Empat Belas

1567 Kata

"Ayo naik! sudah terlalu larut," ucap Ian. "Siap bos!" Ian melajukan motornya dengan kecepatan sedang. "Kamu aku antar sampai rumah ya?" Aku membulatkan mata, "Nggak, capek aku kalau sampai rumah Ian. Kita kan naik motor, rumah aku jauh Ian." "Aku nggak mau kamu kecapekan, besok kan kerja. Ya udah, sampai stasiun manggarai. No debat!" Aku mengangguk pasrah dari balik punggung Ian. Ian tersenyum menang. "Dit, makan dulu yuk! Kamu lapar kan?" "Nggak deh, udah malam." "Sebentar saja, jadi kamu dirumah tinggal istirahat. Tadi sudah shalat kan?" "Sudah sih." "Makan nasi goreng mau?" "Boleh." Beberapa lama kemudian, Ian menurunkan laju motor dan bergerak menuju pinggir jalan. Ian memesan 2 nasi goreng pedas dan 2 teh manis panas untuk kami. Aku tersenyum melihatnya, dia masih hafa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN