Setelah mengobrol cukup lama, akhirnya Nyonya Hanabi bangkit berdiri dari duduknya, “Ah.. Tubuh tua ini tidak sanggup berendam terlalu lama.” Ia menatap kedua tamunya secara bergantian, “Maaf karena harus naik duluan. Kalian bisa menikmati waktu berendam berdua. Kalian bisa memanggilku jika membutuhkan sesuatu. Aku permisi,” “Tu.. tunggu, Bu. Anda mau ke mana?” Nana hendak berdiri, namun tangannya segera ditahan oleh Frans. “Terima kasih, Nyonya.” Ucap Frans dengan senyum pada Nyonya Hanabi dengan tangannya yang masih menahan Nana. Nyonya Hanabi menoleh padanya, “Bersemangatlah. Gunakan waktumu dengan baik.” ucapnya pelan dengan mengedipkan sebelah mata dengan penuh arti. Frans tersenyum lebar, lalu menundukkan kepala sebagai tanda terima kasih dan hormat. “Frans, Bu Hanabi mau ke man

