Panji terus menenangkan Cintya yang terus berteriak histeris. Kebaikan hati Panji membuat Cintya merasa sedikit bersalah. Selama ini dia begitu jahat pada Panji, bahkan selalu berkata kasar pada Panji, tak pernah sekali pun baik pada Panji. Namun, sekarang Panji memperlakukan Cintya dengan penuh kasih sayang. “Udah Ma, nggak usah nangis lagi. Yuk berdiri, tidur, udah malam. Besok harus kerja, kan?” tanya Panji. Cintya pun menurut tanpa banyak kata. Dia sedang kesal dan marah pada Samuel, jadi tak bisa berbuat apa-apa saat diperlakukan dengan manis oleh Panji. Cintya pun berbaring, lalu Panji menyelimuti Cintya. Namun, saat Panji ingin berbaring di samping Cintya, tiba-tiba Cintya melarang. “Kamu mau ngapain?” tanya Cintya. “Mau tidur di sini,” ucap Panji sambil tersenyum. “Eh, ng

