"Kenapa enggak lapor polisi saja, Nik?" usul Mbak Tiara kala dia menggendong Raja dan aku sedang menjemur pakaian. "Emang bisa? Lagi pula udah setahun lebih, Mbak," kataku,"mana mungkin mereka mau mengurusi orang yang sudah hilang lama?" "Daripada kamu penasaran. Terus ponselnya enggak dibawa ke toko buat dibuka sandinya?" "Takut datanya ilang semua," jawabku. "Apa kamu enggak merasa dia mengalami hal buruk waktu itu, Nik?" tanya Mbak Tiara ketika aku menjemur pakaian terakhir. Kuletakkan ember dekat pintu rumah dan duduk di samping perempuan baik itu seraya mengedikkan bahu. "Bisa jadi tapi apa? Seharusnya kalau dia kecelakaan pun tahu dong alamat hotel atau nomor ponselku, paling tidak alamat rumah lah." "Iya sih." Mbak Tiara membelai wajah Raja dengan sayang. "Kira-kira mu

