Semakin Liar

1013 Kata
Sharen segera menjalankan ritual mandinya dengan sangat cepat bahkan mungkin bisa di bilang kilat, karena saat ini ia sedang berada di kamar mandi hotel kamar Sadam. yah ternyata walaupun sempat menunggu lama Sadam untuk berfikir, akhirnya Sharen diperbolehkan juga menumpang mandi disana. Masih dengan bethroubnya Sharen keluar kamar mandi yang langsung terhubung dengan walk in closed. Sharen mengeringkan rambutnya denga hair dryer yang memang tersedia disana kemudian mengaplikasikan make up tipis andalannya dan megoleskan lotion aroma vanila rose keseluruh tubuhnya. Rapi mandi dandan dan ganti baju, Sharen segera keluar dari walk in closed tersebut, hendak menemui Sadam untuk mengucapkan terimakasih. ternyata Sadam sedang bersandar pada kepala ranjang dan asik bermain game di HPnya. "Mas.. makasih ya.. Sharen balek kamar dulu" ucap Sharen tulus dengan senyum lembutnya. "okeh" setelah mengucapkan itu Sadam langsung berlari ke kamar mandi hendak buang air kecil, hal itu membuat Sharen heran? "mungkin bet pipis?" ucapnya sambil menghedikkan bahu lalu melanjutkan jalannya, namun belum sampai pintu, tepatnya masih didepan ranjang Sadam barang2 bawaannya terjatuh karena terburu tadi tidak sempat menatanya. "astagah.. pake jatuh pulak ini.." sambil memunguti satu persatu barang2 dan pakaiannya Sharen berfikir ada yang kurang "lhaaa bra ama cd ku mana...? mosok di dalem? piye nek mas Sadam liat...???" masih dengan paniknya Sharen dikejutkan dengan panggilan Sadam "Shar... elo cari ini...?" tanya Sadam sambil mengangkat bra dan cd Sharen dengan telunjuk dan jempol tangan kirinya. "Astagah..." dengan wajah merah karena malu Sharen yang terkejut langsung berdiri dan berlari ke arah Sadam hendak mengambil bra dan cdnya. namun belum sampai pada Shadam, "aaahhh..." teriak Sharen tersandung keset depan walk in closet, sehingga membuatnya seakan melompat pada tubuh Sadam. Sadam yang tak siap dengan kondisi itupun terhuyung kebelakang dengan memeluk Sharen diatas tubuhnya. "Buuugghh..." suara yang terdengar ketika mereka terjatuh Sharen masih menutup matanya karena takut dan tetap berada dalam pelukan Sadam hingga beberapa menit setelah mereka terjatuh. "heeemmmm... nyamannya.... wanginyaaa..." batin Sharen kembali terbuai dalam pelukan Sadam. tak berbeda dengan Sharen, ternyata Sadam juga terbuai oleh aroma manis segar yang menguar dari rambut Sharen "gilaaa... pake wangi lagi nih rambut! badannya Sharen,,, sewangi ini juga ga ya...?" kegilaan Sadam dalam batinnya. "eehhh.. apa nih?? kok makin sesak aja sih..?" tanya Sadam dalam hati mendapati dirinya yang semakin erat dipeluk Sharen. "ehh..hemm..." Sadam berdehem dengan maksud untuk membuat Sharen terbangun, namun ternyata Sharen masih berada dalam khayalannya. "jangan2 pingsan lagi nih cewek?" tanya Sadam kembali dalam hatinya "Shar... elo... ga pingsan kan?" khawatir Sadam "hmmm...??" kata Sharen dengan hanya mendongakkan kepalanya ke arah Sadam. "mau sampe kapan begini terus neng...? sesek gue.. elo peluknya kekencengan!" kata Sadam menyadarkan Sharen. Sharen yang mulai kembali dari lamunannya itu segera bangkit namun tidak langsung bangun, dia hanya mengendorkan pulukannya pada Sadam kemudian tangan yang memeluk Sadam tadi menjadi menopang di lantai agar Sadam tidak sesak. Rambut panjang Sharen nampak terjatuh dengan posisi seperti itu. Bibir ranum tipis itu sungguh menggoda, membuat Sadam ingin menaruh rambut2 itu dibelakang telinga Sharen kemudian mencium bibir lembut Sharen yang sepetinya berasa manis. Tentu hal itu hanya ada dalam khayalan si bodoh Sadam Ibrahim. Dalam posisi seperti itu tentu membuat mata mereka bertemu saling pandang dan mengunci hingga beberapa menit berlalu begitu saja. Sharen benar2 menikmati, melihat Sadam dari posisi seperti ini terlihat semakin ganteng maksimal hingga hingga tanpa sadar membuatnya tersenyum sendiri. "fuck... kenapa malah begini sih pousenya?? pake senyum lagi?? bikin gue makin liar aja... aarrggghhh.." teriak Sadam dalam hati mendapati si adek mulai tumbuh dan membekak, terasa ngilu dan sesak berada dalam balik celana dan cd nya. "Shar... elo mau gue cium biar bangun..?!" tanya Sadam untuk mengakhiri keintiman mereka. "ehhh..." seketika Sharen tersadar dan teringat kejadian apa yang membuatnya berada dalam posisi itu. "maa..makasih" Sharen bangun dan secepat kilat mengambil bra dan cd yang tadi ikut terjatuh bersamanya dengan Sadam lalu berterima kasih dan ngacir begitu saja meninggalkan Sadam yang ternyata masih belum merubah posisinya sejak tadi. Sadam masih bingung harus bagaimana karena si adek tak kunjung kembali tertidur meskipun Sharen sudah pergi dari sana. "masa iya gue mesti mandi lagi sih...??" kata Sadam bangkit lalu kembali masuk kamar mandi dan "SHAREEENNN... aaarrrgghhhh... hah..hah..hah..." terdengar teriakan dari dalam kamar mandi tertanda sebuah pelepasan telah terjadi. Sadam akhirnya bersolo player untuk menidurkan sang adek dengan terus menjadikan Sharen fantasinya. Sementara dikamar sebelah Sharenpun ngosh2an karena berlari dari walk in closet kamar Sadam. "Yaa Allah gustiii... isin aku isin... kok isone barang keramat kui malah dicekel mas Damdam???" keluh Sharen dalam hatinya "Sharen.. Sharen.. kowe iki jan angel temen kok tuturane.. wes ngerti Sadam kui sopo kowe sopo kok malah tambah rapet peluk2 Sadam haaahhhh..." jerit hati Sharen merutuki kebodohannya. "wes ngunu malah mesam mesem dewe nguwasi Sadam??? aaarrrggghhh... Sharen.. you are Stupid" kesalnya dalam hati. "Balek elo..? darimana bawa printilan gitu? tanya Sanum tetiba keluar dari walk in closet "hehhh... dari... numpang mandi.. di.. kamar.. mas Damdam" jawab Sharen masih belum fokus "ooohhh pantesan gue balek wudhu elo gada dikamar? kelamaan ya nunggu gue ga sadar2 dikamar mandi? hahahahaaa..." "iyaaa.. elo sih pake lama.. gue jadi disuruh mami numpang deh" "lhaaa mami kesini?? kok gue ga tau?" "gimana elo tau kalau elo masih betah merem dalem kamar mandi? heran gue? lama banget sih nyawa elo balik? jalan2 kemana sih??!" tanya Sharen kesal, sebab bila bukan karena Sanum hal memalukan itu tak akan pernah terjadi. "hahahahahaaa... gue sih tadi mimpinya ke korea.. ketemu oppa" jawab Sanum santai dengan tawanya "haishhhh... dasar elo!" tutup Sharen masih sedikit kesal. Sharen bingung harus berbuat apa jika bertemu Sadam, bra dan cd, pelukan erat, senyum yang nampak menggoda di mata Sadam. semua itu sungguh membuatnya malu dan tidak berani menatap mata Sadam bila nanti bertemu. ga bakalan ketemu itu hal yang mustahil karena mereka sekarang malah sedang berlibur bersama, ga mungkin dong Sharen pilih ngerem dikamar untuk menghindari bertemu Sadam. padahal alasan mereka berlibur juga untuk membahagiakan Sharen. ^_^ uuuggghhh... Sharen sukses guys buat adek kecil Sadam terbangun.. dan parahnya lagi buat Sadam bersolo player dengan Sharen sebagai fantasinya... hahahaaaa... apa ya yang bakal terjadi setelah hal memalukan itu, bila mereka bertemu dan harus bersama? --- Timacih eeemmuuuaachhh ---
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN