Persis seperti prediksi Sharen, bahwa dia tidak akan pernah terhindar dari makhluk yang bernama Maulana Sadam Ibrahim itu. Gimana mau menghindar bila setelah ishak mami papi sudah menggiring anak2nya makan malam bersama di restoran hotel yang ternyata restoran itu langsung menghadap laut, tepatnya berada ditepi pantai. Suasana pantai di malam hari yang begitu syahdu dengan suara gemerisik ombak yang mendayu dayu ditambah lilin lilin cantik yang tertata rapih diatas tiap meja disana menambah kesan romantis.
Bukan hanya Sharen yang begitu mengagumi tempat ini, Sadam mami papi bahkan Sanum yang tomboipun juga ikut terpesona akan suasana Resto malam itu. mereka sudah menempati meja yang sudah di pesan papi. dimana posisi duduk mereka seperti di meja makan rumah mereka, yaitu papi duduk sendiri ditengah meja kemudian dikanannya ada mami dan Sanum. Sebelah kirinya Sharen dan Sadam. yaaa lagi2 mereka duduk bersebelahan. sepertinya memang takdir mereka bersama hanya masih sama2 ada keraguan diantara mereka yang tidak bisa mereka ungkapkan satu sama lain.
Sharen makan dalam diam karena dia masih terus berfikir bagaimana cara untuk menjauh dari Sadam, sekaligus melupakan perasaan bodohnya itu untuk Sadam yang mungkin menurutnya hanya dia saja yang merasakannya.
"Sayang... kenapa? kok dari tadi diem aja? makanannya ga enak ya? apa kamu mau ganti menu? bilang aja sayang!" tanya papi yang begitu peka terhadap Sharen.
"ga pii.. Makanannya enak kok.." jawab Sharen memaksa ceria dihadapan seluruh anggota keluarga
"trus kenapa diem aja nak? ga ceria seperti biasanya?" kali ini mami yang menjadi peka pada Sharen
"eeehh.. Sharennn.. kangen ayah mii.." alibi Sharen meskipun tidak sepenuhnya beralibi, Sharen memang sangat merindukan sosok ayah yang selalu berada disampingnya itu dari kecil. Sosok pahlawan dan cinta pertama bagi Sharen.
Jawaban Sharen membuat suasana makan malam keluarga itu menjadi sedikit melow.
"elo.. belum telp ayah hari ini?" tanya Sanum
"belum.. ntar aja mau tidur sekalian telp ibu juga" jawab Sharen
"okeh kalau gitu sekarang lanjut makan dulu ya sayang,, nanti setelah makan bisa langsung telp ayah!" saran mami penuh sayang pada Sharen
"Vidio Call aja biar bisa sekalian liat kondisi ayah" tetiba Sadam menyahuti, pasalnya laki2 itu dari tadi hanya diam dan menikmati makannya tanpa peduli dengan suasana makan malam dimeja itu.
"iyaaa bener apa yang Sadam bilang sayang" tambah papi
"iyaaa nanti Sharen Vidio Call ayah dan ibu sekalian" tutup Sharen mengakhiri topik melow pada makan malam saat ini.
Setelah makan mereka langsung kembali ke kamar masing2. Karena Sanum mengerti bahwa Sharen perlu ruang dan waktu untuk melepas rindu dengan kedua orang tuanya melalui vidiocall, Sanum memutuskan untuk menunggu di kamar mami papinya. sedangkan Sharen yang sudah sangat rindu ayahnya segera meraih HPnya kemudian mendial no ibu dan ayahnya mengajak Vidio Call bersama. Saat panggilan terhubung, Sharen memberisalam dan melambaikan tangan di layar HPnya.
"ayah... ibu... Sharen kaaangennn..." ucapnya dengan isak tangis menahan rindu? atau karena menahan malu pada Sadam?
"iyaa ndhuk... ayah kangen kalian juga" jawab ayah
"iyaaa sama.. ibu juga kangen kalian" jawab ibu sambil terisak juga membuat ayah kebingungan melihat dua perempuan yang sangat dicintainya itu menangis bersama.
"lhooo... piye toh? kok ibu melu nangis pisan?? ayah mundak bingung no.. kudu piye?" jawab ayah gusar yang malah membuat kedua perempuan itu tertawa bersama.
"ya wes.. Sharen ndhak nangis maneh... ibu iya no.. berhenti nangis ee..!" pinta Sharen sambil mengusap air matanya
"iya iyaaa.. ibu juga berhenti nangis wes" kata ibu sambil melakukan hal yang sama dengan Sharen.
"Lhaaa ngunu toh.. ayah mundak bungah yen ibu karo Sharen orah nangis" kata ayah bahagia dengan senyumnya yang ternyata menular ke ibu dan Sharen juga, dan jadilah mereka tertawa bersama dalam vidiocall itu.
"ayah.. ibu.. bar liburan dugi Lombok niki Sharen langsung balek jogja nggeh? wonten informasi sangking sekolah, Sharen kedah tumut latihan Opera damel acara wisuda" Alibi Sharen untuk menghindari Sadam dan untuk melupakan perasaan bodoh yang dimiliki untuk Sadam, namun sebenarnya memang Sharen harus mengikuti latihan Opera hanya saja waktunya tidak dalam waktu dekat ini.
"ayah yoo malah bungah no.. yen Sharen enggal balek jogja" sahut ayah antusias
"ibu sih.. yen Sharen bahagia tur Ikhlas melakukannya, ibu ridho ndhuk.." jawab ibu bijak dan penuh sayang.
"iya wes bu.. yah.. Sharen istirahat rumiyen nggeh... mbenjeng pasti Sanum bakal ajak Sharen keliling sehariannn..." keluh Sharen dengan manjanya pada ayah dan ibunya yang hanya ditanggapi senyuman oleh ayah
"iyaaa ndhuk.. enggal o bubu wes" kata ibu dengan senyum mengejek karena tahu betul bagaimana antusias Sanum ketika berlibur.
Dan panggilan vidiocall itu berakhir dengan mereka bertiga saling memberi salam dan melambaikan tangan masing2.
Setelah mengakhiri panggilan vidiocall itu Sharen segera mengirim pesan WA kepada Sanum agar segera kembali ke kamarnya.
[elo masih betah ngempeng sama mamiii???]
[kalo iye.. gue kunci pintu kamar ye]
[gue ngantuk]
[pen bobo syantik]
[besok mau jalan2]
tak menunggu lama Sanum sudah membalas pesan WA Sharen
[enak aja elo..!! gue bukan bayi yeee musti ngempeng dulu ke mami sebelum tidur!!!]
[jangan dikunci!!!]
[gue OTW]
"Hahahahaaaa... Sanum... sanum... si tomboy manja, tarzan betina hahahaaaa..." monolog Sharen gemesh pada Sanum. tak lama terdengar pintu kamar terbuka dan menampilkan sosok Sanum disana sebelum akhirnya berteriak
"Oooohhhh... Sharrreeennnn.. i'm comiiiing...." teriakan membahana itu mengiringi langkah Sanum masuk kamar hotel hingga Sharen hanya bisa menutupi kedua telinganya
"ehhh busyettt... Tarzan betina!!! ini hotel bukan punya papi! ga usah teriak2!!" geram Sharen dengan ulah Sanum
"hahahahahahhh... san aje kaleee.."
"san.. san.. mbah mu kui!! kalo tamu hotel yang lain pada bangun dan kesini gimane...??? tarzan betinaaaa!!??" jawab Sharen masih dengan kesalnya pada Sanum
"iya tinggal kunci rapet aja kamar ini! bingung amat sih?!" jawab Sanum santai
"emang dasar elo!! sitomboy manja! tarzan betina!!" teriak Share gemesh pada Sanum sambil beranjak naik ke atas kasurnya.
"ape..?? ape..?? ape elo kate tadi??!!" ancam Sanum tak terima menyusul naik kasur juga
"hahahaaaaa... ga Num ga.." elak Sharen
"ga.. bilang ga?? tadi ngomong apa?!" kejar Sanum semakin mendekat ke arah Sharen
"ga Num.. ga.. ampunnn" bujuk Sharen dengan kedua telapak tangan di depan d**a ketika Sanum sudah semakin dekat
"apaaa... gue ga denger???" goda Sanum sambil tertawa membahana menindih Sharen yang juga dibalas Sharen dengan pelukan. dan tawa mereka menggiring mereka merebahkan diri diatas kasur.
"lama yaa kita ga berantem?" tanya Sharen sambil rebahan
"iyaaa... elo udah kangen2annya sama ayah ibu?" tanya Sanum balek
"sudah sekarang kangen sama elo ajah" kata Sharen sambil memeluk Sanum namun ditolak oleh Sanum, tapi Sharen terus berusaha hingga mereka kembali berteriak bersama dalam kamar itu.
^_^ heeemmmmm akhirnya Sharen memilih pulang jogja deh... :( Sadam gimana ya kalau tahu Sharen mau balik jogja? Stay tune terus ya guys...
--- Timacih emmmuuaacchhh ---