Mataku perlahan terbuka dan seketika menangkap sosok lelaki dengan jenggot tipis yang menghiasi rahangnya. Dia terlihat khawatir dan berulang kali menggumam pelan. Aku berpaling melihat sekeliling dan memanggil, "Raja?" "He is fine," kata Niguel saat pandanganku semakin jelas. Lalu, dia membantuku duduk bersandar di kepala kasur, memberikan segelas air putih seraya duduk di pinggiran kasur menatapku dengan khawatir. "What happened?" Tak menjawab pertanyaan Niguel, segera kuraih ponselku di samping kiri. Layarnya pecah akibat terjatuh ke lantai, tapi masih bisa digunakan. Banyak telepon dari bunda dan pesan w******p yang belum sempat k****a. Hatiku semakin mencelos kala membaca pesan bunda bahwa kondisi ayah pasca tertabrak mobil kian parah. Ayah tidak sadarkan diri membuatku me

