ke dalam ranah jiwa Dou Jin.
Byurrr
Boom
Naga kecil yang kehilangan kesadarannya membuat Dou Jin ikut kehilangan kesadarnnya pula.
Tubuh Dou Jin terhempas jatuh ke dalam sungai, belum cukup puas Naga besar kembali melakukan serangan bola energi menghantam air sungai.
Byurrr
Air sungai yang tenang terkena bola energi yang penuh dengan chi dari Naga besar, membuat sebuah gelombang air besar.
Gelombang air besar itu menghanyutkan tubuh Dou Jin di sungai, gelombang air menerpa tubuh Dou Jin melesat mengikuti arah aliran air sungai.
Sebenarnya Naga besar masih menaruh hati kepada Naga kecil, ia tidak tega untuk membunuhnya.
Dangan membunuh Dou Jin sama halnya dengan membunuh Naga kecil, begtiu pula sebaliknya.
Serangan terakhirnya ia lakukan hanya untuk menghilangkan kesadarannya tanpa membuat luka dalam menjadi lebih parah.
Naga besar sengaja membuat Naga kecil kehilangan kesadaran, dengan begitu Dou Jin pula akan kehilanagn kesadaranya karena kontrak jiwa.
Naga besar sudah muak dan sangat benci melihat sosok manusia seperti Dou Jin, sudah mencuri tanaman yang sudah susah payah ia rawat dan sekarang kembali mencuri hati anaknya.
Ia sebenranya berniat membunuh Dou Jin, namun wajah Naga kecil yang sama miripnya dengan kekasihnya membuat salah satu sudut hatinya tidak tega untuk membununya.
Ia membiarkan Dou Jin hanyut terbawa arus sungai, dengan ini ia sudah tidak akan lagi melihat wajanya.
Walaupun kenangan yang masih segar ini belum hilang, akan tetapi itu sudah cukup untuk sedikit menghilangkan rasa sakit hatinya.
Sebenarnya Naga besar sangat sakit hatinya, telur dari kekasihnya dan juga darah dagingnya sendiri menganggapnya orang lain, bahkan orang jahat.
Namun apa yang bisa di perbuat Naga besar dengan garis takdir yang telah ditetapkan.
“ Apa yang bisa aku perbuat dengan garis takdir yang sudah ditetapkan? Lebih baik aku pergi dari sini, mencari kawasan baru atau mencari sebangsaku untuk membuat telur lagi, mungkin itu lebih baik,” ucap Naga besar dengan intonasi rendah penuh penyesalan dan mengucapkan solusi atas masalah yang tiba-tiba terbesit dalam pikirannya.
Wusssss
Bersamaan dengan kata-katanya, Naga besar melesat terbang menuju sebuah portal yang ia buat dengan energi chi nya, portal itu cukup besar dan memiliki aura yang sangat kuat.
********
Di pingiran jurang tanpa dasar
Tang San akhirnya sampai di lokasi terakhir kematian Permaisuri, bekas pertarungan yang seperti baru sahaja dihilangkan membuatnya menyadari kejangalan yang baru sahaja terjadi.
“ I..ni bagaimana bisa. Siapa yang melakukan hal ini” seru Kaisar yang terkejut dengan bekas ledakan yang sangat besar, namun tiada satupun mayat di lokasi.
“ Lebih baik aku pergi menuju istana, mungkin sesepuh bisa membantu mencari keberadaan istri dan anakku.”
Kaisar tidak menyadari yang membuat istri dan anaknya pergi adalah orang kepercayaannya sendiri. Mereka akhirnya pergi menuju istana untuk meminta pertolongan Penasehat kerajaan untuk melihat masa depan agar bisa menemukan dimana keberadaan istri dan anaknya.