Dua minggu sudah Sharen disana, hari hari dilalui dengan penuh bahagia bersama semua orang tua dan 2 saudaranya. sesekali dia juga menelpon ayhnya di Jogja, bertanya kabar dan kondisi sang ayah. Meskipun Sharen masih malu bila bertemu Sadam, namun sebisa mungkin Sharen menghindar bila ada kesempatan berdua dengan Sadam. Sharen masih takut terbuai dan tentu saja belum lupa dengan kejadian memalukan malam itu.
Tak jauh berbeda dengan Sharen, Sadam juga beberapa kali menghindari Sharen. Jelas dong Sadam menghindar, orang dia udah mimpi basah dan objeknya Sharen. gimana dia bisa tahan ketemu Sharen,, yang ada ntar dia malah mupeng akut. Jadi mereka bisa bersama bila ada anggota keluarga yang lain seperti saat makan atau sedang menonton di ruang keluarga.
Tiba saat Sadam dan Sanum sama2 melakukan Ujian Kenaikan kelas, Sharen merasa sepi,, karena tidak bisa menggila bersama Sanum untuk mengusili Sadam. "Daripada bengong aja mending Sharen ke dapur bereksperiment.. hahahaaaa..."
Setiba di Dapur dia melihat persediaan stock bahan yang ada, kemudian mulai aksinya membuat sesuatu disana. Sharen memilih membuat puding s**u oreo lapis cappuccino. Sharen mengolah puding tersebut sambil bernyanyi dan bergoyang sekenanya. Namun kesenangan Sharen terhenti ketika Sadam masuk dapur untuk mengambil minuman kaleng di kulkas untuk menemaninya belajar.
Sharen bingung harus apa karena sudah terjebak berdua Sadam di dapur, dan untungnya Sadam juga tidak berulah. Dia benar2 hanya mengambil minuman kaleng itu dan segera kembali belajar di kamarnya. "Haaahhh.... untung aja ga lama2 didapurnya" monolog Sharen setelah Sadam pergi dari dapur.
"Astagaaaa... Tuhaaaannn... hamba ga tahaaaannn... Giiillaaaaa... sexy banget Sharen..apalagi pas goyang tadi.. pake katok gemesh pulak... aaarrrggghhh.. Tolong.. yaa Allah... hapus semua perasaan ini. Hamba belum siap dibuang dari keluarga ini bila menginginkan ade hamba sendiri..." kata Sadam ketika sampai di kamarnya.
Setelah puding set.. Sharen meletakkannya di lemari es, kemudian dia lanjut membuat fla vannila agar semakin enak menikmati pudingnya tadi. setelah fla siap dan dingin Sharen kembali meletakkannya dalam lemari es beserta puding, agar semakin nikmat dan segar bila dimakan dengan kondisi dingin.
Sambil menunggu Sharen pergi ke kamar ibunya, seperti biasa ingin bermanja2. Namun belum sampai kamar ibu, Sharen sudah berpapasan dengan wanita yang telah melahirkannya itu.
"mau kemana? tanya ibu ketika melihat Sharen menghampirinya
"kamar ibu lhaaa.." jawab Sharen manja
"ibu arep masak makan siang, ayoo ewangi ibu" ajak ibunya
"yaaa.. Sharen baru rapi bikin puding bu..." keluh Sharen
"puding? puding opo? tanya ibu sambil terus berjalan menunu dapur
"puding s**u oreo cappucino ala Sharenina Latief" ucap Sharen sok ala2 cheft
"Hahahaaa... nyacak jal piye rasane" kata ibu meremehkan
"enak lhaaa pasti.. wong Sharen seng bikin.. tapi sek durung anyes bu.. nembe masuk kulkas" jawab Sharen
Karena 2 ART lainnya sedang ijin pulang, yang satu suaminya sakit dan satunya lagi anaknya menikah. Jadi ibu hampir mengerjakan semua kerjaan rumah besar itu sendiri. untung ada Sharen yang membantu nyapu dan ngepel rumah sehingga ibu tidak terlalu kecapekkan. dan memasak makan siang kali ini juga Sharen yang hampir mengambil alih karena Sharen tau ibunya lelah baru saja setrika baju.
