Waktu terus berjalan dengan cepat. Perut Cintya semakin membesar. Usia kehamilannya sudah mendekati HPL. Panji semakin bingung karena tentu sebentar lagi membutuhkan biaya besar untuk persalinan. Cintya juga terus memaksa Panji untuk mendapat pekerjaan yang lebih layak. Panji bingung karena sudah beberapa kali mencoba melamar di perusahaan, tetapi ditolak. Dulu, saat sudah bekerja di salah satu perusahaan, Cintya meminta Panji berhenti. Dan sekarang Cintya menuntut kerjaan yang bagus untuk Panji. “Kamu belum dapat kerjaan yang lebih mapan?” tanya Cintya di pagi hari saat mereka sarapan. “Belum, Dek,” sahut Panji. “Kamu gimana, sih, jadi suami nggak becus! Bentar lagi aku lahiran! Terus sekarang juga aku cuti, mana dapat penghasilan!” sentak Cintya. “Iya, Dek, a

