"Aku keluar sebentar ya sayang." Ijin Bian pada Ivy yang sedang menidurkan Bangga. "Mau kemana?" tanya Ivy dengan alis terangkat. "Ke apartemen." "Kamu mau bersih-bersih. Biar aku aja besok," tawar Ivy. Bian menggeleng, "Aku bisa Vy... Dan kamu gak boleh capek." Katanya, dengan langkah kecil mendekat ke arah Ivy lalu mengecup kening istrinya itu. Ivy tersenyum hangat, "Hati-hati. Jangan pulang terlalu malam." Bian mengangguk, lantas ia keluar dari rumah megah itu menuju motornya yang terparkir cantik. Motornya kini melesat membelah jalanan kota yang ramai. Dengan kecepatan rata-rata ia mengendarai motor trailnya. Tetapi di sisi jalan ia melihat seseorang yang nampak tidak asing. Bian berhenti, dengan geram ia menendang dua orang berbadan besar yang sedang memegang paksa s

