“DORRR!!!” Satu peluru menembus sandaran sofa yang tengah diduduki oleh pemilik kelab, membuat pria yang santai mengorek gigi itu terkejut bukan main refleks menutup telinga karena suara dentuman yang kencang. “A-Apa yang kalian lakukan?” pekik pemilik kelab dengan suara bergetar. Matanya tampak berkaca-kaca setelah terhindar dari maut yang tadi bisa saja merenggut. Spaso masih menodongkan senjata, begitu juga Frans yang kini juga ikut angkat senjata yang mengarah ke pemilik kelab. “Ternyata selama ini Anda adalah komplotan mafia asing itu. Kalian berencana merebut kota B dari kekuasaan saya! Kalian pikir saya akan membiarkannya begitu saja?” “Hahaha!” tawa pemilik kelab kemudian berdiri. Dengan lantang ia merogoh saku celana, mengeluarkan sebuah pist0l, mengarahkannya kepada Spaso, F

