BAB 21 Antara Laras Dan Marsya

1447 Kata

Suara cet-cet-cet obeng bersentuhan dengan logam mengisi udara. Bau bensin dan oli bercampur dengan aroma angin siang yang hangat. Matahari menembus celah atap seng bengkel, membentuk garis cahaya di antara debu yang berterbangan. Leon berdiri bersandar pada dinding bengkel, lengannya terlipat, sesekali menatap Laras yang duduk di kursi kayu panjang. Di tangannya, buku diary lusuh warna coklat yang baru ia keluarkan dari tas ranselnya. Leon melangkah pelan mendekat. “Ini, Ras… buku diary kamu,” katanya lembut, menyodorkannya dengan satu tangan. “Aku nemuin di depan ruang Prodi Bahasa Inggris, waktu itu sekitar jam empat sore.” Laras menatap buku itu seolah benda paling berharga di dunia. Matanya sedikit berkaca-kaca. "Terima kasih, Mister…” katanya pelan. Leon tersenyum. “Ras, kamu jan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN