Cintya Terpuruk

1601 Kata

Sudah beberapa hari Panji tinggal di rumah sang ibu, dia merasa sangat merindukan Cintya. Maka, hari ini dia memutuskan untuk pulang karena tubuhnya sudah benar-benar sembuh.   “Bu, Panji pulang dulu, ya?” Panji berpamitan pada sang ibu.   “Memangnya kamu udah bener-bener sembuh?” tanya Bu Desi.     “Udah Bu. Arkhan juga udah ngajak pulang terus.” Panji tersenyum sambil menoleh ke arah Arkhan.     “Arkhan kangen kamar Arkhan, kangen Mama juga,” sahut Arkhan.     Bu Desi pun hanya tersenyum melihat tingkah Arkhan. Setelah ini rumahnya akan sepi kembali. Setelah beberapa hari selalu ramai dengan celotehan Arkhan.     Lalu, setelah semua beres, Panji dan Arkhan pun berpamitan. Arkhan mencium tangan neneknya. Bu Desi mencium kedua pipi Arkhan. Mata Bu Desi berkaca-kaca karena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN