Cinta???

1041 Kata
"kok aku ga rela yoo..??masio ta seng diomong mas Sadam kui bener,, aku mung adine podo karo Numnum??" kata hati Sharen sambil menatap ke luar jendela pesawat yang membawanya pergi ke lombok. "Tapi opo iki.. opo seng tak rasane neng kene???" lanjut batin Sharen sambil memegang d**a kiri atasnya. "cinta...???" Sharen segera menepis khayalan itu dengan gelengan kepala yang cepat dan berkata pada hatinya "ga mungkin... ga mungkin" Terus seperti itu hingga Sadam yang lagi2 duduk disebelahnya menyentuh tangannya, dan Sharen seketika menoleh pada Sadam "kenapa geleng2...? pusing..? elo ga lagi nahan mabok udara kan Shar...?" Tanya Sadam yang entah mengapa terdengar dan terlihat sangat khawatir pada Sharen. Sharen lagi2 menggelengkan kepalanya "gapapa kok mas... Sharen baik2 saja dan ga lagi nahan mabok" jawab Sharen dengan segera melepas tangan yang disentuh Sadam tadi. "okeh.. syukur deh kalo gapapa" tutup Sadam mengakhiri obrolan mereka. "kenapa gue malah terlihat khawatir ya sama Sharen? padahal tadi gue sendiri yang suruh dia ga boleh baper!!" batin Sadam menyesali perbuatannya yang memang tidak bisa lepas memperhatikan Sharen, walau sudah dengan sangat keras dia menahan dan memperingati hatinya untuk tidak lagi memikirkan Sharen. Tapi tetap saja gagal bila mereka terus saja bertemu dan bersama seperti ini. "elo ade gue Shar.. gue maunya sayang elo sebagai ade.. bukan sayang yang berasa cinta seperti ini... tapi kenapa hati gue terus menolak ya..?? kenapa hati gue seolah berkata untuk maju dan terus memperjuangkan rasa ini??? plisss Shar.. dukung gue buat lupain elo" Sharen kembali dalam pikirannya yang menanyakan perasaan apa yang saat ini dirasakannya pada Sadam "aku memang ga tau ngerti yo ga tau ngerasane opo iku cinta..? tapi moso iyooo.. iki.. cinta?? dan mas Sadam??? Sharen cinta mas Sadam ngunu...??? ga.. ga.. ga.. ga oleh.. ga oleh... mengko ibu dipecat..!? emoh.. aku gamau ibu sampe dipecat. aku ga oleh cinta mas Sadam. No Sharen No! you must forget him before this teste grows up!! you must Sharen!!! Dua orang yang duduk bersebelahan dan tidak saling bicara itu masih terus dalam pikiran mereka masing2. hingga tak terasa perjalanan mereka telah sampai. "Ayo sayang sama mami, koper biar diurus papi sama Sadam!" ajak mami pada kedua putrinya itu. "Sharen bantu mereka aja deh mi.. kan kopernya 5,, tangan papi sama mas Damdam cm 4.. jadi Sharen bantu mereka aja deh" pinta Sharen yang diangguki dengan senyuman bangga oleh mami. Sesampainya mereka di hotel, segera Sharen dan Sanum merebahkan diri di kasur mereka yang memilih untuk menempati satu kamar saja untuk mereka. "Capek gue sumpah..." keluh Sanum. "Capek apaan elo... dari rumah sampe sini molor terus be2 mami" sahut Sharen yang hanya dicengiri Sanum. Kebiasaan tidur dalam perjalanan jauh mami memang nurun sama Sanum dan ga akan benar2 bangun bila belum sampai tujuan."kita ngasoh aja dulu ya Shar.. besok aja dari pagi sampe malem deh kita jalan2nya" ajak Sanum yang hanya diangguki Sharen sambil terpejam. Sementara dikamar sebelah ada yang tidak bisa istirahat dengan tenang karena masih saja memikirkan seseorang. "kok bisa ya gue dengan mudahnya suka sama Sharen? bahkan kayaknya gue udah mulai jatuh cinta deh sama dia? ketemu juga belum lama ini.. tapi gue adem gitu.. cuma liat mukanya dia doang. berasa geli,,gemesh gitu kalo dia udah menye2 manja..? Tuhannnn aku mesti apaaaaaa...??? Teriaknya diakhir monolog