Bab 33

1004 Kata

Aku bergegas pulang kembali ke rumah hingga Mbak Tiara terkejut melihatku datang tanpa membawa apa-apa. Kudekap langsung tubuh Raja, menghirup aroma tubuh kecil yang dibalur minyak telon. Air mataku bercucuran, dadaku begitu sesak, pikiranku mendadak kacau dan berspekulasi bahwa selama ini aku hanya dipermainkan olehnya. Bukan sebuah kebetulan jika kami dipertemukan kembali secara tak sengaja. Dia, lelaki b******n itu memang tidak memiliki niat untuk kembali sesuai ucapannya dulu. Bodohnya aku telah memberikan tubuh berhargaku padanya, menerima semua cacian dari orang-orang, dan terpaksa mengubur impianku menjadi seorang perawat. Sementara dia, begitu enaknya bercengkrama dengan ketiga teman seraya menenggak kaleng bir tanpa memikirkan diriku yang berjuang membesarkan buah hati kami se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN