"Lo kenapa sih Ra!" ujar Bian dengan nada lemah. "Lo tau gak sih sesusah apa gue dapetin maafnya Ivy." "Dan sekarang Ivy pergi ninggalin gue lagi. Bawa anak gue Raa... Istri gue pergi sama anak gue, gara-gara fitnah dari lo!" ujar Bian geram sambil menunjuk Tamara yang sedang duduk sambil menundukkan kepala. Bian menarik rambutnya frustasi, "Gue kan udah bilang! Gue bakal bantu lo! Kenapa lo malah jebak gue hah!" geramnya. "Dan bodohnya gue masih iba sama lo, yang jelas-jelas udah bikin rumah tangga gue retak." Tamara mendongak menatap Bian yang sedang berdiri agak jauh. "Aku gak punya tempat untuk pulang," lirih Tamara. Bian menghela napas kasar. Dengan amarah yang memuncak ia keluar begitu saja dari apartmennya. Di luar Bian mengambil ponsel di saku celananya. Ia menelpon s