Sadam dalam kamar hotel. Sharen terbangun karena hari sudah mulai sore dan dia belum menjalankan ibadah Sholat. Segera ia ambil wudhu lalu menunaikan sholat wajib yang di akhiri dengan doa2 untuk orang tuanya serta saudara2nya dan diselipkan do'a khusus pada Tuhan agar menghapus nama Sadam dihatinya. "Tolong yaa Allah.. karena hamba tidak ingin ibu dipecat, ibu sangat bahagia berkerja disana, meskipun harus jauh dari kami. Hamba tidak ingin pengorbanan ibu menjadi sia2 dengan perasaan bodoh hamba ini.. hamba mohon padamu yaa Allah.. hapuskanlah.. dan hilangkanlah.. aamiin" Setelahnya Sharen segera membangunkan Sanum dan menyuruhnya Sholat juga. "Num.. Numnum.. bangun.. sholat Num.. keburu maghrib lhoo ntar.." Sanum menggeliat dan perlahan membuka matanya. "buruan ambil wudhu abis itu gue mau mandi" perintah Sharen. "lho mandi Shower aja ya jangan pake bethtubnya gue mau berendem" pinta Sanum masih malas bangun. "iyaaa.. makanya buru elonya wudhu.." jawab Sharen geram. "iyaa iyaa bawel elo kayak mami" ejek Sanum sambil ngacir ke kamar mandi. "Dasar elo.. simanja tomboy" Sembari menunggu Sanum, Sharen menyiapkan baju ganti yang akan dikenakannya nanti setelah mandi. ketika baju sudah siap, terdengar bel kamarnya berbunyi. segera Sharen melangkah dan membukakan pintu kamar dan ada mami disana. "haiii sayang.." sapa mami penuh sayang "masuk mii.." ajak Sharen sopan "Numnum...?" tanya mami karena tidak melihat keberadaan Sanum disana. "Masih wudhu mii,, baru bangun dan belum sholat" "ooohh.. kamu kok belum mandi sayang?" tanya mami kembali karena melihat Sharen masih mengenakan pakaian yang sama sejak pagi tadi "bentar lagi mii.. ini masih nunggu Sanum keluar kamar mandi,, masa wudhu aja lama banget?!" kesal Sharen yang langsung diketawain mami "hahahaaa.. dia baru bangun kan? terus kamu suruh wudhu? yaa pasti lama lahhh orang nyawanya aja belum balik semua kedia" jawab mami yang mengundang tawa Sharen juga. "Kamu mandi aja di kamar Damdam,, daripada kelamaan nunggu Numnum" perintah mami. "kamar mami?" tanya Sharen lebih milih kamar maminya daripada kamar Sadam. "kamar mami dipake papi sayang.. tau kannn.. perawan aja kalah lama dari papi?" jawab mami kembali sambil terbahak bedua Sharen. "sana ke kamar Sadam bawa baju ganti dan printilan kebutuhan kamu, tadi mami sudah mampir kesana dia udah mandi kok" lanjut mami memerintah Sharen agar segera mandi. Sharen berjalan membawa pakaian dan segala printilan kebutuhan mandi dan makeupnya dengan sangat enggan melangkah keluar kamar. hingga di depan kamar Sadam, dia masih saja berpikir untuk mengurungkan niatnya menumpang mandi. namun sangat tidak mungkin dia tidak menjalankan perintah maminya. Setelah lama berfikir untuk melanjutkan atau membatalkan saja numpang mandinya, akhirnya Sharen memberanikan diri untuk menekan bel kamar sadam. dan tak lama muncullah Sadam dengan kernyitan didahinya tanda ia berfikir akan keberadaan Sharen yang membawa baju dan segala printilan kebutuhan mandi dan make up. Melihat kebingungan Sadam, Sharen mulai bicara "mau.. numpang mandi,, boleh...?" pinta Sharen dengan nada sangat manja. dan manjanya Sharen itulah yang jadi kelemahan Sadam selama ini. ^_^ Nah looohhh... di bolehin ga yaaa sama Damdam?? trusss misal boleh apa yang bakal terjadi nih kira2?? Mereka bedua aja lhooo di kamar itu??? xixixixixiii... jangan pada nglanjor ya guys.. --- Timacih emmmuuaachh ---
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN