BAB 10 Jangan Putusin Aku

1479 Kata

Langkah kaki Leon terdengar berat ketika keluar dari ruangan dosen prodi Bahasa dan Sastra Inggris. Udara pagi masih menyimpan sisa embun, dingin, dan samar berbau tanah basah. Di luar ruangan, tiga sahabatnya sudah menunggu. Bayu bersandar santai di tembok sambil memainkan ponselnya, senyumnya menggoda. " Mister tadi di dalam di apain aja sama bu Marsya?" Raka menyahut cepat, menepuk pundak Bayu. “Pasti di manja-manja dulu ya Mister?" Leon hanya tersenyum nakal. "Ada deh... harusnya tadi kalian ikut masuk." Jawaban itu membuat Bayu dan Raka tertawa dan merasa geli sendiri. Sementara itu, Rani hanya tersenyum tipis, matanya mengamati wajah Leon dengan cermat. “Leon kamu kelihatan pucat... Ada apa?” Leon menggeleng pelan. Ia tidak menjawab. “Nggak apa-apa Ran. Yuk, kita ke kelas sek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN