Untitled

970 Kata
Sadam tak tahan dibuatnya, diraihnya tengkuk wajah Sharen yang sedang merona itu kemudian mengikis jarak diantara mereka menyentuhkan bibirnya dan bibir lembut Sharen yang sudah menggodanya sejak mereka saling bertatapan tadi. Sadam niatnya hanya mengecupnya sekilas, hanya untuk mengobati rasa penasarannya saja sekaligus memastikan perasaannya. namun libidonya sudah diubun2 membuatnya mencecap dan memperdalam ciuman itu menjadi lebih panas lagi ketika Sharen ternyata mampu mengimbangi ciuman Sadam. Digendonglah Sharen ala bridal tanpa melepas ciuman mereka, masuk kamarnya dan mendudukkan Sharen di tepi ranjangnya. Sadam tersenyum ketika mengetahui ternyata Sharen juga alhi dalam hal ciuman itu. Bahkan Sharen sekarang sudah membuka sedikit mulutnya agar Sadam bisa leluasa mengeksplor seluruh bagian mulutnya itu. Sadam benar2 bangga bisa berciuman dengan cewek sehebat Sharen. Sadam melepas ciuman itu namun tidak berhenti disana, ia hanya memastikan bahwa Sharen juga menginginkannya. Sadam kembali menciumi bibir Sharen dan kali ini benar2 penuh nafsu, karena tangan Sadam sudah tidak ada ditengkuk Sharen melainkan sudah berpindah tempat pada d**a Sharen yang masih tertutup baju dan bra juga. "aaahh.." desah Sharen lirih Dirasa Sharen tidak ada perlawanan dan malah mengeluarkan suara desah itu, membuat Sadam meneruskan aksinya untuk bergrilya menikmati tubuh indah Sharen yang selalu membuat Sadam ngiler. Ciuman Sadam sudah turun ke leher dan Sharen auto mendongak memberikan Sadam kemudahan. Sadam tidak membuang kesempatan itu, dibuatnya banyak kissmark disana sambil mengangkat dresh Sharen perlahan dan membuangnya asal. Sadam semakin terbuai dengan aroma manis vanilla yang menguar dari tubuh Sharen. diusapnya lembut punggung Sharen yang super mulus itu kemudian melepas kaitan branya dan segera meremas dua benda kenyal itu. "Damn Shit.." umpat Sadam ketika merasakan d**a Sharen yang cukup besar diusia Sharen yang masih belia ini. Sharen sudah dipenuhi dengan gairah dia hanya bisa mendesah dan meliukkan badannya ketika merasa nikmat akan sentuhan Sadam. "Aaaahhh.. Sadamm.. est.. aahh.. membuat Sadam semakin gila mendengar namanya diucapkan dal desah manja yang keluar dari bibir manis Sharen itu. ciuman Sadam beralih pada kedua d**a Sharen secara bergantian dan terus meninggalkan jejak kepemilikan disana. "est.. aahh.. Sadam.. aaahh.." Tangan Sadam tak tinggal diam tangan kirinya bergantian dengan bibirnya yang terus mencium dan meremas d**a Sharen. sementara tangan kananya sudah mulai menggoda diarea sensitif Sharen yang masih tertutup CD hitam yang mulai basah itu. perlahan Sadam melepas CD itu dan tangnnya mulai membelai lembut memainkan k******s Sharen. "Aaahhh.. Sadaaammm.. oh.. no.." racau Sharen dalam desahnya. Sharen benar2 menikmati permainan Sadam. membuat Sadam semakin b*******h dan semangat melanjutkan aksinya. "ooouuucccthhh... Sadam... noo.. aahhh.." Sharen terus saja meracau karena Sadam telah mempermainkan klitorisnya dengan lidahnya tanpa jijik sama sekali. melihat itu Sadam semakin ingin membuat Sharen segara mencapai o*****e pertamanya, karena itu Sadam memasukkan jari tengah tangan kanannya di area sensitif Sahren yang sudah mulai becek itu. Tangan kirinya tidak diam saja dia elus setiap jengkal tubuh Sharen dari bawah hingga ke d**a dan meremasnya. sedangkan bibimya kembali mencium bibir Sharen karena tau Sharen semakin bergerak gelisah akan sentuhan jari Sadam di area sensitifnya tanda bahwa Sharen akan segera meraih pelepasan pertamanya. "ooouuccthhh.. SADDAMMM..." teriak Sharen sambil menggelinjang saat kewanitaanya berkedut mengeluarkan cairan putih itu. Sadam tersenyum menatap Sharen puas karena sudah bisa membuat Sharen o*****e hanya dengan jarinya. diangkatnya jari itu dan dijilatnya tanpa rasa jijik sedikitpun didepan Sharen. Sharen yang masih terengah dibiarkan oleh Sadam sembari Sadam melucuti semua pakiannya sehingga membuatnya sama dengan Sharen yang tidak menggunakan sehelai benangpun. Sadam mengarahkan tangan kanan Sharen untuk menyentuk kejantanannya yang sudah berdiri tegak bak gapura. Dengan senang hati Sharen melakukannya, dan bahkan tangan itu kini sudah berganti menjadi bibir lembutnya. "aaahhh... oouuccth.. nikmat sayang.. terus..." racau Sadam kini bergantian menikmati permainan Sharen. Sharen menjilat mencecap seluruh bagian kejantanan Sadam bahkan sampai pada testisnyapun Sharen sedot bak melahap sebuah pentol bakso. Dan jangan lupakan tangannya yang tidak berhenti mengocok kejantanan Sadam dengan lembut. "oouuctthhh.. Shar.." Sadam tak tahan ketika Sharen menyedot ujung lubang lejantanannya bak sedang menghisap lollipop. "nikmat sayang.. faster.." pintanya. Sharenpun menurutinya dan tak lama Sadam mencapai pelepasannya "aaaahhh... Sharen..." teriak Sadam. Namun pelepasan itu tidak membuatnya lelah dia bangkit mengukung Sharen, kembali merangsang Sharen dengan menyentuh menjilat dan mencecap setiap jengkal tubuh Sharen. "aaahhh..." Sharen kembali mendesah manja, dan itu sukses membuat kejantanan Sadam tegak berdiri kokoh kembali. Sadam sedikit mengocok kewanitaan Sharen memastikan sisa o*****e pertama Sharen tadi masih ada, untuk pelicin alami agar kejantanan Sadam sukses menerobos masuk kewanitaan sharen. Sadam segera mengarahkan kejantanannya tepat di dedepan kewanitaan Sharen dan menggesek gesekkannya sebelum akbhirnya benar benar memasukkannya. "Aaaahhh... sakit Sadam... aaahhh" ucap Sharen sembari menangis merasakan sakit dalam area sensitifnya. "maaf sayang.. tahan sedikit lagi ya.. sakitnya hanya sebentar kok, setelahnya hanya nikmat yang terasa, aku janji" rayu Sadam menenangkan sambil mengusap wajah Sharen kemudian mencium bibirnya lembut agar Sharen teralihkan dari rasa sakit di kewanitaanya. "Euummm.. aaahhh... Sadam.. sakit..." Saren semakin menangis ketika Sadam memaksa memasukkan seluruh kejantannya pada kewanitaan Sharen. hingga membuat Sharen merasa penuh dan sesak dibawah sana. "iyaa sayang ini udah masuk semua kok. kamu rilex ya biar terasa nikmat" pinta Sadam kemudian mencium lembut kembali bibir Sharen dan mulai bergerak dibawah menggoyangkan pinggulnya. Sharenpun akhirnya mulai menikmatinya dan melupakan sakitnya yang kembali mendesah meracau memanggil nama Sadam. "ah.. ah.. ah.. Sadam.. aku.. mau.. pip.. pisss.. ah..Sadam ah.. aku ga kuat lagi Dam..." "lepasin aja sayang, keluarkan semuanya" jawab Sadam semakin mempercepat temponya agar bisa mencapai pelepasan bersama Sharen. "Aaccchhh... Sadammm...." teriak Sharen kembali mencapai pelepasan. Sadam menyeringai puas kemudian ikut memanggil nama Sharen. "Shareeenn.. aaahhh..." ucap Sadam setelah meraih pelepasannya lagi. Whhhaaaatttt... udah naina aja mereka?? Sharen lupa nih sama wejangan ibunya... Sadam benar2 buat dia kebayahan. kira2 ada hasil ga ya dari naina ini?? Akhirnyaaa.. aku bisa up part ena ena nya.. sengaja ga aku kasih judul biar surprise bacanya.. soo.. pliss lovenya ya reader jangan lupa koment juga ya biar aku semangat ngayalnya wkwkwkwwkkk.. maaf bila kurang menarik karena saya bukan expert.. #masihamatir timacih.. emmmuuaach...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN