“A-apa yang harus aku lakukan? A-pa aku perlu merekam perkelahian mereka?” gagap Daisy yang panik sendiri. Daisy melihat beberapa preman Spaso menghabisi nyawa pemilik bar saja sudah ketakutan setengah mati, apalagi kini ia melihat ratusan orang saling baku hant4m. Lihatlah banyak sekali orang yang berjatuhan dengan luka di sekujur tubuh. Bunyi suara pu-kul memu-kul dan teriakan bela diri terdengar riuh di telinga Daisy. Apalagi saat Daisy menyaksikan seorang pria yang d4rahnya muncr4t dari mata sehabis kena b0gem membuatnya sontak menutup mulut ingin muntah. Tubuh Daisy melemas, cepat-cepat ia bertumpu pada batang pohon cukup besar yang ia gunakan sejak tadi untuk mengintip perkelahian para preman. Jika Daisy tidak memutuskan untuk keluar beli cilok dan cireng, Daisy tidak akan menyaks

