“Ayo Bi, kita pulang sekarang!” seru Rere. Bibi baru saja menghabiskan suapan terakhir bubur buatannya sendiri yang sedang ia santap. “Hah? Apa Non? Pulang?” tanyanya heran. “Iya, pulang.” “Kok tumben, biasanya kalau ngobrol sama Non Salma bisa dari habis subuh sampai habis isya gak kelar-kelar. Memangnya Non Salma sudah sembuh? Sudah boleh pulang sama dokter?” “Gak tau!” Rere melengos begitu saja dan jalan lebih dulu meninggalkan bibi yang masih melongo di tempat. Mau tidak mau bibi buru-buru membereskan bekas makanannya dan bergegas berlari menyusul si nona yang sedang ngambek itu. “Ada yang gak beres nih,” gumam bibi sambil tergopoh-gopoh mengejar. Rere tidak menoleh. Tidak juga bicara apa-apa. Sampai mereka tiba di area parkir dan masuk ke mobil barulah dia bersuara lagi. “Sal