Tiba jam makan siang semua berkumpul di meja makan, Sharen dan ibu sudah menata semua hidangan termasuk puding dan fla buatan Sharen tadi.
"waaahhh.. puding.. kayaknya enak nih" kata papi yang hanya dibalas senyuman Sharen
"kamu yang buat pudingnya nak?" tanya mami pada Sharen yang hanya dianggukinya
"Ini semua juga Sharen yang masak Nyah.. saya cuma bantu" Sahut Ibu sambil menuangkan air putih ditiap gelas tersaji.
"oh yaaa...?? tanya mami berbinar dan Sharen kembali mengangguk
"Hebat elo Shar.. gue bangga punya sista cem elo" koment Sanum semakin membuat Sharen tersipu.
"pasti enak ini.. yaudah mari makan semuanya" ajak papi tidak sabar menikmati masakan Sharen.
Seperti biasa Sadam tidak ada komentar ataupun memuji masakan Sharen. Dia hanya diam memperhatikan tingkah manis Sharen yang dipuji semua orang. Namun Sadam memberi apresiasi pada masakan Sharen dengan tanda dia menambah porsi makan setelah menghabiskan makanannya sebelumnya. Hingga membuat semua orang heran. "Tumben nak.. kamu nambah?" tanya mami
"enak lhaa mii.. jadi rakus dia" ejek Sanum yang dapat lirikan tajam Sadam
"Lapper aku mii.. capek belajar terus" jawab Sadam sambil terus menikmati makanannya.
"iya iyaa gapapa kok sayang.. asal kamu seneng aja" kata mami
Melihat apa yang dilakukan Sadam membuat Sharen tersenyum bahagia dalam hati. karena dia akan sangat malu bila memperlihatkan kebahagiaannya didepan semua orang. Dia tidak ingin semua orang tau perasaannya yang belum jelas ini pada Sadam. Sharen masih sangat tau diri akan statusnya yang anak seorang ART di rumah ini, meskipun dia sudah diangkat menjadi anak dalam keluarga ini, namun tetap saja tidak mungkin Sharen bisa bersama dengan Sadam dikemudian hari.
Setelah rapi makan Sharen menghidangkan puding untuk penutup mulut makan siang mereka. dan sesuai ekspektasi, rasa puding Sharen benar2 nikmat. Semua orang menikmati tanpa komentar hingga puding tandas tak bersisa.
"Mantabbb... papi mau lagi dong nak" koment papi sembari memberikan piringnya pada Sharen
Sharen tersenyum lebar dan semangat menghidangkan puding kembali untuk papi.
"gue juga... mau lagi" kata Sadam menyodorkan piringnya ke arah Sharen.
Sharen terkejut namun langsung tersenyum dan menghidangkan puding untuk Sadam kembali.
"makasih" kata Sadam singkat yang hanya diangguki Sharen.
"kalau gue ga kenyang gue pasti nambah kayak papi sama Damdam Shar.." kata Sanum
"Mami juga sayang.. sisanya simpen kulkas aja ya nanti bisa dimakan lagi" pinta mami
"baik mami..." jawab Sharen ceria
Sharen benar2 senang makanannya bisa diterima dan dinikmati semua anggota keluarga. Bahkan Sadam sampai nambah2. Hal itu yang paling buat Sharen bahagia. Bahagia karena Sadam sangat menyukai semua masakan Sharen. "bila kita boleh berjodoh,, aku pasti akan selalu membuatkan kamu makanan yang enak mas... aku akan terus belajar membuat menu makanan yang kamu suka mas.." batin Sharen saking bahagianya.
^_^ Sama sama sudah membayangkan dan memikirkan pernikahan nih mereka.. boleh ga sih mereka berjodoh...??? tahan ya guys.. part penuh siksaan masih aku tahan juga kok, kita bikin baper2 aja dulu mereka
pencet lovenya ya biar bisa terus mengikuti kisah SharDam
dan kalau berkenan,, komentnya yaaa...
--- Timacih.. emmmuaaachh ---