Bab 39

1016 Kata

Ah... Rasanya sudah lama tidak melihat rumah lamaku. Sedikit terasa lembap karena jendela tertutup rapat dan beberapa hari bunda menemani ayah. Dibantu Niguel, kami membuka semua pintu jendela, menyalakan lampu dan menyemprotkan pengharum ruangan. Beberapa kali, lelaki itu memegangi kepalanya merasa kesakitan dan berkata dia merasa pernah datang ke tempat ini. Ya, dia pernah menjadi bagian di rumah ini sebelum pada akhirnya menghilang di Yogyakarta. Tapi, pada akhirnya setelah sekian lama, Niguel kembali ke rumah meski berbeda. Setelah membaringkan tubuh Raja di kamar ibu karena kamarku sepertinya lebih lembab. Aku menyuruh Niguel untuk membersihkan diri selagi menyiapkan makan malam dan menyapu agar debu-debu rumah tidak menginfeksi paru-paru anakku. Niguel menolak denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN