"Niguel!" pekikku tapi tak dihiraukan dirinya. Aku berlari, menarik lengan kiri lelaki itu. Dia menoleh dengan sorot mata yang bercampur aduk dan tidak bisa k****a. "He is Randy, don't you remember him?" tanyaku. "Don't go, please. We are just bestfriend." Dia terdiam cukup lama, hingga aku merasakan kehadiran Randy yang berdiri tak jauh di belakang kami. Kutoleh sejenak lelaki bermata sipit itu yang justru menatap Niguel murka. Dia berjalan cepat, menarik tubuhku untuk berlindung di balik punggungnya, sementara Niguel terpaku di tempat seperti orang bodoh. "She was fine untill you came!" Randy menggertak, menunjuk Niguel tak takut. "Apaan sih, Ran!" aku hendak membela Niguel. "Dia amnesia." "He's right, Niki," sahut Niguel. "Maybe I make you hurt to much. I just

