Sharen bergerak gelisah terus mengingat kejadian memalukan dibalkon tadi kok bisa2nya Sharen mengaku terbuai didepan Sadam. "Bodho bodho bodho... tenanan cah gemblung kowe Shar... orah biso ngempet! gampangmen terbuai... haaahhh..??terbuai...??aaaaaaaahhhh" kesal Sharen pada diri sendiri. Betapa malunya dia, entah apa yang harus dilakukan bila bertemu Sadam kembali "ben wes anggep ae rah enek opo2 kan aku karo Damdam seduluran, wajar nek keroso nyaman" akhirnya Sharen memilih melupakannya saja agar bisa beraktivitas seperti biasa. Dan Sharenpun terlelap dalam tidurnya.
Keesokan paginya seperti biasa, Sharen menjalani aktivitas rutinnya. Sholat olahraga lanjut bantuin ibu di Dapur kemudian mandi. Dalam kamar mandi Sharen kembali kepikiran akan Sadam. "Opo Mas Damdam bakal mikir koyok Sharen yo..? tapi nek orah piye jal..?? nek Mas Sadam malah nggodak Sharen piye jal...??? haddduuuhhh.. piye kih..?? nek sampe ibu mami papi ngerti..?? Aaarrgghhh...Semoga semua baik2 saja!!! Harap Sharen kemudian melanjutkan aksi mandinya.
Dalam kamar sebelah Sadam yang barusaja terbangun meregangkan otot2nya kemudian tersenyum sendiri mengingat kejadian semalem. "hahahaaaa... Sharen.. Sharen.. manis banget sih kamu..??" ucap Sadam yang sudah terduduk di kasur sambil memeluk gulingnya. "Udah ah mandi ajah gerah aku mikirin Sharen terus" kata Sadam sambil berlalu ke kamar mandi.
Setelah sama2 rapi mereka keluar kamar bersama dan terkejut didepan pintu masing2. keduanya hanya saling pandang dan membeku dalam pikiran masing2 sampai Sadam akhirnya memutus tatapan itu dan belalu meninggalkan Sharen yang masih membatu disana.
Dimeja makan keduanya masih diam dalam pikiran masing2 hingga Sanum menyelamatkan Sharen. "Share kita berangkat jam 10 ya biar puas" ajak Sanum yang hanya diangguki Sharen. "Lhoo mau kemana sayang?" tanya mami menyahut. "Mau ajak Sharen main lha mii.. gantian,, kan kemarin Sharen udah main sama Damdam, sekarang harus sama Numnum dong..!" jawab Sanum girang dan Sharen hanya ikut senyum girang.
"Kalian mau main kemana sih? ga mau ikut mami papi aja arisan keluarga di rumah om anwar?" tawar papi pada kedua anak gadisnya itu yang diangguki mami. "ga ah mi.. kali ini Numnum absen aja,, bawa aja tuh si Damdam biar kangen2an sama Mas Radit" Jawab Sanum sambil melirik ke arah Sadam. yang hanya dibalas dengan dengusan oleh Sadam.
"Sadam kalau ga mau ikut arisan gapapa kok sayang, kamu temenin ade2 kamu main aja yah" pinta mami yang melihat Sadam juga enggan mengikuti arisan keluarga mereka. "hahh..?" kata Sharen terkejut yang langsung dilihat Sadam "ga ah mii, Sadam ikut arisan aja daripada nemenin 2 gadis beda versi ini" jawab Sadam sinis "Apa elo kata?" jawab Sanum garang tak terima dengan kalimat Sadam.
"Sudah sudah..! kalian ini ya.. selalu berantem depan makanan! Berapa kali papi bilang jangan berantem depan makanan! terus aja begitu!! amarah papi pada anak2nya. yang kemudian ditenangkan mami. "sudah pii,, ayoo lanjut makan lagi semua" dan suasana meja makanpun kembali tenang hingga selesai makan.
Setelah rapi dengan kaos kniit putih sabrina sampai batas d**a atas dengan overall spans jeans biru muda diatas lutut dipadu dengan warrior putih dan diperindah dengan kuncir ekor kuda tinggi meninggalkan poni dan anak rambut depan kanan kiri telinganya itu, Sharen segera mengambil tas punggungnya yang berbahan jelly itu dan keluar kamar menjeput Sanum. Namun lagi2 didepan kamar dia kembali bertemu dengan Sadam yang juga sudah berganti baju juga.
Keduanya terpana terpesona melihat satu sama lain. dalam tatapan Sharen tergambar betapa gantengnya Sadam memakai cenala jeans bellel biru muda dengan kaos oblong putih yang lagi2 mirip dengan penampilannya itu ditambah Sadam menata keren rambutnya ala2 anak remaja jaman sekarang. "Yaa.. Allah.. Gustiii.. pengen pingsan.." jerit hati Sharen.
Tak berbeda dengan Sharen, Sadampun juga menjerit jerit dalam hatinya. "Damn shit.. so sexy and hot.. fuck..! bisa gitu ya dia menyesuaikan penampilan dengan mudahnya? dan selalu terlihat sexy depan mata gue??! fuck.. fuck.. fuck..!! dan kembali Sadam yang meninggalkan Sharen tak tahan lama2 melihat Sharen.. "bisa khilaf akut gue kalo begini terus" kata Sadam sambil memegangi d**a kirinya menuruni tangga rumah.
"haaaahhh... Alhamdulillah.." kata Sharen lemas sambil memegangi d**a kirinya yang berdetak tak karuan itu, kemudian melanjutkan menuju kamar Sanum. Tok.. tok.. tok.. "Num.. gue masuk ya" teriak Sharen. Dalam kamar Sanum Sharen mendapati Sanum sedang memakai sepatunya melihat rambut hitam panjang Sanum, Sharen tergelak ingin mengikat rambut itu. "Num.. gue kepang mau ga elo?" tanyanya pada Sanum. "Boleh aja" jawab Sanum singkat.
Mereka turun bersama dan bertemu semua anggota keluarga yang ternyata papi mami juga baru rapi dan hendak berangkat arisan. semua terpanah pada penampilan Sanum yang berbeda itu. Sanum yang memakai kaos biru polos dengan bordir doraemon kecil di ujung kanan bawah kaos itu dengan celana jeans putih ketat selututnya dipadu dengan sneckers birumuda juga itu semakin terlihat manis ketika melihat rambut kepang dua rapi hasil karya Sharen.
"Yaa Allah.. manisnya anak mamii.." puji mami sambil menciumi pipi Sanum "iya dong.. Sharen yang bikin" kata Sanum bangga "Pinternya anak papi" Sahut papi sambil mencium puncuk kepala Sharen. dan Sharen hanya tersenyum menanggapi. "Kalian pergi sama mang ujang ya.. mobil papi biar Sadam yang bawa" perintah papi. "okeh pii.." jawab Sharen riang. "uang jajan dong pi..." pinta Sanum manja
"hahahaaa... kirain lupa kamu minta uang jajan sama papi? ini bawa kartu ini aja jangan uang tunai ribet. beli yang kalian mau tapiii.. jangan berlebihan!" perintah papi tegas. "siap pi" jawab Sanum dengan gerakan hormat. "Yaudah ayoo sama2 berangkat keburu dimulai arisannya." pinta mami pada Sadam. Tapi Sadam sedari tadi tidak komentar dan hanya memperhatikan Sharen saja. "Sadam ayoo..!!" ajak mami kembali. "iyaa mii.." jawab Sadam singkat setelah kembali fokus. Merekapun akhirnya berangkat bersama dengan tujuan masing2 dan baru kembali ke rumah di sore hari.
Sadam yang merasa lelah langsung menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kasur. dan kembali Sadam mengingat adegan panas itu,, adegan yang dilakukannya dengan Sharen yang belum pernah ia benar2 melakukannya bersama perempuan. Sadam tertawa lebar dan tersenyum geli jika mengingat betapa hotnya Sharen dalam mimpi itu. bagi Sadam mimpi bercinta dengan Sharen adalah mimpi basah ternikmat dalam hidupnya. Belum pernah ia merasakan mimpi basah yang berasa nyata seperti kemarin. "gilaaa.. gue sampe mimpi basah beneran lhoo gara Sharen?" kata Sadam tak habis pikir dengan segala pesona dan keterampilan yang Sharen miliki.
^_^ Wkwkwkwkkkk... ternyata nainanya cuma dalam mimpi Sadam ya guys.. tahan.. tahann.. nanti pasti ada kok part ena ena beneran mereka. makanya ikuti terus yaa cerita SharDam ini.. jangan lupa love dan komentnya ya.. biar makin seru bacanya dan makin gila aku ngayalnya.. hahahaaa...
---Timacih.. emmmuuaachh...---