The Beginning

1078 Kata
Kini Key memfokuskan dimana dirinya sedang berada. Pagi yang cerah, angin sepoi-sepoi menerpanya lembut. Ia tepat berdiri di depan gerbang utama kampus. Rentetan bangunan-bangunan fakultas berdiri menyebar dalam satu area sekitar 40 hektar itu. Tak salah bila kampus ini dijuluki kampus hijau, banyak berbagai jenis pohon tumbuh dengan rimbunnya sehingga membuat udara di sini sangat segar untuk dihirup. Tanaman-tanaman tertata rapi menghiasi halaman dan pinggir jalan di kampus, terdapat sebuah banner “Selamat Datang Mahasiswa/Mahasiswi Baru di Kampus Universitas Atmaja Buana”, menyambutnya. Di depan kampus terukir besar nama dari kampus tersebut. Sebuah kampus impiannya. Sudah sejak di bangku SMA, ia dan sahabat-sahabatnya survey kampus yang akan mereka masuki. Mereka membuat list kampus favorite, kemudian mengurutkannya dari yang paling diinginkan sampai yang akan menjadi kampus cadangan. Salah satunya yang menjadi primadona adalah kampus ini. Ada beberapa fakultas di sana. Salah satunya yang Key ambil, fakultas ekonomi jurusan manajemen. Key melihat-lihat sekitarnya, ada banyak orang berpakaian yang sama sepertinya, atasan putih dan bawah hitam. Mereka banyak tersebar di antara orang-orang yang berpakaian bebas. Bisa dipastikan, mereka adalah para mahasiswa baru atau biasa disingkat maba, ada pernak-pernik mencolok yang mereka kenakan seperti pita warna-warni yang sama seperti yang dikenakan Key, ID card super jumbo yang berisi nama, tempat tanggal lahir, asal, dan visi misi mereka, semakin membuatnya yakin bahwa mereka maba sepertinya. Ah, rasanya masih belum percaya kini ia sudah menjadi seorang mahasiswa, fase baru kehidupannya akan segera dimulai, padahal perasaan baru beberapa bulan lalu ia masih mengenakan seragam putih abu-abu. Ada desir petualangan baru yang menyemangatinya. Ah! Sudah tak sabar untuk memulai hari! Jeritnya dalam hati. Gubrak! Tetiba seorang lelaki menyenggolnya, membuyarkan lamunannya dan menjatuhkan barang-barang syarat Ospeknya sehingga berceceran di tanah. “Eh, maaf.” Ucap sebuah sumber suara dengan nada menyesal, lalu ia segera membantu membereskan barang-barang milik Key yang berceceran itu. “Kamu, tidak apa-apa?” Lanjutnya dan menyodorkan barang tersebut ke sang pemilik. “Eh, aku baik-baik saja. Terimakasih”. Key mendongak dan sekarang tatapan mata gadis itu beradu pandang dengan lelaki tersebut. Untuk sesaat ia terpaku, melihat sosok sawo matang, bermata hitam, dan berambut ikal di depannya. “Keysha.” Panggil lelaki itu sembari mengibas-ibaskan tangan di depan muka Key. Gadis itu pun salah tingkah sendiri perihal lamunannya beberapa detik lalu. “Eh, bagaimana kamu tau namaku?” tanya Key baru menyadari. Jangan-jangan ini orang punya six-sense pikirnya. Lelaki yang mengenakan hitam itu menunjuk tanda pengenal Key yang segede gambreng dari kardus yang dihiasi pernak pernik menggantung di dadanya. Key tersenyum meringis, baru menyadarinya, “Eh, iya. Benar juga.” “Sekali lagi maaf ya, dan selamat datang di kampus kami.” Ucapnya lagi sebelum berpamitan untuk pergi. Key hanya tersenyum menanggapi. Ditatapinya lelaki itu untuk beberapa saat. Orang yang manis dan ramah, batinnya. Senyum tersungging Kembali di bibirnya. Tampaknya awal harinya akan cemerlang. Terlalu banyak hal yang wajib disyukurinya, semisal, bertemu lelaki itu. “Woy! Bengong aja!” Teriak seseorang dari belakang menepuk bahu Key. “Gila kamu ya, hampir jantungan aku!” Sahut Key belum hilang rasa kagetnya. Didapatinya sahabatnya Lala sedang cengar-cengir tanpa rasa dosa ke arahnya. “Lagian kamu ngapain sih berdiri bengong di sini?” Lala bertanya sembari matanya ikut mengekor ke arah mana tadi Key memandang. Dan seketika matanya berbinar, senyumnya terulas indah. Di antara orang-orang yang lewat, dari kejauhan tampak lelaki yang tadi sempat dilihat Lala sekilas bersama Key “Woho…aku paham!.” Mata Lala berkedip nakal ke arah Key. “Jeli juga matamu, Key. Baru juga di gerbang. Belum masuk ke dalam, udah nemu aja inceran” “Hush, jangan kenceng-kenceng, malu disangka nanti kita cewek apaan.” Gusarnya sembari menutup mulut Lala dengan jari telunjuknya. Lantas sahabat tomboinya itu merangkul Key. “Yaudah, ayo ah udah jam segini bentar lagi dimulai. Kamu bawa semua persyaratannya kan?.” Tanya Lala sembari matanya memandang dari ujung kepala Key sampai ujung sepatu yang dikenakan Key. Sadar bahwa sahabatnya itu suka ceroboh, takut ada yang dilewatkannya. Lala ingat betul, seberapa sering Key meninggalkan tugas PR yang dikerjakan semalaman, sehingga ia dapat hukuman dari Guru karena tidak  bisa menumpuk tugas saat SMA, sering mencari suatu benda padahal yang dicari masih dalam genggamannya, bahkan parahnya Key juga pernah lupa dirinya berulang tahun saat itu, alhasil saat ia dan sahabat-sahabatnya yang lain berhasil mengerjai Key tanpa dicurigai sedikitpun. Baru kali itu dia mengenal orang seceroboh Keysha. Tapi baginya Keysha adalah salah satu sahabat terbaiknya, gadis yang patuh dengan orang tua, rajin ibadah itu juga orangnya tulus, periang, suka membantu, jujur bisa menutupi sifatnya yang ceroboh dan sifat tak enakan yang kadang merugikannya. “Wow, lucu juga pita-pita yang bersarang di atas kepalamu.” Kikiknya kemudian. “Ih resek! Kamu sih enak, 1 Januari cuma dua biji pita. Rempong sekali menata punyaku.” Gerutu Key meraba-raba rambutnya, memastikan pita-pitanya masih setia bertengger di atas kepalanya. Tetiba dia seakan teringat kembali serpihan-serpihan mimpinya. “eh La, semalam aku mimpi aneh tau. Masa aku dikejar-kejar orang nggak jelas, trus ada banyak ular seakan mau menyantapku gitu, dan tiba-tiba aja ada malaikat tampan gitu nyelamatin aku. Hehe, random banget ya mimpiku.” Key mulai membayangkan Kembali mimpinya, “Kira-kira apa ya maksudnya?” tanyanya kemudian. Lala mulai tampak berfikir. Jiwa-jiwa sok tafsir mimpi mulai on. “Dikejar-kejar kemungkinan itu karena kamu terbawa efek karena rempong ngurusin tata bengek mau ospek kali ya. Tapi, soal ular, denger-denger itu bisa berarti kamu mau bertemu jodoh, Key. Cie…kemungkinan kamu bakal mengakhiri masa jomblo mu selama ini!” Lala mulai bersemangat. “Dan Malaikat tampan, bisa jadi..” Ucapan Lala menggantung. Key masih menunggu dan selalu antusias apabila ada orang mulai menafsir-nafsir entah mimpi ataupun masa depannya. Yah percaya nggak percaya sih, yang jelas ada rasa keseruan tersendiri akan hal satu itu. “ Kemungkinan jodohku juga ala ala rupawan nan elegan kali ya, La!” Mata Key mulai berbinar. “ Dih, pede banget kamu. Atau kebalikannya dia sosok Beast haha”. Seloroh Lala kemudian berlari menjauh dari jangkauan Key. “ ih Lala!” Key mulai tak terima dan berusaha mengejar Lala. Kedua sahabat itu lantas pergi menuju fakultas yang sama, menembus lalu lalang mahasiswa yang juga melihat kelakuan dua sahabat ini. Hanya sekedar melihat sesaat lalu semua beralih ke kesibukan masing-masing, bagi mereka keduanya juga asing dan tak terkenang. Permulaan bak di ftv yang sering diputar tiap pagi dan siang. Kisah-kisah tokoh utama wanita dan lelaki yang akan berakhir bahagia. Semoga saja begitu bila kau memiliki cinta dan kasih yang tinggi. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN