Seharusnya

1883 Kata

Nana menyandarkan kepalanya yang terasa sangat berat pada sandaran sofa, “Keputusanku didasarkan oleh berbagai hal besar.” jawabnya dengan gumaman. Frans kembali pada posisi duduknya semula yang menghadap Nana. Ia menatap gadis itu sedang terpejam menyandarkan kepalanya ke belakang dengan lemas. Sangat terlihat bahwa Nana kelelahan. Frans yakin Nana kelelahan bukan semata-mata karena mengurusnya saja. Gadis itu pasti menjalani pekerjaan yang berat di kantor. “Bagaimana pekerjaanmu?” Tanya Frans pelan. Ia sangat ingin mengetahui seperti apa bawahan-bawahannya di kantor memperlakukan gadis yang ia cintai sampai jadi kurus kering begini. Nana menggeleng pelan, “Biasa saja,” “Apa pekerjaanmu berat? Apa saja yang kau kerjakan?” Nana perlahan membuka matanya hanya untuk menatap langit-langi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN