“A-apa?” Nana mengembalikan padangannya kepada Nyonya Hanabi setelah mendengar terjemahan dari Frans. “Ini sangat cantik. Aku akan menggantungnya di rumah kami. Terima kasih banyak.” Ucap Frans senang, tidak menggubris ekspresi aneh pada wajah Nana. “Apakah ini adalah tradisi di sini?” Tanya Nana. Nyonya Hanabi mengangguk, “Tradisi kami adalah menggantung Furin di musim panas. Benda ini sebagai simbol untuk menangkal makhluk halus dan nasib buruk. Dahulu kala, diceritakan bahwa benda ini akan bergoyang jika ada iblis datang.” Nana memandangi lonceng kaca berwarna merah yang sangat cantik dengan sebuah kertas yang menggantung di ujung tali yang berada di tengah lonceng tersebut, “Ternyata di Jepang masih kental dengan tahayul seperti ini, yah.” “Karena aku adalah orangtua yang tinggal

