Aku berlari, menerobos kerumunan orang, mengabaikan umpatan mereka kepadaku yang tak sopan. Aku tidak peduli, yang kuinginkan sekarang adalah datang kepada ayahku, memeluknya dengan penuh kasih sayang dan memohon kepada Tuhan untuk membuatnya bertahan. Selepas bunda memberi kabar buruk bahwa ayah mendadak kritis, aku langsung melesat keluar rumah dengan jerit tangis yang tak tertahankan. Niguel mencegahku untuk tidak mengendarai motor seorang diri, sementara Raja kutinggalkan bersamanya. Kami sedikit berdebat sampai akhirnya Niguel memangil jasa driver online. Dia menyuruhku untuk tetap tenang karena bisa membuat Raja terkejut dan menangis histeris sepertiku. Saat mobil bercat putih datang, aku segera meminta kepada sang sopir berperawakan gendut untuk membawa kami ke rumah

