“Lho kok putar balik Non?” tanya bibi heran. Sesaat Rere belum menjawab. Dalam hati bibi agak ketar-ketir. Si Nona ini semenit yang lalu masih tertawa tidak jelas dan sekarang mendadak putar arah dengan wajah manyun kesal. “Mau ke bandara.” jawab Rere singkat dengan nada ketus. Kalau bukan orang yang biasa menghadapi Nona yang seperti ini pasti tidak akan tahan. Namun bi narsih sudah puluhan tahun bersama jadi sudah paham watak masing-masing anggota keluarga sang majikan. Terutama si Nona yang bersamanya sejak bayi ini. Kalau sedang mendadak senyum lalu mendadak ketus begini biasanya ada masalah yang benar-benar mengusik hatinya. “Ngapain ke bandara?” tanya Bi Narsih masih dengan nada tenang. Rere menambah laju kecepatan mobilnya. Bibi langsung dibuat takut. Karena Rere biasanya jara

