Pagi ini, kembali seperti biasa. Aktivitas yang normal seperti biasa. Cintya sibuk dengan dirinya sendiri. Bu Desi masih di rumah Cintya. Bu Desi sengaja menginap karena kangen dengan Arkhan. “Bi Inah, aku berangkat dulu, ya, jangan lupa urus Arkhan dengan baik! Jangan sampai ada yang ikut campur!” Terdengar suara ancaman Cintya pada Bi Inah. Tampak Bi Inah mengangguk. “Ma!” Panji menghampiri Cintya. “Apa lagi, sih, Yah?” Cintya memutar bola matanya. “Mama bawa mobil sendiri atau ... sama Samuel?” Panji menatap Cintya penuh harap. “Bukan urusan Ayah!” “Ma, aku ini suamimu! Jadi harus tahu dengan siapa dan ke mana pergi istrinya,” ucap Panji. Cintya tak menggubris kemudian dia pergi meninggalkan Panji. Panji menghela napas panjang. “Panji, Cintya udah berangkat?” Bu Desi m

