Rahmi menatap ponselnya, tangannya bergetar. Pesan-pesan dari para pembeli itu bagai tamparan keras, satu demi satu. Hatinya mencelos, disusul rasa dingin yang menjalar dari ujung kaki hingga ubun-ubun. Wajahnya yang semula cerah, kini memucat pasi. Ia merasa hancur. Ia tidak menyangka, usaha yang baru ia rintis akan hancur secepat ini. Namun, ia tidak akan menyerah. Ia tahu, ia harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia harus menemukan akar masalahnya. Dengan napas tersengal, ia mengambil ponselnya kembali, jari-jarinya menari di atas layar, membuka aplikasi marketplace di mana dirinya berbelanja barang-barang yang diragukan oleh para pembelinya itu. Ia mencari nama penjual tempat ia membeli barang, lalu mengirim pesan dengan hati-hati. Ia menjelaskan keluhan para pelanggannya,

