Beberapa minggu kemudian, Cintya kembali masuk kerja. Dia bilang hari ini ada promosi kenaikan jabatan. Karena, itu dia memaksa untuk masuk. Sebenarnya Panji sudah melarangnya, tapi dia kekeh akan masuk. Dasar keras kepala! “Apa nggak sebaiknya kamu berhenti kerja, Dek? Kamu lagi hamil, kasihan kandungan kamu,” ucap Panji dengan sedikit hati-hati. “Mas, aku mau diangkat jadi supervisi, jadi nggak mungkin berhentilah. Kita akan punya anak, jadi butuh biaya yang besar. Gajimu mana cukup!” sentak Cintya lagi. Panji menelan ludah. Cintya sudah mulai menilai gaji Panji. Gaji yang tak seberapa dan tak cukup. Hah ... Cintya memang telah berubah. Ya, bukan berubah, mungkin memang seperti inilah sikap dia yang sesungguhnya. “Aku akan cari kerja lain, Dek. Kalau mengandal

